
Cek...cek...cek...
Selamat Malam Semuanya Saya Ucapkan kepada Seluruh Tamu Undangan Yang Hadir Hari Ini,Salam Dari Saya Selaku Pembawa Acara Pada Malam Hari Ini
Suara pembawa acara mulai terdengar dari atas panggung yang memang sudah disediakan oleh pihak penyelenggara pesta,mendengar suara pembawa acara itu dari atas panggung membuat para tamu undangan segera berkumpul disekitar area panggung kecil itu.
Pihak media yang juga turut diundang bersiap diposisi masing masing.
Hadirin Sekalian,Dengan Hadirnya Saya Diatas Panggung ini.Maka Acara Malam Ini Resmi Dimulai.
Prok...prok...prok...gemuruh tepuk tangan langsung terdengar dari para tamu undangan setelah pembawa acara mengatakan pesta malam ini resmi dimulai.
Pembawa acara kembali bicara
Dan Sebelum Kita Semua Lanjut Untuk Menikmati Pesta Malam Ini,Alangkah Baiknya Kita Memberikan Waktu Kepada Pimpinan Sekaligus Pemilik ANTARA GROUB yang menjadi Tuan Rumah Malam Ini Untuk Memberikan Sambutan Serta Beberapa Pengumuman Untuk Kita Semua.Oleh Sebab itu dengan Segala Rasa Hormat,Saya memberikan Waktu dan Tempat Kepada Tuan Renal Antara untuk naik keatas Panggung. Silahkan...
Gemuruh tepuk tangan kembali terdengar seiring langkah kaki Tuan Renal Antara mulai naik keatas panggung.Laki laki lima anak itu nampak masih terlihat gagah dengan balutan Jas dan kemeja yang rapi malam ini.Meski sudah tak muda lagi namun wibawa dan aura bersahaja dari tuan Antara masih sangat terasa.
Tuan Antara tidak langsung bicara setelah menerima mic dari pembawa acara,laki laki itu terlebih dahulu menyebarkan pandangannya keseluruh tamu undangan yang hadir saat itu dan berakhir diseluruh anggota keluarganya.
"Selamat Malam Semuanya"
Tuan Renal mengucapkan selamat malam sebagai permulaan dan langsung mendapat sautan dari para tamunya.
"Pertama tama saya Renal Antara selaku pimpinan sekaligus pemilik dari ANTARA GROUP mengucapkan terima kasih atas waktu dan kesediaannya untuk bisa hadir memenuhi undangan malam ini "
tuan Renal memberi jeda sejenak.
"Karena Saya tidak ingin mengulur waktu para hadirin lebih banyak lagi,maka saya akan langsung saja masuk pada poin poin yang hendak saya sampaikan kepada para hadirin semuanya"
Perkataan tuan Renal itu membuat para tamu undangan menjadi penasaran dan menanti apa poin poin yang hendak pengusaha sukses itu sampaikan kepada mereka.
"Poin pertama adalah malam ini saya akan memperkenalkan kembali semua anggota keluarga utama saya tanpa terkecuali,dan itu artinya termasuk putri bungsu saya"
Kini perkataan tuan Renal berhasil membuat heboh para tamu undangan, meski yang hadir hari ini rata rata adalah mereka dari golongan penting,
sebagian besar adalah dari pengusaha pebisnis besar dan sukses.Namun saat tuan Renal mengatakan akan memperkenalkan putri bungsunya yang dalam artian mempublikasikannya, tentu siapa yang tidak heboh.
Keberadaan putri bungsu keluarga Antara yang sebelum sebelumnya hanya rumor dimasyarakat dan akhirnya beberapa waktu lalu keberadaan gadis itu telah terkonfirmasi ke media benar adanya setelah kemunculannnya dibandara.Dan kini keluarga besar dan ternama itu benar benar akan mempublikasikan secara resmi putri bungsu mereka itu secara terang terangan untuk pertama kalinya.
akan terlihat jelas saat itu juga.
