
Sekeluar dari area ruang makan,Zia langsung berlari cepat menuju keluar.Gadis itu berlari karena ingin menyusul Lyn kakaknya,sebelum sang kakak berangkat kekampus.
Senyuman langsung terbit dibibir Zia setelah melihat kakaknya masih berada digarasi dan belum berangkat
"Kak Lyn"panggil gadis itu menghampiri sang kakak.
Kak Lyn yang tadinya berniat masuk kedalam mobil langsung berhenti setelah ada yang memanggil namanya, ia langsung bisa melihat Zia yang berlari cepat kearahnya dan berhenti tepat dihadapannya dengan nafas yang terlihat terengah-engah.
"Hah hah un-untung a-aja ka-kak be-lum b-berangkat hah hah hah"ujar Zia dengan nafas yang masih terengah engah.
Lyn diam menunggu Zia adiknya menormalkan nafasnya dulu,setelah nafas gadis berseragam SMA itu sudah mulai stabil lagi baru ia berbicara
"Apa?"tanya Lyn tentunya dengan kesan datar dan dingin.
"Makasih hadiahnya kak"ucap Zia sambil tersenyum cerah.
"Zia sangat menyukainya"lanjut gadis itu,kali ini sambil menunjukkan jam tangan yang melingkar ditangan kirinya.
"Hm"kak Lyn berdehem.
"Ah kalau begitu kakak boleh berangkat sekarang,Zia cuma ingin mengucapkan itu tadi"ujar Zia yang memperhatikan sepertinya sang kakak ingin buru buru.
Lyn tak menyauti perkataan adiknya itu,ia malah melangkah mendekat kearah Zia.Tangannya ia angkat dan bergerak meraih dasi kemudian memasangkan dasi seragam sekolah Zia tanpa berbicara apapun,Zia yang mendapat perlakuan seperti itu dari kakaknya awalnya sedikit terkejut. Namun ia kemudian kembali tersenyum saat kakaknya itu terlihat sedikit peduli dengannya,Zia berdiri diam membiarkan sang kakak memasangkan dasi untuknya.
"Lain kali,pastikan seragammu rapi saat berangkat sekolah"ujar kak Lyn.
Kemudian kakak ketiga Zia itu berbalik dan masuk kedalam mobil pribadinya,dan tak lama mobil itu berjalan meninggalkan garasi.
Zia segera tersenyum melihat dasinya
yang sudah terpasang rapi,ia berjalan menuju kearah mobilnya sendiri untuk pergi kesekolah.
~Skip~
Raka saat ini sedangĀ melakukan kegiatan berpatroli pagi mengelilingi sekolah setelah jam masuk berbunyi,cowok yang berstatus sebagai ketua OSIS SMA Hantara itu memeriksa setiap sudut sekolah tanpa terkecuali untuk memastikan tidak ada murid yang membolos pada jam pelajaran.
Langkah kaki Raka bergerak memasuki perpustakaan
"Sedang berpatroli Raka?"tanya penjaga perpustakaan kepada Raka saat ia memasuki perpustakaan.
"Ia buk seperti biasa"jawab Raka
"Ada murid yang bolos kesini buk?"tanya Raka kepada penjaga perpustakaan.
"Kalau untuk bolos sepertinya tidak ada,tapi tadi salah satu anak pemilik sekolah datang kesini izin untuk menumpang tidur sebentar"jawab penjaga perpustakaan itu.
"Anak pemilik sekolah,siapa kalau boleh tau buk?"tanya Raka.
"Anak pemilik sekolah yang baru pindah,kalau gak salah namanya Zia.
Ibuk tadi sudah menyuruhnya untuk ke UKS saja karena ia mengaku kurang enak badan tapi anaknya gak mau dan tetap disini,ibuk gak berani terlalu memaksanya jadi ibuk biarkan saja"jelas penjaga perpustakaan itu.
"Baik buk,kalau gitu saya permisi untuk memeriksanya"ujar Raka.
"Silahkan,gadis itu ada dimeja paling pojom"ujar penjaga perpustakaan itu memberi izin sekaligus memberitahu dimana letak gadis yang tadi ia ceritakan.
