One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 74



Setelah merasa semuanya beres barulah terakhir Zia meraih tas sekolahnya yang sudah ia isi dengan buku mata pelajaran hari ini kemudian memakainya dipunggungnya,tak lupa ia mengambil ponsel yang ia masukkan kedalam saku almamaternya dan dompet miliknya ia masukkan kedalam saku tok sekolahnua.Dan yang benda  terakhir yang ia ambil sebelum keluar dari kamarnya yaitu kunci mobil miliknya,ini salah satu barang wajib karena tanpa kunci mobilnya itu ia tak bisa memakai mobilnya kesekolah.


~Dirumah Neta~


Neta membuka matanya perlahan karena terusik akan sinar matahari yang masuk disela sela ventilasi balkon kamarnya,eugh...gadis itu melenguh dan dengan perlahan ia mengubah posisinya menjadi duduk.


Neta mengucek ngucek matanya dengan tangan berusaha mengumpulkan kesadaran,ia memperhatikan sekeliling kamarnya merasa ada sesuatu yang kurang tapi apa.


Setelah loading beberapa saat


"Anjir!si Zia mana?"ujar Neta yang baru menyadari kalau sang sahabat tidak ada dikamarnya,padahal seingatnya kemarin malam Zia menginap dan tidur disebelahnya.


"Mana itu bocah?"Neta bertanya tanya pada dirinya sendiri,mata gadis itu memicing pada sebuah sticynote diatas nakas dekat tempat tidurnya.


Zia turun dari tempat tidurnya kemudian mengambil sticynote itu,ternyata disana tertulis pesan dari sahabatnya.


Ta gue pulang dulu ya,sorry gak pamit tadi lo masih tidur.Sampai jumpa disekolah.


From:Zia,sahabat lo paling kaya.


"Dih narsis banget sahabat gue ini"komen Neta setelah membaca pesan dari Zia itu.


Ia meletakkan kembali sticynote itu ditempatnya tadi kembali,setelah itu Neta memilih untuk mandi dn bersiap siap pergi kesekolah.


~SMA Hantara~


Mobil milik Zia melaju melewati gerbang memasuki area lingkungan sekolah SMA Hantara,langsung menuju kearah parkiran khusu murid dan berhenti disana.Setelah mobilnya terparkir rapi diparkiran sekolah,barulah Zia keluar dari dalam mobilnya sambil menyandang tas sekolah dipunggungnya.


"Damai banget ini sekolah kalau gue datang pagi pagi gini,gak ada heboh atau julid sama kedatangan gue"gumam Zia melihat suasana sekolah yang masih sangat sepi.


Ya gimana gak sepi coba,orang Zia aja datangnya pas jam belum menginjak pukul enam pagi.ibarat kata temen temen satu sekolahnya rata rata baru pada bangun tidur tapi dia udah nongol disekolahan,


Suasana sekolah Zia itu masih sangat sepi sekali bahkan diparkiran aja yang Zia lihat baru ada satu mobil dan tiga motor yang terparkir disana.


Zia mulai melangkahkan kakinya meninggalkan area parkiran memasuki gedung sekolah.


Tap...tap...tap...suara langkah kaki Zia terdengar cukup nyaring saat gadis itu berjalan dikoridor,hal ini bukan karena Zia yang berlari atau sengaja menghentakkan kakinya kelantai dengan keras saat berjalan tapi karena sepanjang koridor belum ada akstivitas apapun.


"Fiks ini mah,mulai besok gue bakal berangkat sekolah sekitaran jam segini aja.Tenang banget"gumam Zia,memperhatikan koridor yang sunyi tanpa ada satupun murid disana.


Padahal saat Zia berangkat kesekolah kayak jam biasanya,pasti udah banyak murid sekolahan ini yang berkumpul disana untuk menunggu bel masuk sambil ngobrol atau bergosip ria.


