One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 297



Saat Zia,Neta,dan Raka asik mengobrol sambil Neta yang terus menyuapi Zia secara perlahan.Pintu ruangan itu terbuka lalu dari sana masuklah Liona,Ken,Rena,dan juga Juna.


"Loh,kalian berdua udah disini toh"


ujar Rena yang melihat keberadaan Neta dan Raka.


"Iya kak Ren,gue sama Raka langsung otw kesini soalnya pas pulang sekolah"saut Neta.


"Ta,minum"pinta Zia.


"Biar aku aja"Raka dengan segera meraih gelas berisi air putih dari atas nakas lalu dengan perlahan membantu Zia untuk bisa meminumnya.


Setelah selesai minum,Raka mengambil tisu dan melap mulut Zia dengan hati hati.Semuanya memperhatikan adegan itu dengan seksama.


"Makasih Ka"ucap Zia sambil tersenyum tipis.


"Jangan berterima kasih sama pacar sendiri,udah tugas aku mau bantuin kamu"Raka.


*Buset,cepet banget berubahnya jadi aktor dan atris mode on ini dua orang*batin Neta.


"Ekhem...sebagai sahabat yang baik gue cuma sekedar mengingatkan,kalau disini bukan ada lo berdua.Plis jangan jadiin kami koplotan nyamuk ya wahai nona Zia dan pak ketos yang bentar lagi turun jabatan"ujar Neta,


tentu niatnya tak lain dan tak bukan ingin memanaskan suhu udara bagi seseorang yang baru datang.


"Tau nih lo berdua,baru datang masa kita udah disuruh jadi nyamuk ae"ujar Rena sambil berjalan mendekat ke ranjang rumah sakit tempat Zia berada sekarang.


"Sakit apa lo cil,pucet banget gue liat liat kek mayat?"tanya Rena kepada Zia,entah benar benar bertanya atau hanya sekedar basa basi karena dia sudah tahu semuanya dari mamanya.


"Demam biasa doang kak Ren,paling gara gara kecape-an"jawab Zia kepada Rena,kemudian Zia beralih menatap tiga orang yang masih stay berdiri didekat pintu.


"Kalian kok stay disana,mau langsung balik?"tanya Zia kepada tiga orang itu.


Mendengar hal itu Liona langsung menarik lengan Ken untuk mendekat ketempat adiknya itu.


"Ya masa mau langsung pulang dek,orang kakak rencananya mau jagain kamu sampai sore disini"ujar Liona kepada adiknya.


"Zia,nih kita bawain buah buat lo.Btw cepat sembuh ya"ujar Juna sambil menyodorkan kantung berisi buah apel kepada Zia.


"Ka"panggil Zia,Raka yang paham langsung menerima kantung itu mewakili Zia.


"Tanks udah bawain buah buat cewek gue"ucap Raka.


"Sama sama bro"balas Juna.


"Lo mau duduk disini Rak?"tanya Neta.


"Lo aja yang duduk disitu,gue berdiri aja disini"jawab Raka.


"Ooh oke"ujar Neta,kemudian gadis itu menoleh dan menatap kearah Liona-Ken secara bergantian sambil tersenyum miring.


"Gue denger denger kemarin ada yang baru jadian dikantin nih,infonya falid-kah?"


"Oh iya,gue baru nembak Liona kemarin dan diterima.Sekarang kita udah jadian"ujar Ken sambil tangannya menggandeng tangan Liona.


"Hehehe iya,gue sama Ken baru jadian"Liona mengatakan hal itu sambil senyum malu malu.


"Wih berarti udah move on dong lo sekarang sama besti gue?"ujar Neta menatap Ken dengan senyuman yang sama dengan yang tadi.


"Udah dong,gue udah move on sama Zia.Iya udah move on.Lagian gue rasa selama ini rasa cinta dan sayang gue lebih besar buat Liona,cuma guenya aja yang rada bego buat nyadarin itu"terdengar meyakinkan sekali kata kata itu keluar dari mulut manis Ken,namun diruangan itu hanya ada satu orang yang terperdaya dengan si mulut manis itu.Sedangkan sisanya?


hanya bisa membatin karena tak bisa mengumpat langsung ke orangnya.


*Move on pala bapak lo!tiap hari lo ngerusuh dimarkas,gara gara gak bisa dapetin Zia*Juna.


*Manis banget omongan,ingin ku muntah jadinya pas senger*Neta.


*Gak suka berantem,tapi yang satu ini layak kena tonjok sih*Raka.


*Yakin udah move one?kok mata situ masih berbinar binar ae natap adek angkat gue hm?*Rena.


*Kok bisa sih,saudari gue cinta mati sama modelan tumbal proyek kek gini*Zia.


"Bagus deh udah move on.Jagain saudari gue,awas lo bikin dia sakit atau nangis!Langsung gue jadiin tumbal proyek lo!"ucap Zia dengan tegas.


"Dek,jangan kejam kejam"tegur Liona,


namun Zia tak mempedulikan saudarinya itu.


"Gue juga kasih peringatan yang sama dan bahkan lebih parah ke kak Jevan dulu pas mau resmiin kak Gia jadi pacarnya.Kalau Ken serius,sudah pasti dia gak bakal masalah sama hal ini"ujar Zia tenang.


"Eh iya Zia.Aku eh Gue gak bakal lakuin hal yang nyakitin atau bikin nangis Liona kok"ujar Ken,terdengar agak sedikit ragu ragu bagi Zia.


"Bagus kalau gitu"Zia.