
Kriet...tuan Renal membuka pintu kamar putri bungsunya,laki laki itu langsung masuk kedalam kamar dan menghampiri ranjang tempat tidur.
"Putri papa..."tuan Renal meletakkan telapak tangannya kepermukaan kening Zia"Sst.Yaampun kamu panas sekali nak"terdengar nada khawatir yang sangat kentara diwajah ayah lima anak itu.
Dengan kesadaran yang bisa dibilang mulai menipis dan kelopak mata yang sulit terbuka,Zia dapat melihat wajah khawatir sekaligus panik yang terlihat pada wajah papanya.
"P-papa tak us-sah kha-watir,Zia hanya demam"Zia mencoba menenangkan papanya.
Namun bukannya tenang mendengar perkataan putri bungsunya itu,tuan Renal malah semakin cemas mendengar Zia yang berbicara dengan nada bergetar dan terdengar sangat lemas.
Kriet...pintu kembali bersuara dan terlihat nyonya Sela masuki kamar disusul Lyn
"Bagaimana kondisi Zia pa?"tanya nyonya Sela kepada suaminya.
"Badannya sangat panas"saut tuan Renal.
"Mau suhu AC-nya perlu dirubah lebih dingin?"
"Jangan.Suhu tubuh Zia memang tinggi tapi kini dia sendiri pasti kedinginan"ujar Lyn kepada mamanya.
"Tunggu bibik membawa obat penurun panas dan kompresan,kalau nanti gak ada perubahan kita langsung bawa kerumah sakit"lanjut Lyn,membuat kedua orang tuanya cengo beberapa detik.Bukan karena penjelasannya melainkan karena mendengar kalimat panjang keluar dari mulutnya.
Hah...Lyn menghela nafasnya berat,
kenapa disaat genting seperti ini kedua orang tua dihadapannya ini masih sempat memberikan reaksi macam itu kepadanya.Lyn berbalik badan dan menemukan ketiga saudaranya yang lain yang memasang ekpresi yang sama didepanpan.
Akh...kesadaran semua orang seketika langsung kembali setelah mendengar rintihan kesakitan dari yang termuda yang kini sedang berbaring tak berdaya diatas tempat tidur.
"Kepala kamu sakit sayang?"tanya tuan Renal mengusap kepala putri bungsunya pelan pelan.
"Arga,suruh supir siapin mobil sekarang.Kita bawa adik kamu kerumah sakit sekarang"suruh tuan Renal kepada putranya.
"Baik pa"saut Arga,sesegera mungkin ia melaksanakan perintah papanya.
Zia benar benar dibawa kerumah sakit pagi itu juga dan kini,tuan Renal dan nyonya Sela serta anak ketiga mereka yaitu Lyn tengah menunggu dokter keluar dari ruang pemeriksaan.Buat kalian yang nanya dimana Arga,Gia,dan Liona?Sikembar pergi perusahaan,mereka sama sama punya jadwal yang tak bisa ditunda hari itu jadi mereka hanya ikut mengantar sampai kerumah sakit saja setelah itu mereka pergi keperusahaan.Liona sendiri meski sudah berniat untuk tak masuk hari ini karena kondisi Zia,akhirnya harus tetap masuk sekolah.Maklum anak kelas 12 yang bentar lagi akan menghadapi ujian semesteran,jadi tak boleh terlalu banyak izin.Sedangkan izinnya untuk disemester ini saja sudah banyak,alhasil ia tetap berangkat kesekolah dan akan datang kerumah sakit nanti seusai sekolah.
Lyn sendiri bagaimana,apakah ia tak punya kelas hari ini? Punya,tapi Lyn tetap memilih untuk tetap menemani orang tuanya dirumah sakit.Apakah ada orang tua atau angggota keluarganya yang melarang?oh tentu tidak,sekali gadis itu membuat keputusan maka itu sangat sulit dan hampir mustahil mengubahnya jadi ya gitu.Lagi pula hari ini Lyn hanya punya satu kelas saja dan kebetulan jatah absennya dengan dosen itu selama disemester ini masih belum ada yang dia gunakan,jadi dont worry.
Setelah menunggu sepuluh menit, akhirnya dokter keluar dari dalam ruangan pemeriksaan.
"Bagaimana kondisi putri bungsu saya dok?"tanya tuan Renal segera.
"Pasien hanya terkena demam saja, efek yang kemungkinan ditimbulkan oleh faktor kelelahan berlebih dan juga banyaknya beban pikiran. Akhirnya imunt tubuh terpengaruh dan menjadi lemah,oleh sebab itulah pasien bisa seperti sekarang"
Dokter menjelaskan kondisi Zia.
"Jadi apa yang harus dilakukan dok?"tanya nyonya Sela.
"Pasien hanya butuh banyak istirahat dan tak boleh terlalu banyak berfikir,serta tentu harus minum obat dan mendapat nutrisi yang dapat meningkatkan imun-nya kembali.
Untuk saat ini,pasien harus menjalani rawat inap dirumah sakit.
Sampai nanti kondisinya sudah membaik"jawab Dokter.
"Baiklah Dok,terima kasih atas penjelasannya"ucap tuan Renal.
"Sama sama.Pasien akan segera dipindahkan keruangan rawat inapnya oleh perawat,setelah itu keluarga bisa menjenguk"Dokter.
"Berikan ruangan VIP untuk putri saya dok"tuan Renal.
"Baik tuan,kalau begitu saya permisi dulu.Mari"Dokter
"Ah iya,silahkan Dokter"
Seusai percakapan itu,Dokter beranjak dari sana.Beberapa saat kemudian datang beberapa perawat yang akan memindahkan Zia ke kamar rawat inap gadisitu.