One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 141



Zia berjalan dengan semangat sambil bersenandung ringan menuju keruang makan untuk makan malam,


Ddu...Ddu...Ddu...senandung gadis itu dengan riang gembira.


"Malam semuanya"sapa gadis itu setiba dimeja makan,kemudian ia langsung duduk dikursi disebelah Liona saudarinya.


Senyuman tak pernah luntur dari bibir gadis itu,hal ini membuat kakaknya terlihat heran.Khususnya ketiga kakak tertuanya karena terakhir kali mereka berada ditempat yang sama yaitu ruang keluarga,gadis itu terlihat berekspresi dingin dan nampak menahan amarah.Jelas itu sangat berbanding terbalik dengan saat ini,secepat itukah mood gadis itu berubah tak sampai dua jam rentang waktunya?


"Dek,kakak minta maaf soal yang tadi ya.Kak Arga udah kasih tau alasannya,jadi kakak gak jadi minta salah satu mobil koleksi kamu diAS itu.Kakak minta mobil yang baru aja, sesuai yang kamu bilang itu"ujar Liona dengan sedikit takut untuk meminta maaf.


"Oke Lio,nanti kirim aja foto mobil yang lo mau.Biar gue beliin"jawab Zia tak lupa dengan senyuman manis nan lebar.


"Kakak juga mau minta maaf soal perkataan kakak yang sedikit berlebihan dek"ucap kak Arga juga ikut meminta maaf.


"Oke kak tak masalah"jawab Zia santai masih dengan senyuman dan ekspresi cerahnya.


"Ayo makan"lanjut gadis itu mulai menikmati makan malam yang sudah ia isi dipiringnya.


Arga,Gia,Liona,bahkan Lyn yang biasanya bodoh amat ikut merasa heran melihat tingkah adik bungsu mereka itu.Bagaimana tidak heran? bahkan saat makan dan mengunyah makanan saja,senyuman gadis itu tak pernah luntur sedikitpun.


Hal ini tentu membuat keempat kakak gadis itu langsung membatin


*Adik gue kenapa dah?kerasukan atau gimana?*Liona


*Bocah ini memang aneh kalau terus diperhatiin*Gia.


*Tadi sore auranya udah segelap gerhana,eh malam ini cerah banget kayak matahari.Sibungsu kenapa gini ya?*Arga.


*Mami,anakmu ketempelan kayaknya* Lyn.


Zia yang tadinya asik makan langsung melihat kesekitarnya karena merasakan sejak tadi ada yang terus memperhatikannya


"Kakak kakak sekalian kenapa?kok gak makan,malah liatin Zia kayak gitu?" Tanya gadis itu sambil menaikkan sebelah alisnya.


"Gak ada"jawab keempat kakak Zia itu kompak dan mereka langsung saling lihat sebentar kemudian langsung fokus pada makanan didepan mereka.


"Wah kompak"gumam Zia pelan,ia mengangkat bahunya palan kemudian mulai melanjutkan kegiatan makan malamnya.Tentunya dengan ekspresi dan senyuman yang masih sama.


Liona melap mulutnya dengan serbet setelah selesai makan kemudian ia langsung mengubah arah duduknya menghadap kearah adik satu satunya, siapa lagi kalau bukan Zia.Gadis yang sudah lebih awal selesai makan malam itu saat ini sedang sibuk menikmati satu cap kecil Ice Cream yang tadi ia minta ambilkan kepada pelayan sebagai desert alias makanan pencuci mulut,saking fokusnya pada ice cream itu sepertinya gadis itu bahkan tidak sadar kalau tengah ditatap oleh empat pasang mata yang salah satunya adalah Liona.


"Wah ini dingin dan manis sekali" oceh Zia mengomentari ice cream yang sedang ia nikmati itu.


"Ekhem"


Suara deheman seseorang membuat Zia mendongak dan menoleh kesamping, gerakan tangannya yang hampir sampai menyendokkan ice cream kemulutnya langsung terjeda saat ia melihat Liona menatap penuh kearahnya.


"Mau?"tanya Zia menawarkan ice cream ditangannya kepada Liona.


"Apa yang terjadi pada lo dek?"tanya Liona langsung


"Terjadi apa,emang sama gue?


Hap hmm...manis"ujar Zia membalikkan pertanyaan saudarinya itu,melanjut- kan suapan ice Cream yang sempat terjeda tadi kedalam mulutnya.


