
"Bener kata mama kamu Liona,adik kamu itu pasti masih perlu waktu buat penyesuaian"ucap Renal membenarkan perkataan sang istri.
Sedangkan Liona hanya bisa mengangguk pasrah dengan perkataan orang tuanya,mungkin benar yang dibilang mama papanya pikirnya.
Zia berjalan di lorong sekolah seorang diri,lorong sekolah saat ini masih terbilang sepi karena hari juga masih terbilang cukup pagi saat Zia tiba ke sekolah.
Zia memasuki ruang kelasnya yang masih kosong dan langsung meletakkan tas nya di bagian samping bangkunya,
setelah itu ia tidak langsung duduk disana tapi ia mengambil sebuah botol air mineral yang sempat ia beli di minimarket sebelum ke sekolah tadi dan bukan hanya itu tapi ia juga mengambil sebuah tablet tabung kecil lalu dengan cepat ia memasukkannya dikantong almamaternya.
Zia kemudian keluar meninggalkan kelas berjalan menelusur koridor,ia menaiki tangga gedung sekolah rupanya ia hendak menuju ke atap sekolah.Sesampai di atap sekolah,Zia memilih duduk disalah satu bangku panjang disana setelah itu dengan satu gerakan ia membuka tutup botol air mineral yang ia bawa tadi.Zia mengambil tablet kecil berbentuk tabung yang ada disaku almamaternya kemudian mengambil beberapa butir pil dan langsung menelannya dibantu dengan dorongan air mineral tadi,setelah selesai ia menyimpan kembali tablet berisi obat itu ditempat semula.
Zia tak langsung pergi dari sana tapi gadis itu memilih duduk disana sebentar karena kakinya masih terasa lelah menaiki tangga menuju kesini tadi jadi ia memutuskan untuk mengistirahatkan kakinya sebentar baru kembali ke kelas,lagi pula masih banyak waktu sebelum jam masuk.
Drrt...drrt...drrt...ponsel milik Zia bergetar,sepertinya ada pesan masuk dan setelah Zia melihatnya ternyata benar ia mendapat pesan beruntun dari sahabat barunya siapa lagi kalau bukan Neta.
~~~~~~~~~
~Ruang Chat~
NETA:
P
P
P
Zia sahabat barunya Neta yang cantik
lo dimana?kenapa cuma penampakan tas lo doang yang ada di kelas sedangkan wujud lo enggak?
Zia lo nyimpen no.gue kan?😱
ZIA:
Pastilah,masa
enggak.
Gue lagi di atap sekolah,tunggu
bentar lagi gue balik kelas👍.
NETA:
Ngapain lo disana pagi pagi?
Okelah👍gue tunggu,jangan lama.
ZIA:
👌
~~~~~~~~~
Zia membaca pesan dari temannya itu sambil terkekeh pelan,tak mau Neta menunggu lama ia langsung beranjak dari bangku panjang tempat duduknya dan menyimpan ponselnya disaku rok sekolahnya berjalan kearah pintu penghubung ke atap gedung meninggalkan atap sekolah itu berjalan kembali kearah kelasnya untuk menghampiri Neta.
"Pagi juga Neta yang cantik"sapa balik Zia sambil tersenyum,ia langsung menuju ketempat duduknya yang tepat berada di samping Neta.
"Makasih,tau aja lo kalo gue emang cantik"ujar Neta dengan pedenya mengakui dirinya cantik,walaupun sebenernya bener sih apalagi dia emang salah satu primadona sekolah HANTARA.
"Pede banget lo"komen Zia pada Neta.
"Jelaslah,orang cantik mah harus pd kalau enggak itu namanya menyia-nyiakan anukrah tuhan namanya"saut Neta.
"Bener juga sih yang lo bilang"ujar Zia membenarkan perkataan sahabatnya itu.
Kedua gadis remaja itu terus mengobrol tentang berbagai hal dan kegiatan mereka baru berhenti setelah guru yang mengajar pada jam mata pelajaran pertama memasuki kelas dan memulai pelajaran,jadilah keduanya fokus memperhatikan guru yang menerangkan didepan dengan seksama.