Untungnya Zia bukan tipe tipe cowok penakut dan pengecut,kalau iya pasti


Setelah berjalan beberapa lama akhirnya Zia sampai dikelasnya,ia memasuki kelas ruang kelas kemudian langsung meletakkan tas sekolah miliknya diatas mejanya kemudian berjalan kembali keluar kelas setelah sebelumnya mengambil sesuatu dari dalam tasnya.


Zia memilih tak berdiam diri saja didalam kelas yang baru ada dirinya saja sendirian,menunggu teman teman sekelasnya.Gadis itu memilih untuk berjalan jalan saja menelusuri gedung sekolah yang masih sangat sepi,Zia memutuskan untuk mampir dikantin sebentar karena ingin membeli air minum dan makanan yang bisa dia gunakan untuk sarapan.


Sesampai dikantin Zia langsung membeli satu botol air mineral kemasan dan dua bungus roti kemudian mengeluarkan dompet dari dalam saku roknya untuk mengambil uang guna membayar semuanya.


"Ini mbak uangnya"ujar Zia menyerahkan uang kertas berwarna merah kepada penjual kantin.


"Aduk dek,gak ada uang pas atau pecahan lebih kecilkaj?mbak belum punya kembaliannya"ujar mbak mbak penjual kantin itu ke Zia,kantin baru saja dibuka dan Zia terhitung pembeli pertama disana jadi mbak itu masih belum punya uang kecil.


"Saya cuma bawa pecahan sama lima puluh mbak"ujar Zia.


"Kalau gitu sama aja atuh dek,gak ada kembaliannya juga kalau lima puluh ribu mah"saut mbak mbak penjual kantin itu.


"Yaudah deh mbak ambil aja kembaliannya"ujar Zia meletakkan uang kertas pecahan seratus ribu itu diatas meja etalase disana.


"Aduh sisanya kebanyakan atuh dek,jadi gak enak saya"ujar mbak penjual kantin merasa tak enak dengan pembelinya itu,gimana enggak orang sisa duit Zia masih jauh lebih banyak dari jumlah uang untuk membayar makanan dan minuman yang dibeli gadis itu.


"Enakin aja mbak,anggap rezeki"ujar Zia langsung beranjak dari sana.


"Aduh emang bener kata emak dikampung,kalau kita dari pagi udah rajin berusaha pasti ada aja jalan reseki.Ini contohnya dapet reseki dari murid kelebihan duit"ujar mbak mbak penjual dikantin itu setelah Zia pergi dari stan jualannya.


Sekeluar dari area kantin Zia langsung menuju rooftoof sekolah,ia akan memakan sarapan disana.


Zia memakan habis dua bunkus roti yang ia beli dikantin hanya beberapa saat setelah sampai dirooftoof sekolah,tak lupa setelah jeda beberapa saat setelah sarapan ia meminum obatnya.


Barulah setelah selesai sarapan dan minum obat,gadis itu memulai kebiasaannya setiap datang kerooftoof sekolah yaitu memandangi seluruh area sekolah dari atas sana.


Entah sejak kapan kebiasaannya ini muncul tapi yang jelas gadis itu sangat menikmati suasana seperti ini,sangat menenangkan dan bisa membuat fikirannya lebih jernih.


Zia itu adalah tipe gadis yang sangat menyukai suasana tenang,sepi, tanpa ada suara apapun yang mengganggu indera pendengarannya.


Gadis itu sangat fokus pada pemandangan didepannya tanpa sadar ada orang lain yang baru datang memasuki rooftoof.


"Kayaknya lo udah daftar jadi pengunjung tetap rooftoof ini deh"suara seorang cowok dari arah belakang Zia,tanpa basa basi orang itu melangkah dan mengambil posisi berdiri disebelah Zia.


"Lo ngapain pagi pagi kesini?gak lagi mau nangkep trus hukum gurkan?"tanya Zia yang sudah mengenal siapa cowok itu,dia adalah Raka ketua OSISnya Hantara.


"Gak masih pagi trus belum jam masuk juga,jadi lo aman saat ini"jawab Raka.


"Kirain"ucap Zia tanpa melihat lawan bicaranya.