
Pagi yang baru kembali tiba,Zia berjalan menghampiri meja makan. Disana terlihat hampir semua anggota keluarganya sudah berkumpul,setelah kedatangannya kini tinggal Lyn kakaknya yang belum bergabung dimeja makan.
"Selamat pagi dek"ucap sang mami padanya.
"Pagi mi"saut Zia seadanya.
Gadis SMA itu duduk ditempatnya biasa,ia kemudian melirik kearah sang papa dan setelah itu langsung mengalihkan penglihatannya kearah lain.Zia masih menyimpan rasa kesal akibat percakapan semalam.
"Tumben Lyn lama turun"ujar sang kakak perempuan tertua,Gia.
"Lo gak ada liat kak Lyn tadi dek?" tanya Liona kepada yang termuda,Zia dengan cepat langsung menggelengkan kepalanya.
"Enggak tuh"jawab Zia terdengar sedikit acuh tanpa menoleh kearah Liona.
"Ooh"
*Masa iya,enggak.Kak Lyn-kan nginep dikamar lo semalam dek*batin Liona.
Tak lama berselang,anak ketiga dikeluarga itu akhirnya bergabung dimeja makan juga dengan wajah dingin minim ekpresi dan tanpa suara.Memang ciri khas gadis itu sekali.
Kegiatan sarapanpun langsung dimulai setelah semua anggota keluarga berkumpul lengkap,namun entah kenapa suasana sarapan pagi ini terasa sedikit berbeda menurut nyonya Sela.
"Nanti siang,mama ingin berbelanja ke mall.Jadi diantara kalian ada yang bisa menemani mama tidak?terutama Liona,Zia,dan Lyn"tanya nyonya Sela membuka sebuah topik obrolan.
"Tidak bisa.Sampai sore kelas penuh"Lyn yang menjadi pertama menjawab dengan singkat padat dan jelas.
"Baiklah,lalu Liona dan Zia bagaimana?"tanya nyonya Sela kini kepada dua yang termuda.
"Sory mi,hari ini Zia sibuk setelah pulang sekolah"ujar Zia.
"Sibuk mulu lo dek,sibuk apaan emang?perusahaan lo?"komen Liona yang mendengar jawaban dari Zia.
"Hari ini ada beberapa jadwal pertemuan dengan orang"jawab Zia.
"Gue kasi tau sekalipun,lo juga gak bakal kenal orangnya Lio"ujar Zia kepada Liona lalu beralih pandangan kembali,Liona sedikit terdiam karena menurutnya nada bicara Zia sedikit berbeda dan agak tidak rama.Tak seperti biasanya.
Zia terlihat memasukkan suapan terakhir sarapannya kedalam mulutnya lalu mengunyah dan menelannya sampai habis kemudian meminum jus buah didalam gelas miliknya sampai habis.
"Udah mau berangkat dek,kakak berangkat bareng kamu ya?"pinta Liona namun Zia membalasnya dengan gelengan.
"Berangkat sendiri aja ya Lio,hari ini gue mau jemput Neta...,"
Zia selesai menyandang tas sekolahnya "...Sampai jumpa nanti semua"setelah mengatakan hal itu,Zia langsung pergi dari sana tanpa menunggu adanya respon dari anggota keluarganya.
"Ada apa dengan Zia ya?"ujar Arga
"Ada apa gimana?perasaan tingkah tuh anak normal norma aja"ujar Gia menyauti perkataan kembarannya, padahal mah dia sendiri juga merasa hal yang sama.
"Zia kayak lebih acuh dan cuek dari biasanya"ujar Arga.
"Palingan soal kerjaannya"saut Gia.
"Ngomong ngomong soal itu,papa juga dari tadi diam mulu.Kenapa begitu?" tanya nyonya Sela kepada suaminya.
"Gak kenapa napa ma,papa cuma lagi hemat energi untuk jadwal sibuk hari ini"jawab tuan Renal dengan cepat kepada istrinya,takut sang istri mencurigai ada sesuatu yang terjadi.
Lyn melirik kearah papanya setelah mendengar jawaban yang papanya berikan kepada mamanya
*Dasar pembohong*batin gadis dingin itu,namun ia tak mencetak ekresi yang mencurikan diwajahnya.
Sedangkan Gia malah diam diam tersenyum mendengar jawaban papanya itu,ia jadi teringat tentang perdebatan yang terjadi antara dua orang didalam ruang kerja papanya itu dirumah ini semalam.
*Pasti gara gara semalam.Bukankah ini terlihat bagus?*batin gadis itu.