One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 154



Disisi lain terlihat siketua OSIS dari SMA Hantara memasuki area kantin,matanya menyisir seluruh area kantin untuk menemukan seseorang.


Seorang gadis pemilik AirPods yang tak sengaja tersimpan olehnya saat diruang ujian tadi,ia bisa saja mengembalikannya nanti namun bisa sajakan gadis itu membutuhkannya sekarang?mungkin.


Setelah menemukan yang ia cari,Raka berjalan menuju tempat gadis itu berada.


"Raka,tumben ngapain lo kesini?" tanya Rena kepada Raka saat melihat kehadiran cowok itu.


"Maaf ganggu,gue kesini mau nyamperin anak ini"ujar Raka,sambil menunjuk kearah Zia.


Zia yang merasa ditunjukpun menoleh kearah Raka dan terlihat menaikkan sebelah alisnya,seolah olah bertanya ada apa cowok itu menghampirinya.


"Mau balikin AirPonds lo,gak sengaja kebawa tadi"ujar Raka menyodorkan AirPods ditangannya kepada Zia.


Zia melihat benda ditangan kanan Raka itu langsung mengenalinya,itu benar AirPods miliknya yang ia cari tadi tak ada.


"Ah ternyata ada di lo,gue kira tadi tercecer dimana gitu"ujar Zia menerima AirPods miliknya dari tangan Raka.


"Tanks kalau gitu"ucap Zia kepada Raka.


"Sama sama,gue balik kekelas dulu"pamit Raka beranjak undur diri dari meja itu.


"Lo gak makan pas istirahat gini?" tanya Zia kepada Raka,cowok itu terlihat berhenti melangkah dan berbalik sebentar.


"Udah tadi diruang OSIS"jawab Raka sebelum benar benar beranjak pergi dari sana.


Setelah Raka pergi,Zia langsung memakai AirPods miliknya itu dan memutar musik dari yang terhubung dihpnya.


Liona dan Rena hanya diam saja memperhatikan interaksi kedua orang itu sejak tadi.


"Lo temenan sama Raka dek?"tanya Liona kepada Zia.


"Bisa dibilang gitu"jawab Zia tanpa melihat kearah saudarinya yang bicara.


"Hai besti,maaf lama"ucap Neta datang secara tiba tiba.


"Lo cuma beli air mineral sama bubur aja kok lama?"tanya Zia heran setelah melihat makanan temannya.


"Gue tadi mampir dulu ke mejanya anak anak kelas,trus siDanil ngajak gosip dulu bentar"jawab Neta,yang kembali duduk disebelah Zia.


"Eh tadi gue juga ketemu sama mbak ketua basket lo,kak indri.Di pesen sama gue tolong bilangin sama lo,kalau selama ujian tim basket kalian gak latihan dulu"ujar Neta kepada Zia.


Puk....Zia menepuk keningnya sendiri


"Kenapa lo nepuk kening sendiri Zi?"tanya Rena.


"Gue lupa,seharusnya hari inikan gue pengen ketemu sama kak indri buat bicarain sesuatu"ujar Zia.


"Lah iya juga ya,gue juga baru inget soal itu"saut Neta yang juga baru ingat akan rencana sahabatnya itu tempo hari.


"Yaudah,kamu temuin Indri aja dek nanti pas pulang"ujar Liona memberi saran.


"Gak bisa,jadwal gue hari ini padat banget soalnya"jawab Zia.


"Orang penting yang mana,yang bawahan lo temui Zi?gue kenal gak?"tanya Neta kepada Zia.


"Kenal sih belum tapi lo pasti tau siapa,itu loh suaminya bunda"jawab Zia.


"Lah suaminya bunda,berarti rencana kerja sama yang lo tanyain kemarin disetujuin dong"ujar Neta


"Yoi,makanya hari ini bawahan gue itu bakal ketemu sama suaminya bunda buat bicarain soal kesepakatan kerja sama ini"ujar Zia.


"Wih gercep juga lo"ucap Neta.


"Haruslah,gue pengen satu minggu lagi proyek ini udah selesai rancangan pengerjaan dan kesepakatannya juga harus udah jadi.Kalau enggak kan bisa gagal dong rencana gue buat proyek ini"ujar Zia.


