One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 21



"Gua balik dulu,sempai jumpa lagi"ujar Zia pamit lalu pergi dari sana.


"Iya hati hati dijalan,jangan sampai nyasar"pesan Teo pada Zia dengan sedikit berteriak agar gadis remaja itu mendengarnya.


Zia melajukan mobilnya meninggalkan area gedung perusahaannya berada,ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang tidak terlalu tinggi hal ini karena dibeberapa jalan menuju arah mansion keluarganya terdapat beberapa titik kemacetan.


Hal ini mungkin karena jam jam segini bertepatan dengan jam orang rata rata pulang kerja,Zia menghela nafasnya beberapa kali karena lama waktu perjalanan yang dia tempuh menjadi dua kali lipat ditambah jarak antara perusahaan dan mansion keluarganya cukup jauh jadi bisa dipastikan ia mungkin akan melewati makan malam keluarganya.


Setelah melewati titik macet terakhir Zia menambah kecepatan mobilnya,untuk mempersingkat waktu tempuh diperjalanan.Tapi saat melewati sebuah jalan yang sepi Zia memperlambat jalan mobilnya karena melihat sesuatu didepan jaraknya tak jauh dari mobilnya,ada seseorang  yang memberi isyarat dengan tangan meminta mobilnya untuk berhenti.


*Itu orang kok suruh gue berhenti ya,apa begal ya atau mungkin butuh bantuan.Berhenti aja deh*pikir Zia dalam hatinya,meski ragu ragu Zia menghentikan mobilnya tepat di samping orang itu.


Setelah Zia menghentikan mobilnya,


seseorang tadi mengetuk kaca mobilnya pelan meminta untuk dibuka dan Zia pun menurutinya.Zia membuka kaca mobilnya dan melihat keluar kaca mobil dan ternyata orang itu adalah seorang remaja cowok yang Zia perkirakan sepertinya usianya tidak jauh beda darinya atau mungkin seumuran.


"Ada yang bisa saya bantu?"tanya Zia dengan formal.


"Sebelumnya saya minta maaf udah berhentiin mobil anda,saya boleh minta tolong?"tanya pemuda itu pada Zia.


"Anda mau minta tolong apa?"tanya Zia


"Anu ini ban mobil saya bannya bocor"jawab orang itu menunjuk kearah mobil merah yang ada dipinggir jalan tepat di belakang orang itu.


"Lalu,anda mau saya panggilin montir kesini?"ujar Zia,ia masih berada didalam mobilnya untuk jaga jaga karena ia belem tahu pasti maksud orang yang sedang berbicara dengannya tersebut.


"Bukan tidak perlu seperti itu,saya mau pinjam alat alat untuk ganti ban mobil kalau ada"jawab menjelaskan apa yang orang itu butuhkan pada Zia.


"Anda membawa kotak perkakas tidak?"tanya orang itu memastikan


"Oh ada,sebentar saya ambilkan"ujar Zia,gadis itu membuka pintu mobilnya dan keluar dari sana.


Zia berjalan menuju kebelakang mobilnya membuka bagasi mobilnya mencari alat alat yang dibutuhkan orang tadi,setelah menemukannya ia mengangkat kotak kecil tempat disimpannya peralatan tsb.


"Ini kotak perkakas yang anda butuhin"ujar Zia menyodorkan kotak perkakas yang dia bawa.


"Terima kasih,saya pakai dulu sebentar gak papakan gak akan lama kok"ujar orang itu,Zia hanya menganggukkan kepalanya saja.


Cowok itu mulai memulai pekerjaannya untuk mengganti ban mobilnya yang bocor dengan ban serep menggunakan peralatan didalam kotak perkakas yang dipinjamkan Zia,sedangkan Zia memilih memasuki mobilnya kembali menunggu orang itu selesai menggunakan kotak perkakas yang ia pinjamkan.


Zia melihat pada jam tangan yang melingkar dipergelangan tangan kanannya,melihat pukul berapa saat itu disana tertera 07:23.Sepertinya ia memang sudah benar benar melewati makan malam bersama keluarganya,


seperti yang ia perkirakan tadi.


