One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 310



Neta berlari kecil menghampiri mobil sang sahabat yang baru tiba didepan gerbang kediaman keluarganya,tanpa menunggu disuruh ia bergegas membuka pintu mobil dan...


"Pagi Zia Saa..yang"


"Hehehe...selamat pagi kak Lyn"


nada bicara Neta yang tadinya heboh langsung mendadak menurun dan gadis itu terlihat membungkuk sopan kepada kak Lyn yang ternyata duduk persis disamping pintu yang dia buka.


Neta melototkan matanya pada Zia saat melihat sahabatnya itu menampilkan wajah mengejek sambil menahan tawa.


*Sahabat Bang*at*umpat Neta.


Lyn menatap sahabat sang adik dari bawah sampai atas lalu


"Masuk.Kalian telat nanti"


Suara datar terkesan dingin dari kak Lyn yang memasuki indra pendengaran Neta langsung membuat gadis itu merinding seketika.


"I-iya k-kak"ujar Neta dengan tergagap,ia memasuki mobil dan duduk tepat disebelah kanan kak Lyn.


"Pindah ketengah"


"B-baik k-kak"Neta yang baru saja duduk langsung disuruh pindah posisi menjadi ditengah.Setelah bisa duduk bersebelahan dengan Zia,dengan gerakan cepat dan pasti ia langsung mencubit perut samping sahabatnya itu dengan gemas.


Zia langsung mengaduh kesakitan tanpa bersuara


"Lo mau gue mati hah"Zia berbicara tanpa bersuara dan hanya menggerakkan bibirnya saja.


Neta menjulurkan lidahnya,lalu menyamankan posisi duduknya menghadap kedepan tanpa menpedulikan sang sahabat yang kesakitan akibat cubitan maut darinya.


Lyn yang sejak tadi memperhatikan interaksi kedua bocah SMA itu hanya menggeleng pelan lalu lanjut membaca buku miliknya.


Setelah lima belas menit di perjalanan,mereka telah sampai di area kampus kak Lyn.


"Kakak pamit kuliah"pamit Lyn pada adik dan juga sahabat adiknya.


"Nanti mau aku suruh pak Hen jemput gak kak?"tanya Zia pada sang kakak.


"Gak usah,kakak pulang bareng sahabat kakak aja"jawab kak Lyn.


"Yaudah kalau gitu titip salam buat kak Callie,sampai nanti kak"ucap Zia sambil melambaikan tangannya.Pintu mobil tertutup dan mobil kembali bergerak meninggalkan area kampus tempay kakak ketiganya Zia itu berkuliah.


"Meski ekpresi sama auranya masih rada dingin,tapi makin cair aja gue liat liat kakak lo itu sama lo Zi"komen Neta pada Zia setelah mobil yang mereka naiki itu telah masuk ke jalan raya utama kembali.


"Iyakan?Sejak gue masuk RS kemarin,


kak Lyn emang kayak makin terbuka dan perhatian gitu,meskipun pas lagi didepan anggota keluarga yang lain.Gue aja rada kaget sendiri awalnya,soalnya dulu kak Lyn cuma bersikap kayak gitu pas berdua doang"ujar Zia menanggapi komentar Neta tentang sang kakak ketiga.


"Makin bagus kalau gitu"ujar Neta pada Zia.


SMA Hantara___


Kehadiran Zia kembali ke sekolah hari ini setelah beberapa hari gadis itu absen langsung menjadi sorotan dan pusat perhatian bagi murid murid disekolah itu,mulai awal ia keluar dari dalam mobil bareng Neta,sampai saat berjalan dikoridor.


Sepanjang koridor yang dirinya lalui,Zia bisa denger bisik bisikan halus para murid yang diam diam membicarain tentang dirinya.


"Lo gak ada niatan jadi seleb Zi, heboh banget para murid liat lo gak absen lagi hari ini?"ujar Neta yang berjalan disampingnya.


"Siap nona muda Zia Antara"Neta.


