
Pagi hari telah tiba,Zia duduk disalah satu bangku yang terletak diteras Villa sambil memainkan hp miliknya.Gadis itu tengah menunggu semuanya selesai bersiap siap dan mengemas barang barang bawaan,Zia dan keluarganya akan pulang hari ini kekediaman utama mereka.Ditengah kesibukan disekelilingnya,Zia hanya bisa duduk diam disana karena kondisinya yang masih lemah.
Bahkan jika saja ia tidak bersikeras mengatakan kalau dirinya sudah lumayan membaik dan ditambah sedikit tatapan intimindasi dari kak Gia untuknya,kedua orang tuanya pasti akan tetap pada keputusan mereka yang semula hendak menunda jadwal kepulangan mereka dari Villa.
Zia sejak tadi bukan cuma sekedar mengutak atik hp ditangannya untuk mengusir kebosanan saja,ia sedang menyusun banyak rencana yang lumayan besar dengan Neta sahabatnya dan dua cowok yang sejak beberapa waktu ini resmi menjadi rekan kerjasamanya.
Pikirannya sangat tidak tenang sejak ia membaca pesan dari seseorang kemarin saat dipantai kemarin, kepalanya serasa ingin pecah memikirkan masalahnya yang bukannya berkurang malah bertambah.
Ken:
Cantik,aku gak bakal nyerah sama kamu.Meskipun kamu udah punya pacar,
Aku gak bakal nyerah gitu aja.Aku bakal buktiin kalau suatu saat nanti kamu bakal terima aku.
Ordal:
Zia,Gue baru aja ngobrol sama Ken.
Dia punya rencana lain buat deketin lo,dia mau manfaatin Liona.
Lo harus siap siaga,gue bakal sebisa mungkin gali apapun yang Ken pikirin tentang masalah ini.
Oh iya,ayah gue kemarin nitip salam buat lo.
Ayah gue juga ngucapin terimakasih buat kerjaan yang lo kasih,Kerjaan itu nyaman dan membantu banget buat keluarga gue.Dia minta tlng gue buat kasih tau ke lo,soalnya kalian belum sempat ketemu langsung.
Zia masih mengingat dengan baik apa isi pesan yang dirinya baca kemarin,
pesan yang buat dia rela kejar kejaran sama Liona supaya saudarinya itu gak bisa baca pesan itu.Dan kayaknya pesan itu memang gak sempat dibaca sama Liona,karena hp miliknya terlebih dahulu mati dan otomatis terkunci kembali.Karena pengaturan waktu menyalanya hanya 30 detik jika tidak digunakan.
"Zia ayo cepat dek,kita udah mau berangkat nih!"suara kak Arga terdengar memanggil namanya,Zia sejak tadi sedikit melamun sambil berfikirpun segera tersadar dan bangkit dari tempatnya kemudian berjalan kedekat kakak tertuanya itu berdiri saat ini.
"Loh aku semobil dengan kakak?bukannya bareng papa,mami,sama Lio?"tanya Zia saat ia baru sadar kalau kakak tertuanya itu memintanya masuk kedalam mobil berbeda dari mobil awal ia datang ke Villa ini kemarin.
"Iya,kamu gantian sama Lyn.Kamu semobil dengan kakak sama kakak kamu Gia,biar tempatnya luas jadi kamu leluasa buat istirahat nanti dimobil.Kalau kamu semobil sama Lio,
bisa bisa gak panas kuping kamu diajak ngobrol terus"jelas kak Arga pada Zia,gadis itu mengangguk paham meski dalam saat bersamaan juga meneguk ludah dengan berat.Karena itu artinya ia harus semobil dengan orang yang paling Zia hindari berada satu tempat atau dekat,siapa lagi kalau bukan kak Gia.
"Ayo masuk,tunggu apa lagi"suruh kak Arga,dengan berat hati Zia membuka pintu mobil dan masuk kedalam.
Zia duduk dijajaran kursi tepat dibelakang kursi pengemudi, bersebelahan dengan kakak perempuan tertuanya yaitu kak Gia.Sedangkan kakak laki lakinya duduk dikursi pengemudi,hal ini tentu membuat Zia heran sekaligus bertanya tanya kenapa kakak tertuanya itu yang duduk disana bukannya supir.
"Loh kak Arga yang nyetir,bukannya kemarin pakai supir ya?"tanya Zia.
"Pas datang kesini emang pakai supir dek tapi kemarin sore,pak supirnya izin pulang duluan soalnya istrinya katanya mau lahiran"jawab kak Arga yang siap menjalankan mobil.
"Oh gitu"ucap Zia.
"Makanya lain kali perhatiin sekitar,bukannya pura pura sakit dikamar"suara kak Gia terdengar ketus mendumel pelan disamping Zia,tentu saja Zia sadar dumelan itu untuk dirinya.