
"Gak tau,tapi orang yang nelpon itu bilang bakal segera kesini"jawab Zia.
"Dokternya udah keluar"ujar Zia langsung berdiri disusul Raka menghampiri dokter yang menangani Zia dan menanyakan keadaan sahabatnya itu.
"Bagaimana kondisi sahabat saya dok"tanya Neta kepada dokter.
"Untuk saat ini keadaan pasien baik baik saja meskipun pasien masih belum siuman"jawab dokter
"Syukurlah kalau begitu"ucap Neta langsung merasa lega karena Zia baik baik saja sekarang.
"Beruntung kalian bisa dengan cepat bisa membawanya ke rumah sakit untuk diberikan penanganan,kemungkinan pasien tak sadarkan diri disertai mimisan itu akibat penyakit yang kemungkinan diderita pasien dan itu dapat sangat membahayakan jika tidak ditangani dengan cepat"lanjut dokter itu.
"Penyakit?Maksud dokter?"ujar Neta tak mengerti apa yang dokter itu katakan,Zia punya penyakit?
"Menurut anastesi awal saya menunjukkan pasien merupakan penderita kanker darah"ujar Dokter itu yang mampu membuat Neta kembali syok tak menyangka sekaligus belum sepenuhnya percaya kalau sahabatnya itu mempunyai penyakit mematikan itu.
"Dokter pasti bercandakan?"ujar Neta.
"Maaf tapi sebagai dokter saya tak mungkin bercanda akan kondisi pasien"jawab dokter itu tegas.
"Tapi.."
"Maaf saya terlambat"ujar seseorang datang dengan nafas terengah engah akibat berlari,orang itu adalah Teo.
"Maaf,apa anda keluarga pasien?"tanya sang dokter kepada Teo.
"Saya walinya dok"jawab Teo dengan cepat.
"Baiklah,kondisi pasien saat ini sudah baik baik saja dan stabil. Hanya saja pasien belum siuman"jelas dokter kepada Teo yang baru datang.
"Maaf pak tapi ada kabar yang kurang baik tentang kondisi pasien dan saya juga sudah menjelaskan kepada gadis di samping anda yaitu menurut anestesi awal bahwa pasien memiliki penyakit..."
"Tidak usah anda lanjutkan Dok"pinta Teo
"Tap saya harus menjelaskan hal ini kepada anda selaku wali pasien"ujar dokter itu.
"Saya sudah tau kondisi pasien dok"ujar Teo.
"Adik saya itu memang penderita kanker darah stadium akhir"ujar Teo sendu,Neta yang masih berdiri disebelah Teo tak kuasa menahan air matanya mendengar pernyataan tentang sang sahabatnya itu.
"Anda sudah tau?"tanya dokter
"Ya saya sudah tau dan bahkan pasien juga sudah tau,saya ingin adik saya dipindahkan keruangan VIP dengan penanganan terbaik"pinta Teo.
"Baiklah saya akan suruh perawat untuk memindahkan pasien keruang VIP dan anda tenang saja,kami tim medis akan memberikan penanganan terbaik kami"ujar dokter
"Kalau begitu saya permisi"pamit dokter itu pamit dari sana.
"Terima kasih dokter"ucap Teo.
"Maaf apa yang tadi kakak bilang tentang Zia itu..."ujar Neta
"Kalian pasti sudah mendengar semuanya?"tanya Teo tersenyum menoleh kearah Neta dan Raka.
"Saya mohon supaya kalian merahasiakan ini dari siapapun termasuk keluarga Zia,ini adalah keinginannya dan saya harap kalian mengerti"pinta Teo kepada Neta dan Raka.
"Terimakasih sudah menolong Zia dan mengantarnya kesini,perkenalkan saya Teo kekasih kakak angkatnya Zia. kalian pasti teman satu sekolahnya Zia ya?"lanjut Teo.
"Saya Zia kak sahabat sekaligus teman sekelasnya Zia dan ini Raka ketua OSIS disekolah kita,dia yang bantuin saya buat nganter Zia ke rumah sakit"ujar Neta memperkenalkan dirinya dan juga Raka.
