
Mendengar perkataan Zia itu,hampir secara bersamaan semua yang berdiri mengelilingi meja Zia dan Neta tadi langsung kembali ke mejanya masing masing bergegas menyalin jawaban tugas dari Zia yang sudah dikirim melalui grup kelas.
~Skip~
Waktu istirahat baru saja tiba
"Baiklah anak anak,pelajaran hari ini kita cukupkan sampai disini dulu.Buku tugas kalian akan ibu periksa dulu,sampai jumpa dipertemuan selanjutnya"ujar guru Matematika yang mengajar dikelas Zia,setelah itu bu guru itu pergi ke luar dari ruang kelas.
"Huh lega,untung aja lo mau kasih liat tugas lo ke gue Zi.Kalau enggak bisa kena hukum gue tau gak"ujar Neta pada Zia.
"Lebay banget sih"ucap Zia
"Bukan lebay tau Zia"ujar Neta
"Nih ya kalau gak ada tugas lo yang udah selesai buat gue salin,udah di pastiin tugas gue gak bakal selesai dan berakhir dihukum"lanjut Neta.
"Iya iya,yau dah yuk kantin.Gak laper lo emang?"ajak Zia kepada Neta
"Laper sih,yuk lah gas"ujar Neta setuju dengan ajakan Zia untuk pergi ke kantin.
Zia dan Neta berjalan ke luar dari ruang kelas mereka,menelusuri koridor menuju ke arah kantin sekolah.Tapi perhatian Zia sedikit tersita karena ada segerombolan murid yang berkumpul didepan mading sekolah,hal itu membuatnya sedikit penasaran ada apa.
"Net,itu yang ngumpul didepan mading pada liatin apaan emang?"tanya Zia pada Neta.
"Ooh mereka"saut Neta menunjuk ke arah kumpulan murid SMA Hantara yang dimaksud oleh Zia.
"Iya mereka,kok rame ngumpul disitu?"tanya Zia
"Alah palingan mereka lagi ngeliat foto fotonya anak anak tim basket sekolah,mereka kan baru pulang dari kompetisi trus menang juga.Jadi biasanya pasti ada foto mereka di tempel di mading sekolah,nah yang ngumpul desak desakan itu pasti rata rata penggemar mereka"jelas Neta pada Zia.
"Gitu ya"ujar Zia mengangguk paham akan penjelasan Neta.
"Lo termasuk diantara mereka gak?"tanya Zia lagi
"Mereka yang mana?"saut Neta
"Termasuk penggemar tim basket"balas Zia
"Enggak,gue gak termasuk penggemar mereka"jawab Neta
"Kenapa?"tanya Zia
"Jujur ya gue sih akuin kalau anak anak tim basket cowok itu visualnya pada enak dipandang semua,tapi menurut gue itu cowok cowok sifatnya pada songong trus pada punya tingkat kepedean di atas rata rata menurut gue.Jadi gue yang awalnya lumayan tertarik jadi penggemar mereka berubah jadi males"jawab Neta.
"Emang gitu ya?"ujar Zia
"Iya,coba aja nilai pas lo ketemu langsung kayak gimana.Tapi tenang soalnya penilaian gue itu cuma berlaku buat tim basket cowok kok,beda lagi sama tim basket cewek menurut gue mereka malah pada ramah ramah trus friendly juga orangnya"jelas Neta.
"Bagus deh kalau gitu"ujar Zia
"Lo emangnya punya mau masuk eskul basket cewek?"tanya Neta pada Zia,ia ingat kalau sang sahabat pernah membahas hal itu beberapa waktu yang lalu.
"Belum tau sih,liat nanti aja"jawab Zia.
"Pikir pikir aja dulu,lagian kita udah kelas tiga juga jadi kalau pun lo gak masuk eskul apapun.Gak bakal ditegur sama sekolah,apalagi lo kan anak pindahan juga"ujar Neta
"Iya"saut Zia
Tak terasa karena berjalan sambil mengobrol,kedua cewek ini sudah sampai ke kantin sekolah.Zia dan Neta memilih untuk membeli makanan dan minuman untuk mereka terlebih dahulu,sebelum mencari tempat duduk.
