
"Gitu ya"komen Anna setelah mendengar penjelasan Arga.
"Bukan cuma itu,gue sebagai kakak tertua sendiri mengakui kalau isi pikiran adik gue itu yang paling susah buat gue pahamin dan baca"tambah Arga.
"Itu artinya lo punya dua adik yang isi hati sama jalan pikirannya susah ditebak dong"ujar Teo.
"Kok dua,satu dong seharusnya?"tanya Arga.
"Zia,adik lo yang satu itu juga susah dibaca dan ditebak"jawab Teo.
"Ah masa sih,kok gue liat Zia sifatnya malah hampir sama kayak gue.Emang adik gue itu masih rada tertutup kekita kakaknya,tapi gue kira itu karena belum terlalu akrab aja"ujar Arga tak percaya dengan Teo yang mengatakan sifat Zia hampir mirip dengan Lyn.
"Yang Teo bilang itu bener kok,cuma ya Zia itu lebih ke versi ceria dipublik aja"ujar Anna.
"Emang iya,gue baru tau"gumam Arga.
"Makanya gue sering ingetin lo Ga,lo harus lebih sering perhatiin Zia lebih detail walaupun cuma sekedar cara bertindak dia sehari hari aja.
Gue yang udah bertahun tahun ngejaga dan ngeliat tingkah bocah itu, terkadang masih suka terkejut sama prilaku dan tindakan Zia"jelas Anna.
"Bener tuh,jangan lupa kalau Bos kecil gue itu ngomong sebisa mungkin pahamin.Sering kali Zia itu ngomong mesti terdengar asal ceplos atau becanda,tapi ternyata punya arti tertentu yang pengen dia sampein"tambah Teo menjabarkan sedikit pengetahuannya tentang Zia.
"Oke deh,makasih atas masukan dan tambahan informasi tentang adik gue itu.Mulai sekarang gue bakal berusaha lebih memperhatiin dan memahamin Zia,kalau seandainya lo berdua gak ada udah pasti gue bakal buta banget tentang adik bungsu gue itu"ucap Arga kepada Teo dan Anna.
"No problem"balas Anna dan Teo kompak.
"Cks kompak amat,mentang mentang pacaran lo berdua"ujar Arga.
"Jelaslah,iya gak yang"ujar Teo langsung merangkul pundak kekasihnya kembali.
"Iyain aja,biar ayang senang"saut Anna.
"Abis ldr-an lo berdua makin sosweet aja gue liat liat,kenapa gak ldr-an terus aja"ujar Arga.
"Heh jangan dong!"saut Teo kangsung ngegas.
"Tau lo ga,emang dikata ldr itu gampang apa!"ujar Anna ikut ngegas.
"Sorry,gue padahal cuma bercanda doang.Lo berdua udah ngegas aja"ujar Arga.
"Becanda sih becanda,itu tadi kalau bos kecil gue denger bisa jadi beneran entar"ujar Teo.
"Iya iya sekali lagi gue minta maaf"ucap Arga.
Tanpa ketiga orang itu sadari sejak beberapa waktu tadi semua obrolan mereka tak sengaja didengarkan oleh gadis ber-aura dingin dan tampang datar,gadis itu adalah Lyn.Ia tadinya hendak menemui kakak tertuanya diruang tamu untuk meminta izin keluar sebentar karena ada suatu tempat yang ingin dia kunjungi hari ini,tapi malah tak sengaja mendengar omongan dari ketiga orang dewasa diruang tamu itu yang sedang membahas Zia.Lyn memutuskan untuk berhenti menguping kemudian melanjutkan tujuan awalnya keruang tamu,kedatangan gadis itu langsung membuat kakaknya dan dua orang lainnya langsung terdiam seketika.
"Eh Lyn,ada perlu apa?"tanya Arga kepada saudari keduanya itu,ia sudah bisa menebak kalau adiknya itu sedang membutuhkan sesuatu makanya sampai datang menghampirinya.
