One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 256



Anna tengah menyetir mobilnya secepat yang dirinya bisa menuju ke kediaman Antara.Tadi wanita itu dalam perjalanan menuju ke kantor, namun pesan yang dikirimkan adik angkatanya membuat Anna segera membanting setir memutar arah laju kendaraan roda empat miliknya.


Wanita itu mendapat pesan kalau sang adik angkat meminta dijemput sekaligus meminta diantar kerumah sakit,tidak ada alasan lain karena sudah pasti penyakit gadis itu pasti kambuh sekarang.


Sesuai permintaan dari Zia,Anna menunggu gadis itu didalam mobil saja setelah dirinya sampai dikediaman Antara.Ia menghubungi Zia untuk menyampaikan kalau dirinya telah tiba dan menanyakan apakah gadis itu masih bisa keluar rumah sendiri dan Zia menjawab bisa.


Tak lama berselang gadis remaja yang Anna tunggu dengan perasaan cemas terlihat keluar dari pintu bangunan megah kediaman keluarga Antara.Anna langsung membukakan pintu supaya gadis itu cepat masuk dan setelah memastikan Zia telah menggunakan sabuk pengaman maka tanpa basa basi wanita itu kembali melajukan mobilnya meninggalkan area kediaman keluarga Antara itu.


"Zia kamu masih bisa menahannyakan?"


"Hm"


Sepanjang perjalan,Kak Anna tak pernah lupa setiap saat melirik kearah Zia yang terduduk lunglai disebelahnya.Sesekali wanita itu juga mengajak adik angkatnya itu bicara dengan cara menanyakan apakah gadis itu menahan rasa sakit yang dirasakan dari gejala penyakit yang muncul,tentu bukan bertanya apakah gadis itu baik baik saja karena jawabannya sudah jelas kalau Zia tidak sedang baik baik saja sekarang.Guna kak Anna mengajak Zia berbicara sesekali itu untuk memastikan kalau gadis itu masih dibawah kesadarannya alias tidak pingsan,cukup mendengar sedikit suara saja tak perlu sautan banyak baginya.


"Bertahanlah,kita sudah memasuki area rumah sakit sekarang"ujar kak Anna kepada Zia saat mobil yang dikendarainya memasuki gerbang masuk area rumah sakit.


Mobil berhenti tepat didepan lobi masuk rumah sakit,kak Anna segera membuka sabuk pengamannya dan keluar dari dalam mobil.Wanita itu berlari berbalik kesisi pintu mobil yang satunya dan membuka pintu mobil itu.


Kak Anna langsung melepas blazer yang dikenakan dan menggunakannya untuk menutupi bagian kepala Zia,setelah itu memapah Zia turun dari atas mobil menuju kedalam rumah sakit.


Tujuan kak Anna menutupi kepala dan wajah Zia adalah karena gadis muda itu sudah dipublikasikan kemedia tadi malam.Akan gawat kalau ada orang orang atau pengunjung rumah sakit yang telah membaca portal berita tentang keluarga Antara yang keluar pagi ini.Bisa gawat dan panjang urusannya nanti.


Dengan bantuan perawat yang dipanggil kak Anna,Zia dibawa masuk keruang pemeriksaan.Dokter Linda yang memang menjadi dokter yang bertugas menangani penyakit Zia juga segera datang kedalam ruang pemeriksan dengan cepat.


Anna duduk dikursi panjang yang tersedia didepan ruang pemeriksaan dengan perasaan yang jelas cemas akan kondisi Zia,wanita itu meraih ponsel miliknya yang tadi sempat dijemput kembali ke mobilnya.


Ia harus menghubungi Teo kekasihnya untuk memberitahu kalau dirinya tidak bisa hadir diperusahaan hari ini sekalgus memberitahu tentang kondisi adik angkatnya.Setelah menghubungi Teo,kini Anna lanjut untuk menghubungi pihak sekolahnya Zia.Emang dasar gadis itu Anna tak tahu lagi bagaimana jalan pikiran Zia,saat hendak masuk ruang pemeriksaan sempat sempatnya bocah itu memintanya untuk mengurus izin ketidakhadiran kepihak sekolah.Kan ingin Anna pukul rasanya kepala bocah itu,jika bocah itu tidak sedang kondisi seperti ini.


Anna bukan hanya mengabari kekasihnya dan juga pihak SMA HANTARA saja,Wanita itu juga menghubungi sahabat karib Zia juga.


Siapa lagi kalau bukan Neta,meski tak mau membuat khawatir namun Anna sudah telanjur berjanji kepada sahabat Zia yang satu itu untuk memberikan kabar jika terjadi sesuatu kepada Zia.Janji Harus ditepati bukan?ya meski konsekuensinya adalah mendapat omelan dari Zia nanti.