Sebenarnya sih bukan karena emang niat memperhatikan guru karena mereka pengen jadi murid teladan,tapi karena emang kebetulan yang mengajar saat ini termasuk guru killer disekolah jadi mereka menghindari kena masalah sama itu guru.
Kring...kring...kring...bunyi bel istirahat berbunyi,Baik Neta dan Zia yang sudah kesulitan menahan kantuk mereka mendengarkan guru sejarah menerangkan didepan bak sedang membaca dongeng pengantar tidur seketika kedua bola mata mereka mejadi 100 watt karena mendengar bel istirahat itu.
"Baiklah anak anak sampai disini materi kita hari ini,kita lanjutkan di jam pertemuan selanjutnya.
Silahkan istirahat,saya permisi"ujar guru sejarah menutup pembelajaran kemudian berpamitan meninggalkan ruangan.
"Akhirnya jam istirahat datang juga"sorak Neta penuh semangat,setelah guru meninggalkan ruang kelas.
"Iya akhirnya,untung gue belum keburu ketiduran"ujar Zia juga tak kalah semangat dari Neta,belum sampai satu minggu ia sekolah tapi Zia sudah akui kalau pelajaran sejarah mejadi pelajaran yang masuk kedalam list pelajaran paling membosankan yang pernah ia temui selama sekolah.Kepalanya bahkan sudah berulang kali beradu dengan permukaan meja akibat tidak sengaja terlelap,beruntung ia berada di kursi paling belakang jadi cukup aman.
"Bener lo!gue juga udah hampir ketiduran tadi,sekarang cus ke kantin buat isi ulang tenaga"ajak Neta pada Zia.
"Yuk lah"saut Zia.
Setelah itu keduanya langsung saja meninggalkan kelas dan langsung bergerak menuju kantin untuk mengisi tenaga mereka dengan makanan di kantin.
"Dek sini!"panggil Rena pada Zia dan Neta yang baru saja memasuki kantin,gadis itu tidak peduli dengan murid lain yang langsung memperhatikan kearah mereka.
"Ren jangan teriak gitu dong malu diliatin sama murid yang lain"tegur Liona pada sahabatnya itu.
"Ngapain malu juga,orang gue cuma manggil adik lo sama temennya aja"ujar Rena tak peduli.
"Halo"sapa Zia dan Neta bersamaan pada dua gadis itu,setelah dipanggil Rena tadi keduanya langsung menghampiri meja ini.
"Ayo duduk"ujar Liona mempersilahkan Zia dan Neta yang baru datang itu untuk duduk satu meja dengan mereka.
"Lo berdua udah pesen makanan?"tanya Neta.
"Belum"jawab kedua gadis yang baru datang ini.
"Net lo mau pesan apa?biar gue aja yang pesenin"tanya Zia pada Neta.
"Samain ajalah sama lo Zi,tapi minumnya es jeruk ya"jawab Neta pada Zia.
"Oke"ujar Zia,setelah itu gadis itu langsung menuju ke salah satu stand makanan yang ada di kantin itu.
Sepeninggal Zia,kini meja itu seketika hening terutama Neta yang merasa sangat canggung sekali karena berada di satu meja yang sama dengan dengan Liona dan Rena.
"Eh Neta,gimana awal mulanya lo bisa langsung temenan akrab sama Zia padahal kan lo berdua baru kenal kemarin kan?"tanya Rena mencoba membuka pembicaraan supaya suasana tidak terlalu canggung.
"Gak gimana gimana sih cuma kebetulan aja pas awal Zia masuk, guru nyuruh Zia duduk di samping gue karena kebetulan kosong.Akhirnya setelah kenalan gue ajak dia buat sahabatan sama gue trus dianya mau,yau dah kita sahabatan deh lagian kita juga sefrekuensi"jelas Zia pada dua gadis di depannya.