One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 202



Dua mobil berhenti didepan sebuah villa yang terletak ditepi pantai.


"YEY PANTAI"Liona langsung keluar dari dalam mobil dan dengan semangat berlari ketepi pantai.


"LIO JANGAN HATI HATI JATUH!"teriak Gia sang saudari tertua,namun sepertinya Liona tak mendengar hal itu saking semangatnya melihat pantai didepannya.


"Adikmu itu ada ada saja"ujar Arga yang berdiri disamping kembarannya.


"Dia juga adik lo btw"saut Gia.


"Iya juga"jawab Arga,pemuda itu berbalik dan mulai melangkah masuk kedalam villa milik keluarganya, disusul Gia dari belakang.


Zia menginjakkan kakinya turun dari mobil,ia adalah yang terakhir keluar dari dalam mobil.


"Sudah bangun sayang?mau lanjut istirahat didalam villa atau mau menyusul saudarimu bermainĀ  dipantai?"tanya sang mami kepadanya.


"Aku ingin lanjut tidur saja,dimana kamarku?"tanya Zia setelah menjawab pertanyaan maminya.


"Ayo biar mami antar,bawa tas ranselmu saja dan biarkan yang lain petugas villa yang membawanya"ujar Sela kepada putri bungsunya itu.


"Hm"Zia hanya berdehem singkat merespon sang mami,ibu dan anak itupun mulai melangkah masuk kedalam villa.


Semuanya sudah masuk kedalam villa kecuali Liona dan sang papa,Renal memutuskan untuk tidak masuk kedalam villa terlebih dahulu dan memilih mengawasi Liona putrinya yang kini sudah asik bermain ditepi pantai.


~Sore harinya~


"Mama Mama!"Liona memanggil manggil mamanya.


"Ada apa sayang,kenapa kamu manggil mama kamu?"tanya sang papa yang datang dari arah belakang Villa.


"Mama mana pa?"tanya Liona kepada papanya.


"Mama kamu ada dibagian dapur Villa, sama kakak kamu yang lain.Lagi nyiapin bahan buat acara bakar bakar nanti malam"jawab Renal kepada putrinya.


"Ooh"saut Liona,gadis itu terlihat hendak melangkah pergi.


"Kamu mau nyusul ketempat mama dan kakak kakak kamu yang lain?"tanya sang papa.


"Jangan kesana,mending kamu bangunin adik kamu gih"ujar Renal kepada putrinya.


"Lah Zia belum bangun dari tadi siang?"tanya Liona kepada papanya.


"Belum,makanya sana kamu bangunin dulu adik kamu.Tadi juga gak ikut makan siang dia"ujar Renal kepada anak keempatnya itu.


"Siap pa"ucap Liona,remaja itu langsung berbalik mengambil jalan menuju kelantai dua Villa dimana kamar Zia berada.


Didalam salah satu kamar villa, terlihat seorang remaja perempuan yang tertidur nyenyak diatas tempat tidur.Disebelah gadis itu tergeletak laptop yang masih dalam keadaan menyala,sepertinya gadis itu tertidur saat mengerjalan sesuatu dilaptopnya.


Kriet...pintu kamar perlahan terbuka dan masuklah gadis muda lain yang hanya lebih tua beberapa bulan saja dari gadis yang tengah tertidur itu.


"Ya ampun,emang ada ya orang liburan kepantai tapi kerjaan masih dibawa bawa"ujar Liona pelan sambil berkacak pinggang,gadis itu menggelengkan kepalanya melihat laptop saudarinya yang masih menyala menampilkan bagan laporan perusahaan.


Liona berjalan mendekat ketepi ranjang lalu menggoyang goyangkan tubuh Zia untuk membangunkannya


"Zia Zia,dek ayo bangun!"ujar Liona.


Eugh...gadis yang tengah tertidur melenguh pelan merasa tidurnya terganggu,belum lagi karena seseorang menarik narik tangannya dan terpaksalah ia membuka kelopak matanya yang sungguh terasa sangat berat.


"Zia Zia,ayo bangun"


"Iya iya,jangan ditarik"saut Zia dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.


"Ayo bangun cepetan udah sore nih,kita lagi liburan dipantai tau jadi jangan molor mulu.Ini lagi itu kerjaan kenapa sampai dibawa sih, liburan buat refresing otak bukan buat menambah beban otak"oceh Liona,


sedangkan Zia hanya mengangguk setengah bengong saja karena saat ini nyawanya belum terkumpul sepenuhnya.


"Malah ngangguk ngangguk aja,ayo ikut.Kita bantuin mama sama kakak kakak yang lain buat nyiapin acara bakar bakar nanti malam"ujar Liona yang langsung menarik lengan Zia dengan sedikit paksaan meninggalkan kamar,gadis itu bahkan tak memberikan kesempatan bagi saudarinya itu untuk mencuci muka terlebih dahulu.


*Untung gua bukan tipe yang ileran pas tidur*Zia membatin sambil memasang wajah pasrah ditarik entah dibawa kemana.


~Ruangan dapur kotor Villa~


"Udah bangun sayang?biar papa tebak,pasti dibangunin paksa ya sama kakak kamu?"tanya Renal melihat kedatangan sang putri bungsu dengan wajah ngantuk dan pasrah,lengan yang ditarik tarik oleh sang kakak keempat.Zia tak menjawab dengan ucapan melainkan hanya mengangguk mengiyakan serta membenarkan pertanyaan sang papa.