12 IPS1__


Kedatangan Zia memasuki ruang kelasnya-pun tak kalah hebohnya mendapat sambutan


"Widih bos muda kita akhirnya masuk juga,udah sehat buk bos?"tanya Danang yang menjadi yang pertama menghampiri Zia.


"Udah Nang,kalau belum enggak mungkin lo liat gue disini sekarang"


"Pertanyaan lo gak mutu banget Nang"


ujar Danil pada Danang.


"Bagus deh udah hadir lo Zia,gue kira ujian semester nanti anggota kelas gak lengkap"ujar Danil kini pada Zia.


"Yaah udah hadir aja lo Zia"ujar Abel si bendahara kelas.


"Lah bu bendahara enggak seneng kalau gue hadir ke sekolah?"tanya Zia yang melihat wajah kecewa si Abel.


"Seneng kok gue kalau lo hadir Zi,itu artinya lo udah sehat.Tapi tuh kita udah telanjur beliin lo bingkisan.Niatnya mau jenguk lo hari ini,batal berarti"jawab Abel sibendahara.


"Ooh gitu,yaudah lo pada makan aja itu bingkisan yang buat gue.Belinya juga pakai uang kas kelaskan,jadi gak apa apa.Tanks juga atas niat baiknya"ujar Zia pada Abel,bendahara kelasnya itupun langsung mengangguk mengiyakan.


Selesai urusan dengan sibendahara,


Neta menarik pelan lengan Zia untuk langsung ke meja tempat duduk mereka saja.Kasian Neta tuh sama sahabatnya itu berdiri lama lama ngeladenin pertanyaan temen sekelas mereka,Neta bisa nebak kalau sahabatnya itu belum sehat banget.


Disisi lain,Ken terlihat tersenyum sumringah setelah mendengar kabar kalau sang pujaan hati telah masuk sekolah lagi.Tentu yang dimaksud bukan Liona kekasihnya Ken ya, soalnya Liona tiap hari juga masuk sekolah.Yang dimaksud itu adalah Zia.


"Senyam senyum aje lu,sawan lo Ken?"ujar Juna yang sudah tentu hampir selalu ada dimana saja Ken berada terutama saat disekolah.


"Enak aja!berani banget lo ngatain gue sawan,mau gue suruh papa gue mecat bokap lo"reaksi tak bersahabat langsung ditunjukkan oleh Ken.


"Becanda bro,ancaman lo gak enak banget"ujar Juna.


"Tapi boong,orang bokap gue udah gak kerja sama bokap lo lagi*lanjut Juna tentu didalam hatinya.


"Makanya jangan coba coba ngatain gue sawan.Gue lagi happy nih akhirnya pujaan hati gue masuk sekolah lagi"ujar Ken sambil senyam senyum.


"Lah pacar lo si Liona,tiap hari selalu masuk sekolah bro.Masa lo lupa sih?padahal tiap hari kekantin bareng lo si Liona-nya"ujar Juna memasang wajah bingung padahal sebenarnya ia jelas tau maksud Ken itu siapa.


"Pujaan hati gue bukan pacar gue,jun.Beda orang,yang gue maksud itu Zia adiknya Liona pacar gue"jelas Ken pada Juna,padahal tak perlu juga bagi Juna.


"Masih aja,fokus sama pacar lo yang sekarang aja kenapa sih Ken?


Itu lo mau bikin hubungan itu kakak adek hancur dulu baru lo mau berhenti?tega lo kalau sampai kejadian"ujar Juna,untuk kesekian kalinya ia mencoba untuk membuat Ken sadar.


"Gue gak peduli sama hal yang kayak gituan.Lagia asal itu bikin Zia akhirnya jadi milik gue,why not?"


Jawaban yang Ken berikan membuat Juna benar benar tak habis pikir,


kalau bukan karena Ken temennya dan juga bukan karena permintaan Zia yang minta dia buat ngawasin si Ken.


Dari kemarin mungkin Ken udah habis bonyok dia kasih pelajaran alias ditonjok.Gak apa apa deh kalau masuk buku kasus BK juga,gedek dia sumpah!