
"Karena lo udah keren belain kelas kita,iya nanti gue bagi setengahnya"ujar Abel setuju.
"Udah ayok Nil,ke BK"ajak Neta menyeret Danil menyusul yang lainnya yang sudah keBK duluan.
*Jadi orang kaya gabut yang dibilang Neta tadi itu adik gue*batin Liona mendengar percakapan tadi,ia segera berlari menyusul Ken dan Zia yang dibawa keruang BK bersama yang lainnya.
"Eh bel,bayarin makanan gue tadi juga ya.Tadi Zia bilang mau traktir gue soalnya"ujar Rena ke Abel sebelum menyusul sahabatnya.
"Oke"saut Abel.
~Ruang BK~
Saat ini Zia,Neta,Raka,Ken,Danil, Ken,sudah berada didalam ruang BK.
Bukan hanya mereka berenam saja yang ada disana tapi juga ada Liona,Rena, serta juna yang juga ikut datang keruang BK itu.Mereka semua sedang menunggu kedatangan guru BK yang saat ini masih berada diruang guru.
Ceklek...pintu ruangan guru BK terbuka membuat perhatian semua orang yang ada didalam ruangan itu terpusat disana,beberapa detik setelah itu terlihat guru BK memasuki ruangan itu kemudian berjalan kearah meja dan duduk dikursi dibalik meja itu.
Guru Bk itu menatap satu persatu muridnya yang dibawa oleh Raka ke dalam ruangan itu dan guru itu tampak sedikit terkejut saat menemukan dua wajah yang yang sangat familiar baginya serta semua guru disekolah ini.
"Siapa yang terlibat dalam masalah ini Raka?"tanya guru BK itu kepada ketua OSIS alias Raka.
"Tersangka utama Danil-Ken,murid lain yang terlibat ada Neta,Zia buk"jawab Raka kepada guru BK itu.
"Baiklah,selain yang disebutkan oleh Raka tadi silahkan keluar tentunya kecuali Raka sendiri dan jangan lupa tutup pintunya lagi"suruh guru BK itu,yang dimaksud adalah Liona,Rena,dan Juna.Ketiga orang itu dengan terpaksa keluar meninggalkan ruang BK.
"Jadi bisa dijelaskan apa yang terjadi sampai kalian semua dibawa keruang BK?"pinta guru BK tersebut kepada para muridnya yang tersisa didalam ruang BK itu.
"Biar saya buk"ujar Ken
"Silahkan Ken dimulai"ujar guru BK itu mempersilahkan.
"Tadi saya nyamperin meja Zia,Neta, sama Liona buk.Trus tiba tiba siDanil datang datang mau mgehajar saya buk"ujar Ken.
Dih...satu kata cibiran yang langsung muncul diotak Zia,Neta, Danil dan mereka juga membatin.
*Keren dia begitu?*Neta.
*Malu gue ditaksir sama cowok modelan gitu*Zia.
*Harusnya langsung gue hajar aja tadi tuh muka*Danil.
"Benar begitu Danil?"tanya guru BK pada Danil.
"Mana ada buk,dia yang mulai duluan ngehina kelas saya.Jelaslah saya sebagai ketua kelas ngebela kelas saya,lagian dia yang nyekik leher saya"ujar Danil membantah semua tuduhan ken itu.
"Gue gak bakal nyekik lo kalau lo gak ngecengkaram kerah baju gue duluan"ujar Ken.
"Apa benar Ken,kamu ngehina kelasnya Danil?"tanya guru BK itu kepada Ken.
"Kok ibuk masih nanya sama dia sih, udah jelas kalau dia ngehina kelas saya"ujar Danil kesal merasa kalau guru BK itu terkesan tak percaya dengan jawabannya.
"Enggak buk,saya gak pernah ngehina kelas dia.Danilnya aja yang baperan jadi cowok,orang saya cuma bercanda dianya yang serius"ujar Ken
"Siapa yang lo bilang baperan hah?!"ujar Danil mulai emosi,cowok itu langsung berdiri dari kursinya hendak menghajar Ken.Namun Zia yang duduk tepat disebelahnya menghentikannya ketua kelasnya itu, sebelum menambah masalah.
