One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 233



"Okelah,sekarang bagaimana dengan tiga putri papa yang lain hmm?"tuan Renal.


"Kampus,Sibuk,ngerjain tugas banyak,


perpus,pulang"jawab Lyn singkat sekali,gadis dingin itu bahkan tak berniat menjelaskan seperti jawaban kedua kakak kembarnya tadi.


"Hanya itu?"tanya tuan Renal memastikan.


"Hm"Lyn hanya berdehem singkat saja.


"Kak Lyn jawannya singkat banget,yaudah kalau gitu giliran Lio sekarang yang cerita"ujar Liona


"Lio tadi berangkat sekolah,sampai kesekolah trus masuk kelas ngobrol sama Rena sahabatnya Lio,mulai belajar,istirahat kekantin,masuk lagi kekelas,habis itu pulang kerumah,sampai dirumah Lio gak kemana mana cuma dikamar trus drakoran aja.Tadinya sih ada rencana keluar buat nongki nongki dikafe tapi gak jadi,Rena tiba tiba ada urusan mendadak jadi ya gitu"Liona menjelaskan secara cukup terperinci kegiatan yang dia lakukan seharian.


"Oke oke,tapi kamu jangan drakoran mulu Lio.Isi waktu luang dirumah buat belajar,sebentar lagi kamu udah mau ujian semesteran trus gak lama ujian kelulusan.Nilai harus naik kalau mau masuk univ faforitnya Lio"ujar tuan Renal kepada Liona putrinya.


"Iya pa,baru juga UTS-an eh papa udah ngingatin aja bentar lagi mau semesteran"ujar Liona pada papanya.


"Lebih baik diingetin diawal sayang,


dari pada diakhir.Itu namanya percuma dan hasilnya jadi penyesalan"ujar nyonya Sela turut bicara.


"Iya juga sih"gumam Liona pelan membenarkan perkataan mamanya.


"Nah gimana sama sibungsu,gimana hari kamu hari ini sayang?"tanya tuan Renal sambil mengusap kepala putri bungsunya lembut,Zia saat ini memang duduk tepat disamping sang papa.


"Hari ini Zia bisa dibilang sibuk sekali Pa,ada banyak kerjaan hari ini.Bahkan tadi Zia harus ambil surat izin buat pulang duluan dari sekolah..."Zia


"Oh ya,hal penting apa yang terjadi diperusahaan kamu sehingga harus izin pulang duluan dek?"tanya Arga pada sang adik bungsu.


"Oh itu ada masalah sedikit sama salah satu tim yang menghandle sebuah proyek yang bisa dibilang lumayan,jadi ya terpaksa Zia harus beresin secepatnya.Selain itu tadi Zia juga ada rapat buat ketemu sama salah satu pemegang saham terbesar kedua F'Company"jelas Zia.


"Ada perlu apa kamu ketemuan pemegang saham F'company,ada masalahkah?"tanya sang papa pada Zia.


Gadis itu langsung menggelengkan kepalanya pelan menandakan itu tak benar


"Yang itu sih bukan karena ada masalah pa,malahan kabar bagus hehehe"jawab Zia sambil tersenyum.


"Kabar bagus apa,kayaknya anak papa seneng banget mukanya?"tanya tuan Renal penasaran melihat ekpresi putrinya yang langsung cerah seketika padahal tadi putri bungsunya itu memasang wajah serius saat mengatakan ada masalah diperusahaannya.


"Ah itu karena tuan yang menjadi pewaris saham dari tuan yang sudah wafat tahun lalu,sepakat mau menjual semua saham utama perusahaan yang dimiliki oleh mendiang ayahnya itu kembali ke Zia pa"ujar Zia terlihat antusias memberi tahu hal itu.


Mendengar hal itu tuan Renal,tidak bukan hanya kepala keluarga Antara itu saja tapi beberapa orang lainnya juga menunjukkan ekpresi kaget akan hal itu.


"Benarkah?papa senang sekali mendengarnya,itu artinya kamu berhasil nak"ujar tuan Renal terlihat sangat gembira,saking gembilanya laki laki itu langsung memeluk putri bungsunya dengan erat.


"Jadi bagaimana itu sekarang,saham itu sudah resmi menjadi milikmu atau belum?"tanya tuan Renal melepas pelukannya,papanya Zia ini terlihat semakin ingin tahu lebih banyak.


"Sudah hampir selesai pa,tadi kami sudah menandatangani semua berkas yang diperlukan.Kini tinggal tunggu kerja tahap terakhir dari notaris aja,supaya surat resminya selesai"jawab Zia tak terhenti tersenyum.


"Aduh papa bangga sekali sama putri kesayangan papa yang satu ini,mami kamu juga pasti senang sekarang diatas sana karena impiannya terwujud"ujar Tuan Renal kembali memeluk putri bungsunya.


Laki laki itu tak sadar apa yang baru dirinya katakan itu berhasil membuat ekpresi hampir semua anggota keluarganya berubah.