
Zia sampai didepan kantin fakultas kakaknya,ia tadi kesana diantar oleh supir pribadinya yang kini telah pulang duluan setelah mengantarnya.
Meski belum pulang kerumah hari ini tapi Zia sudah tak mengenakan seragam sekolahnya lagi,gadis remaja itu sudah mengganti bajunya tadi saat pergi kerumah sakit dengan Neta.Sekarang pakaian yang dia kenakan adalah kaos lengan pendek dengan dilapisi hoodie serta celana panjang model celana training berbahan lembut,dan sepasang sepatu yang melekat dikakinya.
Zia berjalan memasuki area kantin fakultas kedokteran yang terlihat sepi,hanya ada beberapa meja yang terisi disana sisanya kosong.Matanya mencari disekeliling untuk menemukan keberadaan Lyn kakaknya,akhirnya ia menemukannya.
"Kak Lyn"panggil Zia yang membuat pemilik nama tersebut berbalik melihat kearahnya.
"Kamu sudah datang,ayo kita langsung pergi"ujar kakak ketiganya itu yang terlihat buru buru menyimpan laptop kedalam tas kuliah miliknya.
"Selamat Sore kak Callie,kak Rey danĀ Ren,serta kak Manda.Kita bertemu lagi"Zia sedikit menundukkan kepalanya menyapa keempat teman teman kakaknya yang sudah pernah dirinya temui itu.
"Selamat sore juga Zia"saut keempatnya hampir bersamaan.
"Kami pergi.Ayo pergi Zia"Lyn langsung menarik lengan adiknya membawanya pergi dari sana dengan cepat.Zia yang lengannya ditarik oleh sang kakak hanya bisa pasrah dan kembali menunjukkan gestur menunduk kearah keempat teman teman kakaknya sebagai tanda berpamitan.
"Kenapa Lyn keliatan buru buru banget ya?"tanya Manda yang heran melihat tingkah Lyn yang dengan cepat menarik lengan Zia untuk pergi dari sana.
"Mereka-kan mau kepantai,mungkin Lyn buru buru gitu takut hari keburu gelap kali"ujar Callie menjawab pertanyaan Manda.
"Satu pertanyaan dari gue"ujar Ren.
"Apa?"Callie.
"Perasaan kemarin waktu kita pertama kali ketemu Zia dikediaman keluarga mereka,Lyn keliatan acuh gitu sama adik bungsunya.Kok sekarang keliatan peduli banget?"tanya Ren.
"Nah itu gue juga penasaran dari tadi"ujar Rey.
"Lyn-kan dari dulu emang acuh dan dingin orangnya.Dia sebenernya peduli dan sayang banget sama adik bungsunya,ya cuma kehalang sifat bawaan aja"ujar Callie.
Ditempat lain,dua bersaudari Lyn dan Zia telah berada dimobil milik Lyn yang sudah melaju dijalan raya bersama mobil mobil lain.Lyn yang menyetir sedangkan Zia sendiri duduk disamping kakaknya itu.
"Kamu seharian kemana aja?"tanya sang kakak membuka pembicaraan.
"Keperusahaan bentar,trus pergi kerumah sakit sama Neta"jawab Zia.
"Rumah sakit.Untuk apa kamu kesana? Kamu sakit?"
kak Lyn.
"Nemenin Neta meriksain lengannya aja kak,sekalian pemeriksaan kesehatan.Aku gak sakit kok"Zia.
"Itu salah satunya,tapi ada alasan lain.Aku hanya jenuh saja,selain itu aku ingat janji kakak yang akan mengajakku kepantai lain kali. Makanya aku mencoba mengajak kakak kepantai sore ini"Zia.
"Begitu rupanya"kak Lyn.
Setelah itu percakapan terhenti disana,kedua bersaudari itu memilih untuk diam fokus menatap lingkungan jalanan yang mobil itu lewati.
Sesampai dipantai yang mereka tuju, Zia dan Lyn kakaknya langsung memarkirkan mobil yang mereka gunakan lalu berjalan menuju ketepi pantai.Mereka duduk diatas batu karang yang letaknya menjorok kearah laut,keduanya duduk disana menikmati penampilan matahari terbenam yang q datang diwaktu yang tepat.
"Kenapa sesuatu yang indah seperti matahari terbenam hanya terjadi sebentar saja ya?"gumaman pertanyaan itu keluar sendiri dari mulut Zia saat menyaksikan natahari terbenam didepannya.
"Mungkin itulah yang membuatnya istimewa,lagi pula meski sebentar tapi selalu ada disetiap hari"Lyn yang menjawab pertanyaan random adiknya itu.
"Benar juga,berbeda dengan manusia"
Zia.
"Hm?"kak Lyn
"Manusia jika sudah saatnya benat benar pergi,maka dia tak akan kembali lagi"Zia.
"Itulah kenapa kita harus membuat banyak moment berharga dengan orang yang kita sayangi,karena jika mereka pergi setidaknya kenangan indah itu masih bisa terkenang dihati kita"kak Lyn.
"Kak Lyn sekarang menyayangiku tidak?"Zia
"Pertanyaanmu aneh.Tentu,bukan hanya sekarang tapi sejak dulu sampai dimasa depanpun akan tetap begitu"
kak Lyn.
"Baguslah jika kakak menyayangiku, itu artinya moment ini akan masuk kedalam kategori berharga bagi kakak"Zia.
"Tentu saja ini berharga.Jadi ayo buat moment seperti ini lebih banyak lagi"
Entah kenapa tapi Zia terasa ingin meneteskan air mata mendengar perkataan kakaknya yang satu ini,namun sekuat tenaga dirinya tahan agar tidak satupun tetes air matanya terjatuh.
"Kalau begitu ayo berdoa kepada tuhan,supaya tuhan memberikan kesempatan lain yang lebih banyak lagi"ujar Zia akhirnya.
"Kata katamu kenapa seperti itu?aneh.Tapi baiklah,ayo berdoa kepada tuhan"saut sang kakak ketiga akhirnya.