One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 232



Kediaman Antara___


Jam waktunya makan malam akan segera tiba,namun sebgian besar anak anaknya tuan Renal dan nyonya Sela masih belum turun alias masih berada dikamar masing.


"Ini tiga adik kamu yang lain kenapa belum turun Ga?"tanya sang pada kepada yang Arga sebagai yang tertua.


"Masih dikamar mereka pa,Gia tadi pas Arga cek juga baru mau bersih bersih"jawab Arga kepada sang papa.


"Lyn sama sibungsu Zia juga masih sama,sepertinya hari ini mereka sibuk sekali pa.Bahkan ketiga putrimu itu yang paling akhir pulang hari ini"ujar nyonya Sela pada suaminya.


"Tapi sepertinya hari ini semua orang dirumah ini sibuk cuma Lio aja yang enggak,buktinya dari pulang sekolah sampai sore.Cuma Lio yang dirumah,yang lain pada keluar"


Liona turut dalam pembicaraan.


"Tadi mama ajak kamu ikut arisan gak mau,katanya biar mama pergi sendiri aja.Lagi pula anak mama kok mama perhatiin gak pernah ikut eskul lagi pulang sekolah,udah berhentikah?" tanya sang mama pada Liona.


"Gak berhenti sih ma,cuma anak kelas 3 emang gak diharusin lagi ikut eskul.Palingan kalau ada rapat aja,


selebihnya biar anggota yang dari adik tingkat yang ngurus"ujar Liona menjawab pertanyaan mamanya.


"Begitu rupanya"ujar nyonya Sela setelah mendengar penjelasan anak keempatnya itu.


"Malam semuanya"


Zia,Gia,Lyndatang bersamaan(tp cuma Zia dan Gia aja yang ngucapin selamat malam ya guys,Lyn mah cuma numpang muka aja ditengah dua saudarinya itu).


"Nah akhirnya kalian datang,ayo mulai makan malamnya"ujar tuan Renal memberi intruksi untuk memulai makan malam pada malam itu.


Ruang keluarga___


"Sudah lama kita tidak berkumpul seperti ini,jadi bagaimana hari kalian hari ini anak anak?"tanya tuan Renal memulai topik pembicaraan dengan menanyakan bagaimana anak anaknya menjalani kegiatan mereka seharian ini.


"Biar Arga yang pertama,hari ini kakak cukup sibuk dikantor.Soalnya kakak dipilih buat menjadi salah satu tim pewawancara untuk para calon karyawan baru,kakak awalnya agak kerepotan sih tapi akhirnya lumayan kebantu sama karyawan senir dikantor.


Ah iya tadi kakak sempat kekampus sebentar karena ada temen kuliah,trus habis itu balik kekantor udah deh.Itu aja sih hari ini"Arga menjadi yang pertama menceritakan kegiatannya seharian.


"Kalau Gia sih tadi sih paginya ngurusin berkas perusahaan,siangnya mampir kekantornya Zia,pulang dari sana langsung balik kekantornya papa lagi buat ketemu papa untuk membicarain calon proyek baru dari salah satu pebisnis luar"ujar Gia meringakas kegiatannya.


"Proyek dari pebisnis luar,lo dapat info proyeknya dari mana?ditawarin langsungkah?"tanya Arga penasaran.


"Ya mana mungkin pebisnis luar mau nawarin gue proyek gede sedangkan gue masih itungan karyawan pemula,


pakai orang dalamlah"ujar Gia santai.


"Hah orang dalam?lo nyogok?!"tanya Arga dengan wajah panik.


"Enak aja nyogok,gak lah"saut Gia langsung membantah kecurigaan kembarannya itu,lagi pula Gia masih waras buat nyogok orang dalam.


"Udah udah,kenapa kalian berdua malah kayak orang mau debat.Gia itu gak nyogok Arga,tapi nama kembaran kamu diajuin sama orang dalam itu sebagai perantara kerja sama antar perusahaan kita sama pebisnis luar itu.Papa udah baca berkasnya kok tadi,aman semuanya"ujar tuan Renal kepada putra tertuanya itu.


"Ya meskipun papa juga penasaran siapa orang dalam yang dimaksud Gia itu"tambah laki laki itu.


"Tadikan Gia udah bilang,apa alasannya sama papa"ujar Gia pada papanya.


"Okelah,sekarang bagaimana dengan tiga putri papa yang lain hmm?"tuan Renal.