"Pak ketu tenang dulu,inget yang diem bukan berarti kalah tapi jadi yang paling waras"ujar Zia menenangkan Danil.
"Ibuk liatkan siapa yang emosian,dan soal saya yang ngecekik leher dia itu cuma buat pertahanan alias buat jaga diri aja.Ibu tau sendirikan kalau Danil itu anak karate jadi saya wajib ngelindungin diri saya sendiri,apalagi saya ini atlet basket sekolah.Kalau misalnya terjadi sesuatu sama tubuh saya atau cidera gimana?sekolah ini bisa kehilangan kapten basket hebat dan berbakat seperti saya"ujar Ken terlihat tak punya malu memuji diri sendiri dengan sangat percaya dirinya.
"Raka,bagaimana denganmu?"tanya guru BK kali ini beralih kepada siketua OSIS.
"Saya tidak akan menaruh pembelaan kepada salah satu diantara mereka buk,karena saya sendiri gak ada dikantin sejak awal.Saya kesana setelah mendengar bisikan bisikan murid lain kalau dikantin ada yang ribut"jawab Raka dengan jelas,memang benar apa yang ketua OSIS itu bilang kalau dia memang gak ngeliat kejadian itu sejak awal.
"Baiklah kalau begitu ibu sudah memutuskan hukuman untuk Danil dan Ken.
*Lah gue sama Zia gak ikut diintrogasi juga?*Neta bertanya dalam hatinya,ia menoleh kearah Zia yang hanya diam sejak tadi.
"Kita liatin dulu"ujar Zia saat tau kalau Neta melihatnya hendak mengatakan sesuatu,mata dan telinganya terlihat fokus memperhatikan suasana didalam ruang BK itu.
"Danil kamu ibuk skor selama tiga hari sedangkan Ken dihukum untuk membersihkan area sekolah sepulang sekolah nanti"putus guru BK itu menjatuhkan hukuman kepada Ken dan Danil.
Mendengar hal itu tentunya Danil,Zia,dan Neta tak terima akan hukuman yang terkesan tidak adil antara Ken dan Danil.Sedangkn Ken langsung tersenyum senang kalau hukumannya tak terlalu berat dibanding hukuman ketua kelas 12 IPS1 itu.
"Buk kok saya discor sih,sedangkan dia cuma bersihin sekolah?!"protes Danil tak terima.
"Apaan yang gak adil,itu adil banget malahan.Makasih buk saya akan melaksanakan hukuman saya nanti"ujar Ken.
"Maaf buk saya juga kurang setuju akan kepustusan ibuk kali ini"ujar Raka sebagai ketua OSIS juga merasa hukuman itu tidak adil.
"Itu sudah keputusan mutlak saya, Danil sudah melakukan kesalahan fatal karena menyalahgunakan kamampuan beladirinya untuk mengintimidasi teman sekolahnya"ujar guru BK itu.
Kriet...Zia bangkit dari kursinya, membuat fokus semua yang ada didalam ruang BK itu tertuju padanya.Tanpa aba aba gadis itu berjalan mendekat kearah meja guru BK itu dan BRAK... zia memukul meja itu dengan sangat kerasnya sampai membuat guru dan teman temannya yang lain langsung kaget akan tindakannya itu.
"Zia a-apa ya-yang kamu lakukan?"tanya guru BK itu tampak memucat dengan tatapan tajam dari salah satu anak pemilik sekolah ini, Zia tersenyum miring kemudian berkata
"Keputusan mutlak apanya?belum mutlak karena ibuk belum mengintrogasi saya dan Neta"ujar Zia.
"Itu karena saya yakin nona muda dan sahabat anda tidak akan terlibat dalam masalah ini"jawab guru BK itu.
"Ibuk punya keyakinan dari mana?bahkan pak ketos yang masih sempat melihat kejadian akhirnya aja gak berani ngeklaim siapa aja yang terlibat atau yang salah dalam masalah ini"ujar Zia dengan kesal.