One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 114



Callie,Liona,serta yang lain yang tak sengaja melihat interaksi kecil kedua orang itu langsung mengulum senyum masing masing.


Rey,Ren,dan Manda yang tak menyangka dibalik sifat dingin tak tersentuhnya Lyn,ternyata teman sejurusan mereka itu bisa menunjukkan sisi lembut seperti itu.


Callie yang merasa sangat senang melihat sang sahabat sudah bisa sedikit menunjukkan kepedualiannya kepada Zia,sedangkan Liona juga merasa senang karena sang kakak juga memiliki rasa peduli kepada adik mereka itu meskipun jujur didalam hatinya ada perasaan sedikit iri karena hampir tidak pernah mendapatkan perlakuan serupa dari sang kakak.


*Meskipun gue sedikit iri akan perlakuan kak Lyn ke Zia,tapi disisi lain gue juga senang ngeliatnya* batin Liona.


Ping...ping....suara notifikasi hp seseorang terdengar dimeja makanan,


Zia yang tadinya sudah hampir tertidur kembali membuka matanya kemudian mengangkat kepalanya tatkala menyadari suara notifikasi itu berasal dari hpnya.


Kak G.A:


Kafe xxxxx jam 20:00 malam


Jgn terlbt satu detikpun.


Ingat,jgn ada yg tau.


✓✓


Zia A:


Baik kak


✓✓


Ternyata Zia mendapat pesan dari saudari tertuanya,gadis itu segera membalas pesan itu kemudian meletakkan hpnya diatas meja makan lalu merebahkan kepalanya kembali.


"Dari siapa dek?"tanya Liona


"Dari kerjaan Lio?"jawab Zia rada asal,gadis itu bangun dari kursi tempatnya duduk membuat yang lain menatapnya penuh tanya.


"Kakak kakak sekalian silahkan dilanjut makannya ya,saya mau ke kamar dulu.Mau mandi soalnya, permisi"ujar Zia pamit beranjak dari area ruang makan.


"Eh Lyn,itu adek lo emang gak papa kerja sambil sekolah?keliatannya muka adek lo kecapean banget"ujar Ren memberanikan diri bertanya kepada Lyn.


"Dia yang mau"jawab Lyn singkat dan tetap datar.


"Papa lo langsung kasih ijin gitu aja?mimpin perusahaan itu bukan pekerjaan yang ringan loh buat seukuran anak SMA"tanya Rey penasaran.


"Papa kita gak bisa larang ataupun cegah kak"kali ini bukan Lyn yang menjawab tapi Liona.


"Kok gak bisa,Papa kaliankan kepala keluarga sekaligus yang punya perusahaan?"tanya Manda ikut tertarik dalam pembicaraan itu.


"Perusahaan yang dipimpin Zia bukan atas naungan atau kuasa Antara grup"


Semuanya menoleh kearah sang pemilik suara yang menjawab pertanyaan Manda tadi,itu adalah Arga putra tertua Antara.


"Eh maaf kak"ucap Manda meminta maaf karena merasa tidak enak karena bertanya hal yang bisa dibilang tentang keluarga.


"Tak apa apa"ujar kak Arga,laki laki dua puluh satu tahun itu berjalan mendekat kearah meja makan.


"Wah makanan dari mana nih banyak banget,siapa yang beli?"tanya kak Arga kepada mereka semua.


"Yang beli makanan ini Zia kak"ujar Liona menjawab pertanyaan kakak tertuanya itu.


"Terus sibungsu sekarang dimana?kok gak gabung makan sama kalian?"tanya Arga tak menemukan Zia adiknya disana.


Arga menganggukkan kepalanya singkat mendengar jawaban Liona,laki laki itu duduk disamping Lyn adiknya. Kursi yang sama yang tadi diduduki oleh Zia,Arga melihat kedua saudari dan teman temannya Lyn yang terlihat menghentikan kegiatan makan mereka setelah kedatangannya.


"Kalian kenapa diam gitu?Ayo dilanjut makannya"ujar kak Arga kepada mereka,Mereka yang mendengar perkataan pemuda itu langsung kembali melanjutkan kegiatan makan mereka.


"Kak Arga kalau mau makan aja kak, makanan yang belum kita sentuh masih banyak soalnya"ujar Callie.