Zia memperhatikan cowok yang sedang mengganti ban mobil itu dari jendela mobilnya sepertinya sudah selesai,


"Makasih banyak ya kotak perkakasnya,untung anda bersedia meminjamkannya kalau enggak gak tau deh gimana"ujar Cowok itu berterima kasih melalui jendela mobil Zia yang terbuka.


"Sama sama,kalau begitu saya permisi"ujar Zia.


"Baiklah,sekali lagi terima kasih"ujar cowok itu kembali.


Zia mengangguk kemudian menutup kembali kaca mobilnya dan segera menyalakan mesin mobilnya lalu mulai menjalankan mobilnya meninggalkan cowok tadi.


Sedangkan cowok yang ditolong tadi melihat mobil yang dikendarai cewek yang menolongnya tadi sampai tak terlihat lagi.


"Huh untung aja ada yang mau bantuin"gumam cowok itu bersyukur.


"Tapi ngomong ngomong kenapa gue gak ajak cewek tadi kenalan sekalian aja ya?Apalagi tu cewek keliatannya cantik juga,Ah kapan kapan lah semoga ketemu lagi"gumam cowok itu lagi.


Setelah itu cowok itu memasuki mobilnya dan mulai meninggalkan tempat itu juga.


Zia berjalan memasuki mansion tak lupa dengan beberapa berkas ditangannya yang ia bawa dari perusahaannya tadi.Saat ia mendekati area ruang keluarga mansion itu Zia melihat semua anggota keluarganya berkumpul bersama disana duduk di sofa,mereka terlihat sangat bahagia dan hangat satu sama lain.Tanpa dia sadari didalam hatinya muncul perasaan ingin bergabung dan berada ditengah tengah mereka juga,gadis itu memandang keluarganya sendu.


"Zia,kamu udah pulang nak?"tanya Sela sang mami menjadi yang pertama menyadari kedatangannya,mendengar perkataan maminya Zia melanjutkan langkahnya menuju ketempat anggota keluarganya itu.


"Malam semuanya"ucap Zia menyapa keluarganya.


"Malam sayang,kamu sudah pulang?"tanya Renal pada putrinya.


"Ya"jawab Zia.


"Sekarang kamu ganti bersih bersih dan baju dulu sana biar segar,ngomong ngomong kamu sudah makan malam?"ujar Sela.


"Baik mi,aku juga sudah makan malam kok"jawab Zia,ia sebenarnya berbohong soal makan malam tapi memang ia sekarang memang tidak lapar dan tidak berselera untuk makan.


"Bagus kalau begitu,nanti selesai bersih-bersih kembali dan bergabunglah kesini ya"suruh Sela.


"Baiklah,kalau gitu aku permisi dulu"pamit Zia dari sana sedikit membungkukkan kepalanya kemudian berlalu ke kamarnya yang ada dilantai atas.


Zia memasuki kamarnya dan langsung meletakkan semua berkas yang ia bawa tadi di atas meja belajarnya,


kemudian tanpa menunggu lama lagi Zia langsung menuju kamar mandinya untuk membersihkan diri.Tak memakan waktu terlalu lama ia keluar dari kamar mandi dengan sudah menggunakan pakaian santai yaitu celana panjang dengan kaos lengan pendek berwarna putih yang sedikit kebesaran di badannya.


Zia duduk di depan cermin mulai menyisir rambutnya yang terurai dengan rapi serta memakai lation beraroma lembut di seluruh permukaan tangannya beserta leher dan juga mukanya.Hanya itu saja ia bahkan tidak memakai bedak lagi tapi gadis itu sudah terlihat cantik alami.


Setelah selesai semuanya Zia meninggalkan kamarnya untuk langsung menuju keruang keluarga seperti yang mami Sela katakan padanya tadi,kakinya melangkah menuruni tangga mansion perlahan.Sebenarnya di mansion keluarganya itu ada Lift tapi Zia lebih memilih menggunakan tangga saja karena tidak terlalu jauh.