
"Sial!"
Ken mengumpat setelah membaca salah satu headline berita yang memuat tentang gadis yang dia taksir,kapten basket SMA HANTARA itu mengumpat kesal karena berita online itu menampilkan potret Zia yang ditaksir tengah bergandengan dengan Raka yang diketahui sebagai kekasih gadis itu.
Menurut Ken,dia-lah yang seharusnya pantas berada difoto itu bersama Zia bukan Raka.Dia-lah yang pantas menyandang gelar sebagai kekasih Zia bukan malah siRaka yang tak jelas itu menurutnya.
"Awas aja siRaka itu,gue hajar dia nanti"gerutu Ken.
"Jangan macem macem bos,inget posisi Raka disekolah ini.Ketos sekalgus pemegang juara umum plus kesayangan guru"ujar Juna yang sejak tadi menjadi satu satunya saksi kekesalan Ken.
"Trus menurut lo,gue harus takut gitu sama ketos gak berguna itu?"ujar Ken sambil menatap tajam Juna.
"Bos mungkin gak takut sama Raka,tapi lo harus inget kalau lo sampai apa apain dia.Pihak sekolah sudah pasti bakal bertindak dan lagian lo mau Zia jadi benci lo,gara gara nyakitin cowoknya.Gitu bos"ujar Juna menjelaskan kepada Ken supaya kawannya itu tidak melakukan tindakan untuk mencelakai Raka.
"Cks,apa bagusnya sih siRaka Raka itu?kaya lebih kaya gue,ganteng so pasti gantengan gue,berprestasi?gue juga berprestasi dibasket,orang tua?
Ortu gue pengusaha kaya raya sedangkan si Raka bukan dari kalangan pengusaha.Gue yakin kalau Zia keliru milih pacar,seharusnya itu gue yang udah jelas anak kaya raya"Ken lagi lagi mendumel kesal tentang hubungan Zia dan Raka serta merasa tak habis fikir dengan Zia yang menolaknya mentah mentah.
*Lo kaya sih,tapi kayaan Zia-lah jadi dia gak butuh harta lo.Sikap juga jujur bagusan Raka kemana mana,
lagian kalau gue jadi cewek juga gue gak bakal milih cowok arogan sama gak tau malu kayak lo Ken*batin Juna.
"Ya yang namanya cinta emang gitu Ken,gak bisa dibandingin sama harta benda"ujar Juna kepada Ken.
Tentu dia tidak akan berani mengutarakan isi batinnya langsung kepada kawannya yang emosionalnya yang tak terjaga ini,Juna juga masih punya belas kasihan untuk tak mengatakan itu langsung kepada Ken.
"Mana ada cinta yang kayak gitu zaman sekarang"ujar Ken mengomentari perkataan Juna barusan.
Cowok itu kini duduk disalah satu kursi ditempat mereka itu,kalau kalian nanya dimana kini kedua orang ini berada?jawabannya Ken dan Juna lagi ada digudang sekolah yaitu tempat yang memang bisa mereka gunakan untuk nongkrong bersama anak anak lain disekolahan.
"Yaudah kalau lo gak percaya"ujar Juna.
"Btw kalau lo masih berharap dapetin Zia,kenapa beberapa waktu terakhir ini lo makin gencar deketin Liona kakaknya?"tanya Juna,ia mulai melakukan tugasnya sebagai orang dalam.
Ken tersenyum licik setelah mendengar pertanyaan dari Juna itu
"Gue gencar deketin Liona biar tuh cewek gak bisa lepas dari gue,jadi gue bisa lebih mudah memperalatnya biar gue bisa selalu ada disekitar Zia"jawab Ken,terdengar sangat licik menurut Juna yang mendengar jawaban kawan itu.
"Gini deh Ken gue punya satu pertanyaan lagi buat lo"ujar Juna.
"Cara ngomong lo kok kayak lagi mengintrogasi sih tapi oke,apa yang pengen lo tanyain"ujar Ken mempersilahkan Juna bertanya kepadanya,tak sadar sama sekali kalau Juna tengah menjalankan tugas
dari seseorang.
