
"Karena putri bungsu saya sudah memperkenalkan dirinya,saya membempersilahkan kepada pihak media atau tamu undangan yang hendak mengajukan pertanyaan.Jika putri bungsu saya berkenan,maka ia akan menjawab pertanyaan yang kalian ajukan"ujar tuan Renal mempersilahkan.
Setelah perkataan tuan Renal itu,beberapa orang perwakilan pihak media-pun melangkah maju kedepan para tamu undangan.Mereka membawa alat perekam kecil,pulpen,dan catatan kecil ditangan.Serta kartu tanda pengenal yang dikalungkan dileher.Ciri Khas seorang wartawan atau saat tengah bertugas dilapangan.
"Nona muda Zia,saya ingin mengajukan pertanyaan apa boleh?"salah satu wartawan meminta izin,Zia memberikan anggukan kecil tanda dirinya memberi izin.
Setelah mendapat izin,akhirnya wartawan itu mulai mengajukan pertanyaannya.
"Nona muda Zia.Anda datang menghadiri pesta ini bersama dengan para perwakilan dari perusahaan F'Company.Menurut kabar dari rekan saya diluar tadi saat kedatangan anda,tuan Teo memperkenalkan anda sebagai pimpinannya.Pertanyaan saya adalah Apakah itu artinya nona muda Zia Antara benar benar pimpinan perusahaan tersebut dan bagaimana bisa?mohon penjelasannya nona muda"
Zia tersenyum tipis mendengar pertanyaan dari wartawan itu,gadis itu sudah bisa menebak apa yang akan sang wartawan tanyakan padanya mendengar dari kalimat penjawabaran awal wartawan itu.
"Itu benar.Saya kini memang menjadi pemilik sekaligus pimpinan utama perusahaaan F'Company"ujar Zia mulai menjawab.
Pernyataan gadis muda itu tentu membuat banyak tamu undangan yang heboh.Ada yang kaget dan ada juga yang kagum.Alasannya? tentu karena gadis itu berhasil memimpin sebuah perusahaan besar dalam usia sebelia itu.
"Dan anda tadi juga bertanya bagaimana bisa bukan?"
"Mungkin anda tidak tahu tapi kini akan saya beritahu,F'Company sebelum jatuh ketangan saya adalah milik dari mendiang mama kandung saya. Beliau-pun mewarisinya dari mendiang ayahnya yang merupakan kakek saya.Begitulah hingga perusahaan itu akhirnya jatuh ketangan saya sepenuhnya.Karena saya adalah satu satunya pewaris alias pewaris tunggal dari perusahaan itu.Sekian"
Zia memberi jawaban serta menjelaskan seperlunya.
Wartawan yang tadi mengajukan pertanyaan itu langsung sibuk mencatat poin poin penting yang dia tangkap atas jawaban serta penjelasan dari nona muda Antara itu.Bukan hanya wartawan itu tapi wartawan lain juga turut mengamankan informasi itu.
"Baiklah,Apakah masih ada pertanyaan sepanjutnya?"pembawa acara yang bicara.
"Saya punya beberapa pertanyaan kepada nona muda Zia"
"Nona muda Zia.Apakah benar malam ini anda datang bersama kekasih anda?" Itu wartawan lain.
"Menurut anda sendiri kabar itu benar atau tidak?" bukannya menjawab,
Zia malah membalikkan pertanyaan itu kepada wartawan yang memberikan pertanyaan itu kepadanya sambil tersenyum.
"Dilihat dari senyuman yang nona muda tampilkan.Sepertinya itu benar"
saut wartawan itu sedikit ragu.
"Baiklah,anda sudah mendapatkan jawaban atas pertanyaan anda barusan" Zia.
Wartawan yang tadi tentu paham maksud perkataan putri bungsu tuan Renal Antara itu.
"Pertanyaan terakhir nona"ujar wartawan itu kembali.
"Apa itu?" tanya Zia.
"Kenapa baru sekarang.Maksud saya kenapa baru sekarang seorang putri bungsu dari tuan Renal Antara bersedia muncul kepublik secara terang terangan dengan status anda?
Maaf sebelumnya,tapi apakah benar akan pendapat beberapa pihak yang mangatakan kalau nona muda malu muncul kepublik karena status anda sebagai putri dari istri kedua Renal Antara?"
Lyn,Liona,Anna serta beberapa orang disana nampak menatap gadis remaja yang mendapatkan pertanyaan itu dengan harap harap cemas.