"Sahabat?ah senang mendengar Zia punya sahabat.Dan untukmu terima kasih telah menolong Zia"Teo menoleh kearah Raka.Raka hanya mengangguk memberi respon.
"Ini sudah sore,kalian ingin pulang atau..."
"Kalau kamu?"tanya Teo kepada Raka si ketua OSIS.
"Saya akan tetap disini,saya punya tanggung jawab memastikan setiap murid HANTARA baik baik saja apalagi saya yang mengantar gadis tadi kesini"ujar Raka.
"Baiklah kalau begitu,kalian tunggu didalam kamar rawat Zia saja tidak usah diluar sini.Sekalian saya mau titip untuk menjaganya karena saya harus mengurus adminitrasi sekaligus ingin membicarakan beberapa hal dengan dokter"ujar Teo.
"Baik kak"saut Neta dan Raka hampir bersamaan.
Setelah itu Neta dan Raka langsung masuk kedalam kamar rawat Zia sedangkan Teo seperti yang pria itu katakan tadi,ia pergi menuju ke bagian adminitrasi rumah sakit.
~flaskback off~
"Gitu ceritanya"ujar Neta mengakhiri ceritanya kepada Zia.
"Makasih ya Ta udah nolongin gue"ucap Zia dengan tulis kepada Neta.
"Gak usah makasih segala,gue sahabat lo jadi udah mestinya gue nolongin lo"ujar Neta.
"Zia,lo juga harus makasih sama anak ini"ujar Teo kembali mendekat ke tempat tidur pasien dimana Zia berada,pria itu menarik Raka untuk mendekat juga.
"Buat lo meskipun gue gak kenal nama lo siapa,tanks udah nolongin gue"ucap Zia menatap kearah Raka yang berdiri di samping Teo.
"No problem"balas Raka.
"Dan gue denger dari kak Teo,lo berdua udah tau tentang keadaan gue jadi gue mohon banget supaya ini gak bocor ke siapapun termasuk keluarga gue"pinta Zia dengan tatapan memohon kepada Neta dan Teo.
"Tenang aja Zi gue janji bakal tutup mulut asal lo harus janji sama gue buat kedepannya kapanpun sakit lo kambuh lagi,lo harus kasih tau gue"ujar Neta.
"Oke,gue bakal kasih tau lo"balas Zia.Setelah itu Zia menatap kearah Raka menunggu jawaban dari cowok itu.
"Itu bukan urusan gue dan gue gak punya hak buat kasih tau ke siapapun karena itu hak privasi lo,jadi gue setuju"ujar Raka.
"Huf...bagus deh kalau gitu"ujar Zia terlihat sangat lega rahasianya akan aman.
"Ekhem..."dehem Teo memfokuskan atensi ketiga remaja SMA itu kepadanya.
"Sekarang udah jam setengah delapan,Neta sama Raka lebih baik pulang dulu takutnya keluarga kalian nyariin lagi"ujar Teo
"Loh kok cuma mereka yang disuruh pulang,gue gak pulang juga kak?"tanya Zia saat mendengar namanya tak disebut.
"Nggak lo harus nginep disini sampai keadaan lo benar benar mendingan baru boleh pulang"jawab Teo.
"Kok gitu sih,trus kalau papa sama mami trus Lio nyariin gue gimana?"tanya Zia berusaha mencari alasan untuk diizinkan pulang.
"Gue udah telpon rumah keluarga lo bilang kalau lo ada urusan pekerjaan yang gak bisa ditunda,jadi lo gak bisa pulang ke rumah"jawab Teo.
"Trus besok sekolah gue gimana,gue tetep masukkan?"tanya Zia lagi.
"Besok lo libur dulu,nanti gue urus surat izinnya"ujar Teo.
"Ya..h"ujar Zia kecewa.
"Kalian berdua pulang naik apa?perlu saya suruh orang buat antar kalian?"tanya Teo kepada Neta dan Raka.
"Saya pulang naik mobik saya dan Neta biar saya saja yang antar,kebetulan searah"jawab Raka.
"Dan satu lagi kak,surat izin cewek itu besok biar saya saja yang urus"lanjut Raka.
"Ah baiklah kalau gitu,terima kasih banyak"ucap Teo.