
Sekarang sudah menunjukkan sekitaran pukul delapan-an malam,Lyn berjalan dilorong rumah sakit menuju salah satu kamar VIP pasien disana.
Lorong rumah sakit memang terbilang agak lengang dilantai itu sehingga suara tapak sepatu yang dia kenakan terdengar cukup nyaring saat beradu dengan lantai meski dirinya melangkah dengan tenang.
Langkah Lyn terhenti setelah sampai didepan pintu kamar adik bungsunya, tangan gadis itu terulur dan dengan perlahan membuka pintu ruangan itu.
Lyn melangkah sepelan mungkin untuk meminimalisir suara yang dapat ditimbulkan,hal ini untuk menghindari mengusik seorang gadis remaja yang tengah terlelap diatas dipan rumah sakit serta kedua orang tua mereka yang terlihat tertidur disofa yang jaraknya cukup jauh dari dipan yang ditempati sibungsu.
Setiba disamping ranjang yang ditempati Zia,Lyn menyimpan tas yang dia bawa kemudian menatap sendu dan penuh kasih sayang adik bungsunya itu sejenak.Lalu ia berbalik memasuki kamar mandi yang ada disana dengan membawa baju ganti yang dia bawa didalam tasnya,selang beberapa saat gadis itu keluar dari sana dengan tampilan wajah yang lebih fres karena habis mencuci muka dan juga pakaian yang berbeda.Lyn sekarang hanya mengenakan kaos lengan pendek putih polos dan celana panjang serta rambut yang tadinya diikat kini terlihat digerai.Gadis yang berstatus sebagai seorang mahasiswa itu kembali menghampiri tempat tidur adik bungsunya.Dengan pergerakan yang lembut,Lyn mulai membaringkan dirinya disebelah sang adik dengan hati hati.Gadis itu juga memastikan dirinya tak mengusik lengan sang adik yang terpasang infus,Lyn melingkarkan lengannya memeluk Zia.Saat dirinya hendak memejamkan mata untuk bergabung tidur,namun gadis muda yang sejak tadi terlihat tertidur malah bersuara dengan suara pelan nyaris berbisik.Sehingga terjadilah percakapan singkat antara keduanya.
"Kakak terlambat"
"Kakak tau itu,maaf untuk itu"
"Bukan masalah,aku paham"
"Tak apakan jika kakak bergabung tidur disebelahmu sambil memeluk seperti ini?"
"Tak apa,pelukan kakak nyaman.Aku menyukainya"
"Kakak tau,dokter bilang besok sore mungkin aku sudah bisa pulang"
"Itu kabar bagus,kakak senang mendengarnya"
"Aku tadi berencana mengajak kakak ke taman rumah sakit seperti malam sebelumnya,tapi papa mami kali ini benar benar menolak untuk pulang. Tapi begini juga menyenangkan"
"Kakak melihat mereka tertidur disofa.Itu berarti malam ini kita dilarang bergadang,jadi ayo tidur saja"
"Hm,baiklah"
"Selamat malam,putri kecilnya mami Celine"
"Selamat malam juga,putri terkokohnya mama Celine"
Kedua gadis itu memejamkan mata mereka masing-masing setelah saling mengucapkan ucapan selamat malam kepada satu sama lain.
Skip__
Tuan Renal melihat jam tangan yang melingkar dipergelangan kirinya, sudah pukul setengah tujuh pagi.
Beralih dari jam tangan,kini tuan Renal menatap sekeliling dalam ruangan kemudian pandangannya tertuju pada ranjang rumah sakit.
Kening laki laki paruh baya itu sedikit berlipat saat menemukan sosok lain diatas ranjang rumah sakit kecuali putri bungsunya,tuan Renal beranjak dari tempatnya berjalan mendekat dan dirinya dapat melihat dengan jelas ternyata anak ketiganya lah yang bergabung dengan sibungsu tidur disana.
Tuan Renal tersenyum melihat bagaimana Lyn anak ketiganya terlihat memeluk erat sang adik bungsu.Dan dalam hati laki laki paruh baya itu membenarkan perkataan putri tertuanya waktu itu tentang bagaimana anak ketiganya bersikap dan memperlakukan sibungsu dengan sangat berbeda ketimbang saat bersama orang lain.
Tuan Renal ingin melihat moment didepannya ini lebih lama,namun mengingat sekarang sudah pukul setengah tujuh yang berarti dirinya harus membangunkan anak ketiganya sekarang.Lyn mungkin punya kelas pagi hari ini.Laki laki paruh baya itu menepuk nepuk pelan pipi anak ketiganya,membuat tidur Lyn langsung terusik akibat ulah sang papa.
"Papa"ujar Lyn dengan suara parau khas orang baru bangun tidur saat menyadari siapa yang mengganggu mimpi indahnya.
"Ayo bangun nak,Lyn hari ini punya kelas pagi tidak?"ujar tuan Renal dengan suara pelan supaya yang termuda yang masih tertidur tidak terusik oleh suaranya.
Beberapa detik kemudian tuan Renal dapat melihat putri ketiganya mengangguk pelan,yang berarti gadis itu memang punya kelas pagi hari ini.
Cup...Tuan Renal sempat sedikit cengo saat melihat bagaimana putri ketiganya mengecup kening sibungsu sebelum akhirnya beranjak turun dari atas ranjang rumah sakit lalu langsung berlalu begitu saja memasuki kamar mandi yang tersedia disana.
*Putri ketigaku benar benar tidak apa-
apakan?*batin laki laki itu.
_________&&&&_________&&&&_________&_&&__
Hai semuanya,apa kabar?semoga baik selalu.
Buat kalian yang sering mampir,jangan lupa: like,komen,vote,rate,cerita ini ya(Segala saran dan kritikan yang mendukung selalu author terima dg baik kok).
Dan sebagai selingan buat kalian semua yang selalu mampir kecerita ini,kalian mampir juga yuk ke cerita bergendre Horor+fantasi pertamaku yang berjudul:"WARISAN KUTUKAN KUNO".Lumayan sambil nunggu cerita ini up bab baru,baca dulu cerita yang satu ini.Buat yang berminat aja tapi,kalau enggak ya gak masalah.
See You,semangat selalu menjalani hari hari kalian❤️🥰.
~LN004~