Namun respon gadis itu sepertinya sedikit diluar dugaan orang orang.
Gadis itu malah terlihat terdengar terkekeh lalu menampilkan senyuman,
senyuman yang selalu berhasil membuat orang yang melihatnya terpukau dan ikut tersenyum
"Haha..Sepertinya anda adalah wartawan yang cerdik ya? Pertama bertanya dengan konteks ringan yaitu kekasih saya.Lalu dilanjut dengan pertanyaan yang cukup berani,saya berani bertaruh kalau sebenarnya pertanyaan ini adalah pertanyaan utama anda dan yang tadi hanya pembuka"ujar Zia.Gadis itu berkata dengan tenang.
"Terima kasih atas pujiannya nona muda.Anda juga sangat cerdas memahami maksud saya"entah keberanian dari mana wartawan itu menyauti perkataan dari Zia.
"Baiklah saya akan menjawab pertanyaan anda tersebut.Lagi pula saya yakin bukan hanya anda yang ingin tahu jawabannya. Semua yang ada disini juga pasti begitu"gadis itu tetap tenang.
"Anda tadi bertanya apakah saya malu bukan?karena menjadi anak dari istri kedua papa saya.Maka dari itu saya tidak mempublis diri saya sendiri dipublik?"Zia memberi jeda beberapa detik sebelum melanjutkan.
"Untuk apa saya malu?toh saya bukan anak haram alias anak diluar nikah.
Bukti kontrit tersedia menyatakan dengan jelas saya itu anak yang terlahir setelah pernikahan sah orang tua saya.Jadi untuk apa saya malu?saya tanya pada anda"jawaban lugas dari Zia itu membuat semuanya sedikit terkejut akan perkataan gadis itu.
"Maaf nona.Anda pasti tersinggung.
Tapi saya tak bermaksud unt..."
"Tak usah dijelaskan saya paham"
Zia memotong perkataan wartawan itu,bukan tidak sopan namun Zia tak ingin mendengar banyak basa basi lagi.
"saya sangat paham akan banyaknya pandangan orang diluar sana anak keberadaan saya dan mending mama kandung saya ditengah tengah keluarga Antara.Banyak desas desus baik baik atau bahkan isinya sangat buruk untuk didengar"
"Sayang su.."Zia mengangkat tangan kanannya menghentikan sang papa yang hendak bicara.Tuan Renal kini hanya bisa diam melihat apa yang terjadi selanjutnya.Namun laki laki itu merasa sangat khawatir akan perasaan sang putri.
"Hubungan antara papa-mami-serta mama kandung saya.Hanya mereka bertigalah yang tahu.Jadi aku tidak mempedulikan hal itu karena merekapun meminta kami anak anaknya untuk tidak memikirkan hal itu.
Saya sendiri juga tidak mau memikirkannya juga.Yang saya tahu tugas saya hanyalah tumbuh dengan baik,menjadi orang berguna,mengurus perusahaan yang telah dipercayakan kepada saya,menjaga nama baik keluarga.Dan yang paling penting memastikan keluarga saya bisa bahagia selalu dengan sebaik mungkin.Hanya itu.Selain itu kalau boleh jujur saya sebenarnya juga tak begitu suka menjadi sorotan. Khususnya oleh pihak media.Itu saja"
Zia berbicara panjang lebar,membuat banyak orang terkesan dan kagum akan cara bicara serta pikiran gadis itu yang terdengar dewasa.Ketenangan yang Zia tampilkan saat bicara menjawab pertanyaan dari wartawan juga terlihat mengagumkan.
Hanya satu orang saja yang bukannya terkesan atau kagum,malah semakin was-was melihat ketenangan gadis muda itu.Dia adalah Anna.Menurut wanita yang merupakan kakak angkat Zia itu,ada dua kondisi yang perlu diwapadai dan khawatirkan akan pembawaan Zia.Pertama saat gadis remaja itu dalam mode seriusnya dan yang kedua adalah saat gadis itu terlihat terlalu tenang dalam situasi yang tidak seharusnya.
Dan yang Anna lihat sekarang gadis didepannya saat ini adalah sisi yang terlalu tenang dari gadis itu.Sangat tenang diluar tapi meledak seperti bom didalam.
"Ekhem baiklah.Sepertinya kita cukupkan sesi pertanyaannya sampai disini saja"
Pembawa acara memecah keheningan yang sempat terjadi.
"Mari kita dengarkan pengumuman selanjutnya dari tuan Renal Antara"