Raka menggenggam erat telapak tangan gadis disebelahnya,cowok itu tahu kalau Zia tengah merasa gugup setenah mati sekarang terbukti dari telapak tangan gadis itu terasa membeku saat bersentukan dengan permukaan kulit telapak tangannya.
"Pertama-tama mari saya persilahkan untuk istri saya Sela Antara untuk naik keatas panggung"
Tuan Antara mempersilahkan sang istri untuk menyusulnya naik keatas panggung,nyonya Sela-pun langsung menaiki atas panggung dan berdiri disebelah tuan Renal sesuai dengan perkataan sang suami.Bukan hanya nyonya Sela saja tapi tuan Renal juga mulai memanggil satu persatu anak anaknya untuk menyusulnya dan sang istri keatas panggung.Dimulai dari sikembar Arga-Gia,disusul Lyn sang anak ketiga,kemudian sang anak keempat yaitu Liona.Dan ini tibalah giliran sang putri bungsu yang dipanggil naik ketas panggung.
"Kini saat saat yang mungkin kalian semua tunggu,saya minta putri bungsu saya untuk naik keatas panggung"
Hening terasa sekarang,semua orang tiba tiba kompak terdiam melihat kearah jalan naik keatas panggung.
Mereka menanti siapakah yang akan naik memenuhi panggilan dari tuan Antara,namun beberapa saat menunggu tidak ada yang terlihat maju dan hal itu tentu membuat mereka bertanya tanya apa yang terjadi.
Zia ditempatnya terdiam,ia mendengar jelas panggilan sang papa untuk dirinya namun tubuhnya tiba tiba terasa kaku.Gadis itu tahu malam ini dirinya akan resmi diperkenalkan kepublik,ia juga tahu saat seperti ini akan tiba tapi tetap saja membuatnya kelu dan Zia mulai berfikir apakah dirinya masih punya kesempatan menghindar? Zia juga sadar kalau kini semua arah pandang mata keluarganya yang berada diatas panggung tertuju padanya dan sebagian besar diantaranya memberikan tatapan penuh harap supaya dirinya maju naik keatas panggung.
"Putri bungsuku,nona muda Zia Antara mari naik keatas panggung nak"
Tidak ada jalan lain lagi ternyata, namanya sudah disebut oleh sang papa.
Tap...tap...tap...Akhirnya Zia memberanikan dirinya melangkah mendekati panggung,entah kenapa suara hak gadis itu dan lantai yang beradu terdengar sangat nyaring.
Semua pandangan langsung terpusat kepada Zia yang sudah mulai naik keatas panggung,suara dan cahaya flass camera mulai muncul dan terdengar ramai.Tidak ada satupun yang menyia-nyiakan waktu barang sedetikpun untuk tidak memusatkan perhatian pada sosok gadis itu.
Kini disinilah Zia,berdiri diantara papa dan maminya.Zia juga dengan cepat mampu mengendalikan dirinya sendiri sehingga bisa menatap langsung para tamu undangan.Gadis itu bisa menemukan kak Anna dan kak Teo serta Raka yang terlihat memberikannya semangat dari tempat ketiganya berdiri.
Zia menerima Microphone dari sang papa lalu
"Selamat Malam Semuanya.Perkenalkan nama saya adalah Zia Antara.Putri bungsu dari keluarga Antara.Salam kenal"
Setelah mengatakan hal itu gadis itu membungkuk sebentar sebagai tanda hormat dan seiring itu suara tepuk tangan terdengar untuk kesekian kalinya dari para hadirin.
Zia kembali berdiri dengan posisi sempurna,senyum manis dari bibir gadis itu tak luntur sama sekali dan tentunya sangat terlihat memukai.
*Gadis kecil yang manis,mata da senyuman yang sama persis seperti dirimu.Celine*suara batin seseorang yang berdiri diantara para tamu undangan.