Raka mengangguk kemudian cowok itu mulai berjalan menuju kearah meja yang dimaksud ibuk penjaga perpustakaan tadi,dalam hati ia seperti sudah bisa menebak siapa anak pemilik sekolah yang dimaksud.
Raka duduk disebelah Zia,ia menepuk nepuk pipi gadis itu dengan perlahan bertujuan untuk membangunkannya.
Kelopak mata gadis itu perlahan mengerjap ngerjap terbuka,Zia mengangkat kepalanya melihat siapa yang berani mengusik tidurnya.
"Pak ketos,ada apa?"tanya gadis itu
"Ini masih jam pembelajaran,kenapa lo tidur disini bukannya masuk kelas?"tanya Raka si Ketos.
"Oh lagi patroli pagi ya"ujar Zia, Raka mengangguk mengiyakan.
"Hari ini gue minta dispen ya,gue lagi kurang enak badan.Makanya tidur disini,kalau tidur diUKS takut Lio nanya nanya kenapa tiba tiba gak enak badan.Soalnya tadi pagi pas dirumah,gue masih baik baik aja"lanjut Zia menjelaskan kenapa dirinya tidak masuk kelas dan tidur disana.
"Oke,gue kasih izin"ujar Raka
"Makasih"ucap Zia
"Sakit lo kambuh?"tanya Raka kepada Zia yang berniat hendak merebahkan kepala kembali,tapi tak jadi karena mendengar pertanyaannya.
"Kayaknya iya,tapi gak separah kemarin"jawab Zia
"Kalau gitu minum obat lo sekarang, pasti lo bawakan"suruh Raka.
Zia menggelengkan kepalanya pelan
"Botol obat yang biasa gue bawa kesekolah pilnya abis,satu lagi hilang"ujar Zia.
"Tunggu disini"ujar Raka langsung beranjak berdiri dari tempat duduknya tadi mulai melangkah pergi,tapi setelah beberapa langkah cowok itu kembali lagi.
"Kenapa balik?"tanya Zia melihat cowok itu berbalik kembali.
"Lo udah sarapan?kalau enggak biar sekalian gue beliin pas balik kesini entar"tanya Raka kepada Zia.
"Gue udah sarapan"jawab Zia.
Setelah mendengar jawaban Zia itu, Raka melanjutkan langkahnya kembali menuju kepintu keluar perpustakaan.
"Bagaimana,kamu sudah menemui gadis itu?"tanya penjaga perpustakaan kepada Raka.
"Sudah buk"jawab Raka singkat, langsung keluar dari pintu dengan sedikit terburu buru.
Raka berjalan menelusuri koridor sekolah yang tampak sepi karena para murid sedang melakukan kegiatan pembelajaran dikelas masing masing, cowok itu menghampiri loker miliknya kemudian membuka kunci sandi loker itu dan membukanya.Raka mengambil sebuah botol obat kecil berisi beberapa pil didalamnya dari dalam loker,ia dengan cepat memasukkannya keadalan saku almamater sekolahnya sebelum ada yang melihat obat itu.
Raka menutup pintu lokernya kembali dan tak lupa menguncinya,setelah itu Raka berjalan meninggalkan lokernya kembali berjalan menuju kearah perpustakaan.
Raka kembali memasuki area perpustakaan tanpa menyapa penjaga perpustakaan yang tampak sibuk menyusun buku data murid yang datang keperpustakaan itu,Raka menghampiri meja tempat Zia dan duduk ditempatnya yang tadi.
"Ini minumlah"ujar Raka menyerahkan botol obat itu kepada Zia.
Zia kembali mengangkat kepalanya menerima botol obat itu,keningnya menyergit heran dari mana Raka mendapatkan obat itu karena ia yakin sebaik apapun UKS disebuah sekolah tapi hampir mustahil menemukan obat yang sama seperti yang ia butuhkan.
"Itu obatmu yang dulu tertinggal dirooftoof sekolah,gue simpan dan niatnya mau ngembaliin ke lo"jelas Raka seperti mengetahui kebingungan Zia.
"Ooh pantes"ujar Zia setelah mendengar penjelasan Raka itu.
Zia membuka tutup botol kaca itu kemudian mengeluarkan beberapa pil dari dalam ketelapak tangannya,dan tanpa ragu langsung meneguknya dibantu dengan air mineral kemasan yang hampir selalu tersedia didalam tas Zia.