"Kenapa lo kayak gini?"tanya Liona lagi.


"Btw ini ice cream kayaknya punya lo deh Lio,soalnyakan yang selalu minta stok ice cream dikulkas selalu ada itu kan lo.Gak apa apakan gue ambil, eh bukan gue sih tapi pelayan yang tadi"lanjut gadis itu mengoceh.


Liona yang mulai jengah dan kesal dengan gerakan adiknya memakan ice cream itu langsung mengambil cup ice cream itu dari tangan saudarinya itu,kemudian meletakkannya diatas meja.


"Loh kok diambil sih,nanti gue ganti deh ice creamnya"ujar Zia setelah cup ice cream ditangannya diambil oleh Liona.


"Lo kenapa sih dari tadi pas awal makan malam gue perhatiin senyum cengengesan mulu,trus sejak juga lo menikmati makan ice cream kayak gitu.Biasanya juga lo sebisa mungkin bakal menghindar dari makanan yang kata lo terlalu banyak perisa buatannya?"tanya Liona.


"Emang gue senyum cengengesan kayak apa sih?perasaan gue cuma senyum biasa aja?"tanya Zia.


"Lo senyum kayak orang kerasukan dek"kak Arga.


"Lo kayak bocah aneh"kak Liona.


"Lo ketempelan"kak Lyn.


"Dan gue takut lo kesurupan dek"Liona.


"Kakak kakak keliatannya kompak banget kalau soal mikirin hal yang aneh soal gue"komen Zia setelah mendengar bagaimana kompaknya ketiga kakaknya itu berbicara secara bergantian,bahkan kak Liona yang paling gak peduli sama dia sampai kak Lyn yang dinginnya kelewatanpun juga ikutan lagi.


"Cepet jawab gak usah banyak omong"suruh Liona


"Oke gue jawab"ujar Zia


"Untuk jawaban dari pertanyaan pertama lo yang kenapa gue senyum mulu,itu karena gue lagi happy banget.And buat jawaban pertanyaan yang kedua,gue kemarin habis diajarin sama Neta gimana caranya buat bisa menikmati dan merasakan kenikmatan ice cream dengan benar soalnya.Makanya gitu"jawab Zia panjang lebar.


"Apa yang membuat kamu sampai bisa se-happy itu dek?"tanya kak Arga.


"Soalnya tadi,aku baru dapat dua kabar bagus kak"jawab Zia.


"Kabar bagus apa yang bikin lo jadi makin aneh?"tanya kak Gia sedikit agak gimana gitu,tapi berhubung Zia lagi happy jadi gak dipeduliin soal itu.


"Kabar yang bagus banget pokoknya, tapi maaf belum bisa dispill sekarang.Lain waktu aja,kalau kabar bahagianya udah benar benar jadi kabar bahagia yang sesungguhnya" jawab Zia.


"Kenapa gak dikasih tau sekarang aja sih?"tanya Liona jadi kepo apa kabar yang dimaksud adiknya itu,jangan lupakan kalau dia itu termasuk dalam golongan kaum remaja kepo tingkat akut.


"Nanti aja Lio"jawab Zia menolak untuk memberitahunya sekarang.


"Cks,lo mah kebiasaan bikin kakak lo ini kepo setengah mati"dumel Liona kesal.


"Siapa suruh jadi orang kepoan"komen Zia.


"Udah ah,aku mau pamit kekamar dulu"ujar Zia berdiri dari tempat duduknya,ia kembali meraih cup ice cream miliknya yang tadi diletakkan Liona diatas meja dan menyuapnya satu sendok kedalam mulutnya.


CUP...Tanpa aba aba terlebih dahulu, Zia langsung mengecup pipi kiri Liona,yang berhasil membuat saudarinya itu terlonjak kaget.


"ZIA ANTARA"teriak Liona kencang.


"SORRY LIO"ucap Zia berteriak sambil berlari dengan cepat pergi dari sana.


"KOK CUMA SEBELAH SIH,PIPI KANAN KAKAK BELUM"teriak Liona langsung ikut beranjak dari kursinya dan dengan cepat pergi menyusul adiknya itu,jangan kira dia marah tentu tidak.Liona malah kesenangan itu, soalnya jarang jarang adiknya itu mau skinsip kayak gitu.


Arga,Gia,dan Lyn dengan kompak sama sama mengelus dada mereka,kaget mereka tuh denger lengkingan suara dua bungsu itu.