One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 220



Selasa pagi Zia jalanin dengan kembali kepada rutinitasnya sebagai seorang pelajar tingkat SMA disalah satu sekolah swasta ternama yang kebetulan adalah sekolah milik dari keluarganya,seperti biasa pagi hari sebelum beraktifitas akan diawali dengan sarapan bersama dimeja makan sambil membahas beberapa hal sederhana sebagai topik pagi.


Zia seperti biasa tidak terlalu menimbrung dalam obrolan keluarga ini,ia lebih memilih menjadi pendengar saja sambil tetap fokus pada sarapannya.Gadis muda itu baru ikut bergabung dalam obrolan saat papanya bertanya padanya.


"Lio,Zia apa rencana kegiatan harian kalian selain sekolah"suara sang papa bertanya padanya dan Liona saudarinya.


"Lio sih belum ada rencana pasti pa,liat nanti kalau ada pemberitahuan eskul atau mungkin Rena sahabatnya Lio ajak Lio main keluar"Liona menjawab terlebih dahulu pertanyaan papa mereka.


"Zia"papa


"Pulang sekolah nanti Zia mau mampir keperusahan bentar pa,buat cek performa karyawan aja sih"jawab Zia.


"Cuma sebentar dong,gak lama berati?"tanya Papanya kembali.


"Iya pa,palingan satu jam-an paling lama.Lebih dari itu gak berani,takut diomelin sama kak Anna soalnya dia tahu kemarin aku sempet drop"jawab Zia.


"Tujuan kakak angkat kamu itu ngomel pasti bagus,biar kamu gak maksain diri.Nah kalau gitu habis dari perusahan kamu,hari ini kamu mampir keperusahaan papa"ujar sang papa.


Perkataan tuan Renal itu-pun sedikit menimbulkan reaksi penasaran dari kedua anak kembarnya,sang anak bungsu juga heran kenapa tiba tiba diminta keperusahaan milik sang papa.


"Buat apa pa?"tanya Zia pada papanya.


"Mau ngajak adek ngobrol ngobrol aja,sekalian minta papa mau minta pendapat dari kamu.Lagian kamu juga belum pernah main atau sekedar mampir keperusahaan papa tau"jawab sang papa.


"Pendapat?oke nanti Zia mampir keperusahaan papa habis dari F'Company"ujar Zia setuju.


Disisi lain,sikembar Arga-Gia langsung bertatapan satu sama lain seperti sedang berkomunikasi, keduanya kompak mellihat raut wajah papa mereka yang tampak sumringah saat sibungsu setuju untuk mampir keperusahaan keluarga.


"Oh iya mama hampir lupa"ujar sang mama.


"Lupa apa ma?"tanya Liona.


"Itu mama mau tanya sama kakak kembar berdua nih,Jadwal wisuda kalian udah keluar?"tanya nyonya Sela pada kedua anak kembarnya.


"Kalau Gak salah sih,paling lama 4-5 mingguan lagi ma tapi belum keluar jadwal hari pastinya kapan"Gia menjawab pertanyaan sang mama mewakili kembarannya.


"Begitu ya,kalau udah keluar jadwal hari pastinya segera kasih tau papa kalian tuh.Takutnya pas hari H eh papa kalian malah ada urusan keluar kota"ujar sang mama.


"Gak akan,nanti papa minta sekretaris papa buat ngatur jadwal papa selama 4-5 minggu kedepan supaya gak ada yang keluar kota atau keluar negri"ujar tuan Renal menimpali perkataan sang istri.


"Kalau Zia"panggil sang mami menebut nama Zia.


"Aman mi,tenang aja"ujar Zia,gadis itu langsung mengerti maksud sang mami saat menyebut namanya.


"Nah bagus itu,pokoknya gak ada istilah jadwal mendadak pas sikembar tertua Antara wisuda"ujar nyonya Sela menetapkan.


Sebenernya wanita itu mengatakan dengan nada lembut namun bagi suami dan anak anaknya,itu seperti perintah dari ibunegara yang bersifat keharusan yang hakiki.