"Eh Callie,kamu juga ada disini toh" ujar kak Arga yang baru menyadari keberadaan sahabat baik adiknya itu.


"Mata kakak sedari tadi dipake buat apa aja sih,padahal gue kan sedari  tadi duduk didepan kakak loh masa iya gak ngeliat?"tanya Callie sedikit ngegas.Ketiga teman kuliahnya yang lain tampak sedikit kaget mendengar nada bicara gadis itu saat berbicara dengan putra tertua salah satu pengusaha dan orang berpengaruh dinegri itu.


"Selau dong jangan ngegas gitu,kakak tadi gak fokus soalnya"ujar kak Arga kepada sahabat Lyn itu.


"Tapi tumben kamu baru keliatan batang hidungnya sekarang,selama ini kemana aja?kok gak pernah mampir kesini lagi?"tanya kak Arga kepada Callie,laki laki itu juga mulai ikut menyantap makanan yang terdapat diatas meja itu.


"Noh tanyain sama adik kakak sendiri,gak pernah bolehin gue main kesini.Katanya ganggu ketenangan tempat ini"jawab Callie sambil menunjuk sang sahabat dengan dagunya,Lyn yang menyadari hal itu hanya bisa mendengus pelan saja.


"Yang dibilang Lyn dih emang ada benernya,kamu sama itu si Rena sahabatnya Lio kalau datang emang rada bikin bising tempat ini sih. Tapi gak papa datang aja meski gak diizinin,gak bakal ada yang marah kok.Biar adik kakak ini gak mengurung diri dikamar terus sendirian,biar punya temen ngobrol dia"ujar kak Arga.


"Serius kak saya boleh datang kesini meski tanpa izinnya Lyn,yang bener?"tanya Callie memastikan.


"Iya,asal jangan datang tengah malam ngusik waktu istirahat orang"jawab Kak Arga mengiyakan.


"Ye kurang kerjaan amat gue datang kerumah orang tengah malam,mending saya turu dirumah sendiri"ujar Callie.


"Ngomong ngomong kalian bertiga sendiri pasti teman teman satu kampusnya Lyn juga,saya baru pertama kali lihat wajah wajahnya soalnya?"tanya Arga kepada Ren,Rey,dan Manda.


"Iya kak"jawab ketiga orang itu serentak.


"Mereka bertiga teman satu kampus kita kak,kebetulan sering masuk kelompok yang sama pas ngerjain tugas dari dosen kayak sekarang"ujar Callie memberi penjelasan lebih.


"Lo bertiga ayo kenalin nama satu satu"suruh Callie kepada ketiga temannya itu.


"Saya Ren kak"


"Rey kak,kembarannya Rey"


"Saya Manda kak"


Ujar Ren,Rey,dan Manda memperkenalkan diri mereka masing masing kepada kakak tertuanya Lyn itu.


"Kalau begitu,saya Arga kakak tertuanya Lyn dan Liona serta dua adik saya yang lain"ucap Arga memperkenalkan dirinya balik.


"Lyn kamu kok dari tadi diam,ayo ajak ngobrol teman teman kamu"ujar kak Arga mengusap kepala adiknya itu dengan lembut.


"Ngobrol apa?"tanya Lyn datar.


"Apa kek gitu"jawab kak Arga


"Gak tau"jawab Lyn singkat dan datar,Arga hanya bisa menggelengkan kepalanya maklum dengan sifat adiknya yang satu ini.Ia melihat kearah Liona,gadis SMA itu terlihat fokus menikmati sushi didepannya sejak tadi tak peduli dengan sekitar.


*Adik adik gue kok,gak ada yang bisa jadi tuan rumah yang baik sih?*batin laki laki itu,lagi dan lagi Arga hanya bisa menggeleng maklum.


"Maaf ya,Lyn memang adik kakak yang paling minim dan hemat kata.Jadi mohon maklumi kalau dia gak ngajak kalian sebagai tamunya ngobrol"ucap kak Arga kepada Ren,Rey,dan Manda. Sedangkan untuk Callie sendiri,ia sudah yakin kalau gadid itu pasti sudah sangat memaklumi sekali sifat adiknya itu.


"Gak papa kok kak,kita udah maklum"ujar Ren mewakili Rey dan Manda.


Kini ketiga orang itu tahu kalau Lyn bukan hanya hemat kata terhadap orang luar saja,tapi juga keluarganya sendiri.