"Iya juga sih,tapi kalau begitu lo kayaknya kedepannya bakal sibuk banget dong.Padahal gue tuh pengen segera nyusun rencana pertemuan buat lo sama orang yang gue bicarain kemarin diperpustakaan"ujar Neta kepada Zia.


"Emangnya orang yang lo maksud itu setuju buat bantuin gue?"tanya Zia.


"Setuju kok,gue udah nanyain ini kemarin pas gue ketempatnya sama ayah sama mama gue"jawab Neta.


"Gimana kalau lusa,gue bakal kosongin jadwal gue sepulang sekolah buat ketemu sama orang yang lo maksud itu.Tapi lo temenin gue ya, gak berani gue sendirian"ujar Zia.


"Oke tenang aja,pasti gue temenin kok.Lagian orang itu juga nyaranin biar gue nemenin lo kesana"ujar Neta setuju dengan permintaan sahabatnya itu.


Zia dan Neta sibuk mengobrol berdua, bahkan sepertinya mereka lupa kalau bukan hanya mereka saja yang ada dimeja itu melainkan ada Liona dan Rena juga.Liona dan Rena seperti orang linglung saat mendengarkan percakapan kedua orang dihadapan mereka itu,keduanya sama sekali tidak mengerti dan paham apa yang sebenarnya menjadi topik pembahasan kedua orang itu.Bahkan keduanya merasa kalau keberadaan mereka seolah olah dilupakan oleh Zia dan Neta saat ini,saking asiknya mengobrol membahas topik yang hanya keduanya saja yang paham.


Kring...kring....kring...suara bel berbunyi,itu tandanya mereka harus sesegera mungkin masuk keruangan ujian masing masing,sebelum pengawas ruangan datang untuk memulai ujian selanjutnya.


"Kak Ren,Lio.Gue sama Zia kekelas duluan ya"pamit Neta kepada Liona dan Rena.


"Oke,gue sama Lio juga mau kekelas kok"ujar Rena.


Keempat gadis itu berpisah untuk pergi keruangan ujian masing masing, tentunya Neta dan Zia masih beriringan karena ruang ujian mereka letaknya bersebelahan.


~Skip pulang sekolah~


Zia berjalan kearah mobilnya setelah Neta terlebih dahulu melajukan mobil pulang dari sekolah,ia tak langsung pulang kerumah melainkan harus kebandara terlebih dahulu untuk menjemput kedua orang tuanya yang akan tiba siang ini.Liona saudarinya sudah pergi terlebih dahulu kesana, dan mungkin kakaknya yang lain juga sudah mulai bergerak kesana.


Zia sebenarnya sedikit malas jika harus pergi ketempat umum yang ramai seperti bandara bersama anggota keluarganya terutama disana akan ada orang tuanya juga,keberadaan orang tuanya ditempat umum hampir selalu menjadi pusat perhatian.Dan Zia tak terlalu suka jika orang orang mulai bertanya akan keberadaan dirinya diantara orang tua dan para kakaknya,bukan apa apa tapi ia tak begitu suka jika orang orang yang penasaran mulai mengusik privasinya.


Tak butuh waktu lama untuk sampai dibandara jika mobil dilajukan dengan kecepatan yang lumayan,mobil Zia sudah terparkir diparkiran bandara.Gadis yang masih menggunakan seragam sekolah lengkap itu keluar dari dalam mobil miliknya,Zia mengirim pesan kepada Liona mengatakan kalau dirinya sudah sampai dibandara dan sekaligus menanyakan dimana saudarinya itu berada.Semenit kemudian sebuah pesan balasan dari Liona masuk keponselnya,Zia membaca pesan yang memberitahu kalau para kakaknya juga sudah sampai dan juga keterangan posisi dimana mereka berada.


Zia melangkah masuk kedalam bandara menyusul para saudarinya itu tunggu khusus,gadis itu tak membawa tas sekolahnya tapi hanya ponsel genggam dan dompet miliknya saja.


"Akhirnya lo datang juga dek"ujar Liona melihat kedatangan Zia.


"Pesawat yang papa dan mami udah sampai?"tanya Zia kepada para kakaknya itu.


"Udah kok dek,palingan sebentar lagi papa dan mama datang kesini"jawab kak Arga.


"Sini,kamu duduk dulu disebelah kakak kamu Lyn"pinta kak Arga.


"Oke"saut Zia,gadis itupun tanpa ragu langsung duduk disebelah Lyn kakaknya.