
Salah satu moment yang ditunggu tunggu sekaligus saat yang membuat Zia deg deg-an parah tiba,malam pesta perusahaan Antara Group.
Gadis remaja ini sudah tampil sangat cantik dan sempurna dengan balutan gaun yang disiapkan sebelumnya, disebelahnya terdapat Raka yang juga tampil menawan dengan balutan jas rapi.Kedua remaja itu kini tengah berada didalam mobil dan dalam perjalanan menuju lokasi pesta,bukan hanya mereka saja didalam mobil itu tapi ada kak Teo dan juga kak Anna yang duduk dibagian depan.Zia sengaja menolak ajakan untuk berangkat bersama anggota keluarganya yang lain dan memilih berangkat dengan ketiga orang ini,alasannya selain dirinya malam ini akan menjadi salah satu perwakilan perushaannya sendiri dan alasan lain karena Raka juga hadir dengan undangan darinya.
Raut wajah Zia maupun Raka kini sama sama terlihat sangat gugup,Zia yang gugup karena ini adalah kali pertamanya datang kesebuah acara perusahaan dengan memakai embel embel nama keluarganya.Raka sendiri?
tak usah ditanya alasannya karena sudah jelas cowok yang biasanya terlihat tenang itu kini merasa gugup akan berakting didepan keluarga serta tamu undangan dari pesta yang diadakan oleh keluarga gadis disebelahnya ini,Raka bahkan berfikir kenapa ia menerima tawaran untuk ikut dalam rencana Zia dan bagaimana kalau nanti ketahuan kalau mereka hanya berpura pura sebagai sepasang kekasih.
*Bisa bisa masa depan gue diblock sama keluarganya Zia,Hua...Raka oon*suara batin Raka merintih ketakutan.
Kegugupan yang terlihat jelas dari pancaran raut wajah kedua remaja yang duduk dikursi dibarisan belakang tentu diketahui oleh pasangan asli didepan,siapa lagi kalau bukan Teo dan Anna.Bukannya merasa kasihan,malahan keduanya terlihat sedikit menahan tawa.
"Maaf untuk kedua anak muda dibelakang,boleh gak ekpresinya jangan gitu amat.Prihatin gue liatnya"ujar kak Anna dengan sedikit nada ledekan.
Zia dan Raka yang tadinya diam melamun langsung mengangkat kepala mereka melihat kedepan,terlihat kak Anna yang melihat kearah mereka juga.
"Kak,lo kalau mau ngeledek mending diem deh"ujar Zia yang kesal mendengar perkataan dan melihat wajah ngeledek dari kak Anna.
Hahaha...kak Anna dan disusul okeh kak Teo langsung tertawa mendengar perkataan bos muda mereka itu.
"Makanya cil,lo kebiasaan kalau nyusin rencana pasti yang menantang maut mulu.Gini nih contoh hasilnya,
kasian tuh temen kamu jadi terseret arus juga"ujar kak Anna kepada adik angkatnya.
"Tuh dengerin tuh cil yang dibilang kakak lo itu,cuma gara gara ngehindarin crussnya Liona yang ngejar ngejar lo itu,eh lo malah nekat punya pacar pura pura.
Gue udah saranin pakai cara gue yang kemarin,lo malah gak mau"tambah Teo berbicara sambil pandangan terus kedepan karena dirinya tengah menyetir.
"Cara apa emang yang pak Teo sarani ke elo Zia?"tanya Raka agak pelan,niatnya berbisik tapi masih terdengar oleh kak Teo dan kak Anna yang didepan.
"Itu orang nyaranin buat jadiin Ken penghuni proyek alias tumbal proyek"jawab Zia.
Mendengar jawaban Zia itu membuat Raka kaget,bukan cuma Raka tapi kak Anna juga kaget dan langsung memberikan cubitan kepada lengan kekasihnya.
