One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 182



"Enggak terganggu sama sekali kok, ngomong ngomong Lio ada mau mampir kemana gitu sebelum pulang?"tanya kak Arga.


"Mampir?hm didekat sini ada mall-kan,kita mampir kesana dulu gak papa kak?"saut Liona.


"Gak papa,oke kita mampir kemall dekat sini dulu sebelum pulang"ujar kak Arga kepada Liona,anak tertua keluarga Antara itu menjalankan mobilnya menuju kemall yang dimaksud.


~Dimall~


"Kamu tunggu kakak disini sebentar ya Lio,kakak mau kekamar kecil sebentar"ujar kak Arga kepada Liona adiknya.


"Iya kak,jangan lama lama tapi"ujar Liona.


"Iya gak lama kok,cuma sebentar aja"


Ujar kak Arga sebelum benar benar pergi menuju ketempat dimana toilet dimall itu.


Sembari menunggu kakak laki lakinya itu,Liona memilih untuk memperhati kan sekitarnya.Tiba tiba sorot matanya ia sengaja tajamkan saat ia tak sengaja melihat sosok adik satu satunya tengah duduk disalah satu meja tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini,Liona awalnya berniat langsung menghampiri adiknya tersebut namun ia urungkan dan memilih meneleponnya saja.


Liona segera mengambil ponsel genggamnya dan langsung menghubungi ke nomor telepon Zia,tak lama kemudian ia bisa melihat saudari termudanya itu menaruh ponsel mendekat ketelinga.


"Halo Lio,ada apa nelpon?"suara Zia langsung terdengar melalui ponselnya.


"Halo dek,kok nanyanya gitu dih?gak suka kalau kakak nelpon kamu"Liona mulai bicara menjawab perkataan sang adik,namun matanya masih terus mengawasi gerak gerik sang adik dari jauh.


"Gak gitu Lio,gue cuma nanya aja kenapa lo nelpon gue?"Zia.


"Lo ada dimana dek?"Liona tak menjawab melainkan menanyakan hal lain kepada Zia.


"Gue lagi diluar Lio"jawab Zia


*Oke berarti Zia gak bohong*batin Liona.


"Kenapa emang?"tanya Zia.


"Pantesan kakak cari dari tadi tapi lo gak ada dirumah dek"ujar Liona sedikit berbohong.


"Tadi pagikan gue udah bilang,kalau gue sepulang sekolah ada jadwal pertemuan sama orang"Zia


"Emangnya pertemuan sama siapa dek?"tanya Liona.


"Sama salah satu klaen penting peruhaan gue lio"Zia.


"Padahal kakak pengen ngajak kamu temenin kakak kemall dek"ujar Liona


"Lain kali aja ya"


"Oke deh,tapi nanti malam datengkan?"tanya Liona.


"Eh udah dulu ya Lio,gue masih ada urusan penting nih"


"Yaudah,sampai jumpa nanti malam dek"Liona.


"Ya,bai sampai jumpa nanti malam"


Zia.


Pip...panggilan ditutup sepihak lebih dulu oleh adiknya itu.


*Sejak kapan sahabat kamu Neta,jadi klaen penting perusahaanmu dek?* batin Liona setelah melihat Neta sahabat adiknya itu datang menyamperin meja dimana Zia sang adik berada sejak tadi.


*Sejak kapan juga pertemuan dengan klen,dijamu makan ice cream dan gak bawa berkas apapun*batin gadis itu saat melihat sang adik yang terlihat asik mengobrol dengan Neta.


"Lio"suara sang kakak laki laki yang baru saja kembali dari toilet, langsung menyadarkan gadis itu.


"Eh kak Arga,udah?"tanya Liona pada sang kakak.


"Udah,kamu liatin apaan sampai bengong kayak gitu?"tanya kak Arga sambil melihat sekeliling.


"Loh bukannya itu Zia ya Lio?kayaknya lagi sama sahabatnya?"tanya sang kakak.


"Gak usah diliatin kak,yuk pulang"ajak Liona langsung menarik tangan sang kakak sebelum kak Arga mempunyai niat untuk menyamperin tempat adik mereka itu.


"Eh eh,pelan pelan Lio"ujar kak Arga.


~Flasback off~


"Malam Semuanya,maaf Gia telat"suara seseorang yang yang sejak tadi ditunggu tunggu sekaligus seseorang yang merencanakan makan malam ini akhirnya datang juga.


"Malam sayang"saut kedua orang tua.


"Malam kak/Gi"saut kedua adik dan kembarannya,kenapa hanya tiga orang? itu karena seperti biasa,Lyn hanya diam tak bersuara.


"Ayo sini duduk Gi,mulai makan malamnya"pinta Arga kepada saudari kembarnya itu.


"Tunggu bentar Ga,aku lagi nungguin seseorang dulu"saut Gia yang masih setia berdiri didekat pintu masuk ruangan privat restorant itu.


Tap...tap...tap...tak lama berselang seseorang lainnya datang memasuki ruangan itu,seseorang dengan setelan jas formal lengkap.


"Malam semuanya"suara berat dari seorang laki laki yang sekarang berdiri disamping Gia.


"Loh nak Jevan/Jevan/kak Jevan" langsung terdengar respon kaget semua anggota inti keluarga Antara-Gia+Lyn tentunya,saat melihat kehadiran pria itu disana.