"Baiklah kamu boleh keluar,tapi hati hati dan jangan pulang terlalu sore ya"ujar Arga langsung memberi izin kepada adiknya itu untuk keluar.
"Hm"saut Lyn langsung beranjak dari ruang tamu menuju pintu keluar, meninggalkan ketiga orang dewasa yang masih merasakan aura dinginnya.
"Kayaknya dulu nyonya Wyle ngidam se batu deh Ga,pas hamil adik lo itu" celoteh Teo.
"Iya kayaknya"saut Arga merasa celotehan Teo itu kayaknya bener.
Lyn___
Dengan masih mempertahankan ekspresi yang sama saat keluar dari banguna utama kediaman keluarganya,Lyn langsung berjalan menuju kearah garasi untuk mengambil mobilnya.
Lyn masuk kedalam mobilnya kemudian menyalakannya lalu beberapa saat setelahnya mobil itu mulai berjalan menuju kearah gerbang,saat jarak mobilnya dan gerbang keluar masuk tersisa beberapa meter Lyn menyembunyikan klakson mobilnya sebagai isyarat untuk penjaga supaya membukakan pintu gerbang agar bisa dilalui mobilnya.
Beberapa detik setelah pintu gerbang berhasil dibuka dengan sempurna oleh penjaga,mobil yang dikemudikan Lyn itu langsung melaju melewati gerbang dengan cepat tanpa basa basi atau hanya sekedar membunyikan klakson untuk menyapa saja tidak.
Melihat cara mengemudi pengemudi mobil yang baru saja lewat itu,tentu saja pengawal tadi langsung bisa menebak siapa orangnya yaitu sudah pasti itu Lyn nona kedua mereka.
Bagi rata rata para penjaga dan pengawal yang bekerja dikediaman keluarga Wyle,mereka semua sudah sangat hapal dengan tipe kepribadian hampir semua anggota keluarga itu bahkan sikap dingin dan tak acuh Lyn juga mereka sudah sangat memakluminya.
Lyn mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedikit diatas rata rata menelusuri jalan raya,ia ingin kesuatu tempat sebelum sore hari datang.Sekitaran dua puluh menit membawa mobilnya melaju dijalanan akhirnya mobil yang dikendarai oleh Lyn itu terlihat menepi dan membelok kearah sebuah toko dan langsung berhenti tepat diparkiran yang ada didepan toko itu,Lyn turun dari dalam mobilnya dan tanpa basa basi langsung masuk kedalam toko itu.
"Selamat datang kembali"sambut pemilik toko itu yang merupakan seorang perempuan.
"Nona Lyn pasti mau membeli bunga Lily seperti biasakan?"tanya sang pemilik toko yang ternyata adalah toko bunga,wanita itu berkata seperti itu seakan akan Lyn sering datang ketokonya untuk membeli bunga serupa.
"Hm"saut Lyn berdehem tanda mengiyakan.
"Tak biasanya nona datang kesini dihari seperti ini,biasanya selalu datang saat akhir pekan"ujar wanita itu sambil menyiapkan bunga yang ingin pembelinya itu beli.
"Coba saya tebak,pasti ini hari khusus untuk beliau"ujar wanita itu lagi.
"Ya"saut Lyn singkat.
Sedangkan wanita pemilik toko bunga itu hanya tersenyum saja karena sudah cukup sering bertemu dengan pelanggan tokonya yang satu ini.
"Ini bunganya nona,harganya masih sama"ujar wanita itu menyerahkan buket kecil berisi bunga Lily putih,
Lyn dengan senang hati langsung menerima pesanannya itu sekaligus menyerahkan kartu kredit miliknya
untuk melakukan proses pembayaran.
Wanita itu menerima kartu kredit salah satu orang yang bisa disebut pelanggan tetap ditokonya itu dan mulai menyelesaikan prosedur pembayaran,saat hendak menyerahkan kartu itu kembali wanita itu tak sengaja melihat sorot mata pelanggannya itu saat menatap bunga Lily ditangan.
*Sorot matanya yang mirip seseorang* batin wanita pemilik toko itu.