"Okelah"saut Neta setuju.
Keduanya pun berjalan menuju ke tempat meja yang ditempati Liona dan Rena berada,membawa nampan kecil berisi makanan dan minuman yang telah mereka beli sebelumnya.
"Kalian berdua kok,lama benget sih ke kantinnya?"tanya Liona sesaat setelah Zia dan Neta sampai dan duduk disana.
"Kita asik ngobrol pas jalan kesini,makanya jadi lama"jawab Neta pada Liona yang duduk di samping Rena yang tepat duduk dihadapannya.
"Iya Lio,Neta bener"ujar Zia ikut menjawab.
"Ngobrol apa apaan emang?"tanya Liona mulai sifat penasarannya.
"Itu kak,tadi Zia nanya kenapa banyak anak Hantara yang ngumpul depan mading jadi gue jawab deh sekalian kasih penjelasan dikit"jawab Neta pada Rena.
"Ooh pasti tentang gebetannya Lio sama tim basket kan?"tebak Rena dan langsung mendapat senggolan pelan di lengannya dari Liona.
"Apaan sih lo"ujar Liona,mendengar namanya disebut sebut.
"Iya kak,kita bahas itu"saut Neta mengiyakan tebakan Rena.
"Gebetan?emang Lio punya gebetan?trus apa hubungannya sama tim basket?"tanya Zia tak paham.
"Lah emang Lio belum pernah cerita sama lo dek tentang gebetannya?"
Tanya Rena melihat kedua bersaudari itu bergantian.
"Enggak"jawab Zia
"Gak usah didengerin dek,ini orang ngomong apa"ujar Liona pada Zia.
"Spil dong kak"pinta Zia tanpa menghiraukan perkataan dari saudarinya,sedangkan Liona seperti biasa langsung merenggut kesal tak diacuhkan oleh Zia.
"Saudari lo yang cantik ini punya gebetan yang merupakan satu kelas sama kita dari pas awal masuk sekolah ini,cowok itu anggota tim basket sekolah namanya Ken yang merupakan ketua tim basket cowok,mereka itu bisa dibilang TTM"ujar Rena.
"TTM apaan?"tanya Zia
"TTM itu artinya Teman Tapi Mesra"jawab Neta memberi tahu Zia apa arti dari istilah TTM yang dibilang Rena.
"Mereka itu statusnya TTM yang bikin iri sekaligus bikin baper satu sekolahan kalo lagi barengan,bisa dibilang couple goal nya satu sekolahan"ucap Rena melanjutkan ceritanya.
"Wah serius,berarti Lio sama cowok yang namanya Ken itu saling suka dong"ujar Zia.
"Kalau masalah itu sih,saudari lo ini kayaknya emang naksir sih eh bukan kayaknya lagi tapi udah pasti"ujar Rena menunjuk Liona dengan dagunya.
"Kalau yang cowok?"tanya Zia
"Nah itu dia masalahnya Liona gak tau,soalnya yang cowok ini itu kadang sikapnya layak temen biasa tapi kadang udah kayak kasih perhatian ke pacar aja.Makanya saudari lo masih galau dan bingung dibuatnya"jawab Rena pada Zia.
Sedangkan Liona yang menjadi salah satu topik pembahasan itu menganggukkan kepalanya tanda membenarkan apa yang dikatakan sahabatnya itu tentangnya.
"Berarti lo digantungin dong Lio"ujar Zia pada Liona kakaknya.
"Gue mau marah tapi yang lo bilang kayaknya bener dek"saut Liona dengan nada sedih meratapi nasib percintaannya yang penuh ketidak pastian.
"Halo semuanya!"sapa seseorang datang menghapiri meja tempat keempat cewek itu,tidak datang sendiri tapi orang itu juga membawa seorang temannya bersamanya.
"Nah ini yang jadi pembahasan datang orangnya"ujar Rena mengenal siapa yang datang.