"Aaduh aduh aduh..,jangan dicubit dong yang lagi nyetir ini.Kalau nabrak nanti gimana,bisa gagal nikah kita"ujar Kak Teo merintih kesakitan.
"Makanya jangan ngasih saran sembarangan keanak orang"omel kak Anna sambil melepas cubitannya dari lengan sang kekasih,lalu wanita itu melihat kebelakang kembali
"Untung lo gak ngikutin saran sesat ini dek,kapan dia nagsih saran itu sam lo dek?"tanya kak Anna kepada Zia.
"Udah lama,pas awal awal gue cerita soal si Ken yang selalu ngusik gue"jawab Zia.
"Udah lo gak usah khawtir dek,buat Raka juga.Selagi nanti disana kalian gak terlihat bertingkah berlebihan,
yakin deh kalian bakal aman sampai acara selesai"ujar kak Anna mencoba menumbuhkan rasa kepercayaan diri dan optimis dari kedua remaja itu.
"Lagi pula bukannya Neta juga udah nyusun skrip kata kata buat kalian,
inget kunci utamanya rileks"lanjut Wanita itu.
"Iya kak"saut Zia dan Raka.
"Oke kita sudah sampai"ujar kak Teo selaku yang bertugas menyetir memberitahu kalau mereka berempat sudah sampai ketempat tujuan.
Sebelum keluar dari dalam mobil,kak Anna kembali mengajak Raka dan Zia bicara terlebih dahulu
"Denger kakak sama kak Teo bakal keluar dulu disusul kalian,dilanjut kita masuk bareng.Diluar jelas ada pihak media tapi kalian gak usah panik,gugup,takut atau gimana,kalau mereka nanya jawab seadannya dan jalan secepatnya kedalam tempat pesta.Oke kalian paham?"tanya kak Anna setelah menjelaskan panjang lebar,Zia dan Raka mengangguk tanda paham.
"Oke bagus kalau kalian berdua paham.Sekarang Teo"ujar kak Anna memberi isyarat kepada kekasihnya untuk keluar terlebih dahulu.
Teo yang mendengar kode dari sang kekasihpun langsung membuka pintu mobil dan benar saja apa yang kekasihnya itu bilang,ada cukup banyak wartawan yang menunggu disana.
"Itu pihak perwakilan F'Company,pak Teo"seru salah satu wartawan.
"Kira kira pak Teo datang dengan siapa ya?apakah pemilik perusahaan juga akan ikut"
"Meski kecil harapan,tapi ayo kita berharap"
Teo berputar kearah pintu depan satunya dan membuka mobil perlahan,
tak lama terlihat Anna sang kekasih keluar dari dalam mobil disusul suara jepretan kamera untuk memotret keduanya.Namun pihak media yang berkumpul disana terlihat sedikit heran kenapa keduanya tidak langsung masuk kedalam,Teo merapikan sedikit setelan jas yang dia pakai lalu berkata sesuatu kepada pihak wartawan.
"Kepada Pihak Media Semuanya,hari ini nona muda pimpinan kami hadir bersama kekasihnya"ujar Teo,yang membuat para wartawan langsung terlihat sangat semangat karena sosok pimpinan F'Company yang terkenal sangat memprivasi dirinya dimedia datang.
"Jadi jika ingin diperbolehkan mengambil gambar dan mempublistnya,
harap jaga jarak dan tidak membuat nona muda kami tidak nyaman"lanjut Teo dengan tegas.
Mau tak mau pihak wartawan melakukan apa yang disuruh oleh laki laki itu demi bisa mendapatkan gambar dan berita bagus untuk pihak media mereka masing masing.
Zia dan Raka yang masih ada didalam mobil sedikit heran kenapa lama sekali mereka disuruh keluar,namun helaan nafas lega dicampur dengan rasa gugup yang menjadi jadi langsung terdengar dari keduanya saat kaca pintu mobil disamping Raka diketuk dan itu adalah isyarat keduanya sudah boleh keluar dari dalam mobil.