"Pertanyaan gue adalah semisalnya nih ya lo udah kerja keras banget buat dapetin Zia,tapi ini seandanya loh ya.Tapi lo gak bisa juga buat dapetin hatinya Zia nih,itu nasib Liona yang lo kasih harapan gimana?
maksud gue lo bakal lepasin Liona dari lo peralat atau gimana?"Juna mengajukan pertanyaan yang panjang kepada Ken,sedangkan Ken yang mendapatkan pertanyaan itu terlihat berfikir sejenak lalu kemudian menjawab pertanyaan dari Juna itu.
pegang kata kata gue Jun"Ken menjawab pertanyaan Juna persis seperti seorang cowok brengsek.
Juna sampai jadi ingin tahu bagaimana nasib atau apa yang akan Zia perbuat saat tau sifat licik dari Ken.Jujur Juna yang lagi ngedengerin jawaban Ken itu langsung gedeg sama tuh orang,dalam hati Juna semakin yakin pilihan dia buat bantuin Zia itu bukan pilihan yang salah.
Skip__
Media online✓
Identitas akhirnya terungkap,putri tunggal dari keluarga Antara yaitu nona Zia Antara ternyata bukan gadis biasa.Diusia yang muda,Nona Zia
(17tahun)merupakan CEO sekaligus pemilik utama F'COMPANY.
F'COMPANY sendiri adalah salah satu perusahaan besar yang juga memiliki cabang diluar negeri,nona Zia mewarisi perusahaan tersebut dari mendiang sang ibunda yaitu Nyonya Celine Antara.Terkuak pula bahwa nona Zia menolak tawaran langsung sang ayah yaitu tuan Antara untuk menjadi pewarisnya,hal ini disampaikan langsung oleh tuan Antara pada pesta perusahaan yang diadakan semalam.
BeritaBisnis✓
Putri bungsu tuan Antara adalah seorang pengusaha muda,CEO sekaligus pemilik F'COMPANY.Mewarisi darah bisnis sempurna dari kedua orang tuanya yaitu Tuan Renal Antara dan Nyonya Celine Fransisco.Disebut sebagai anak yang paling membanggakan oleh tuan Renal Antara sendiri.
Arga membaca banyak berita tentang adik bungsunya dimedia online, awalnya raut wajah putra tertua Rena itu nampak senang karena keberadaan sang adik akhirnya sudah dipublikasi kepublik.Namun raut wajahnya perlahan berubah setelah membaca lebih banyak,terutama saat membaca komentar masyarakat pada setiap portal berita yang dia baca.Entah kenapa tapi Arga tiba tiba merasa panas sekarang.kata kata yang diketik dikolom kometar terasa berputar terus dibenaknya
"Dulu ada yg nuduh dia mau ngerebut harta papanya,tuh ditawarin aja dia nolak"
"17 tahun?dia paling sukses diantara kakak2nya"
"Anak tuan Renal yang paling keren"
"Pantes disembunyiin,paling sempurna ternyata"
"Berliannya keluarga Antara ini mah"
"Satu satunya keturunan darah murni pebisnis dikeluarga cuy"
Arga melamun mengingat ingat kata kata dikolom komentar portal berita itu.Pemuda itu baru tersadar dari lamunannya setelah ada yang masuk kedalam ruangannya.
"Huh,itu karyawan pada gosib mulu"
ternyata Gia kembaran dari Arga yang masuk kedalam ruangan itu sambil mengerutu.
Melihat kedatangan kembarannya itu, Arga mengalihkan pandangannya dari laptop menuju ke sang kembaran yang kini sudah duduk dihadapannya.
"Kenapa datang datang ngedumel sih Gi?"tanya Arga kepada Gia kembarannya.
"Kuping gue panas dengerin para karyawan yang ngegosipin anak sialan itu terus dari pagi,gak dilobi gak disela sela meating"dumel Gia terlihat penuh dengan kekesalan.