
Tit...tit...tit...suara klakson mobil terdengar bersaut sautan,bisa ditebak apa yang terjadi jika kondisi ini terlihat dijalan raya.Tentunya sudah pasti kalau sekarang sedang terjadi macet,Ya mobil Zia yang ditumpangi oleh dirinya dan Gia kakaknya memang tengah terjebak macet.
Jam mereka pulang ini memang bertepatan dengan jam pulang kantor pada umumnya,Zia memberanikan diri menoleh kesamping untuk memerikasa keadaan sang kakak.Zia dengan cepat langsung melihat kearah depan lagi karena melibat raut wajah yang tidak mengenakkan terlihat jelas dimuka kakaknya itu,tentu Zia tak mau mengambil resiko jika sampai mengusik kakaknya yang terlihat tengah menahan emosi itu.
"Ini gara gara kau terlalu lama tidur tadi,kita jadi terlambat pulang dan terjebak macet"oceh kak Gia kepada Zia.
"Kenapa ini jadi salahku kak, kakakkan bisa saja membangunkanku tadi dan tak perlu menungguku sampai bangun"saut Zia tak terima disalahkan oleh saudari tertuanya itu.
"Kurang kerjaan amat gue harus bangunin bocah parasit kayak lo!"balas Kak Gia,berbicara dengan gaya bahasa non formal.
"Gue bukan bocah parasit kak"bantah Zia tak terima disebut bocah parasit,gadis itu juga ikut berbicara dengan bahasa non-formal.
"Parasit mana ada sih yang ngaku parasit kayak lo contohnya,jadi parasit dikeluarga gue"ujar Kak Gia masih terus saja.
"Keluarga kakak itu keluarga Zia juga ya"saut Zia.
"Enak aja,lo cuma anak parasit yang juga menjelma menjadi parasit.Tanpa lo ada lo lahir didunia inipun, keluarga gue bakal bahagia atau mungkin jauh lebih bahagia malah"ujar Gia dengan lantangnya,tak peduli perkataannya membuat gadis yang lebih muda darinya merasa sakit hati mendengarnya.
Suasana didalam mobil menjadi hening,Zia hanya diam memilih untuk tak membalas perkataan kakaknya itu lagi karena ia yakin jika masih tetap membalas maka perkataan kakaknya nanti akan jauh lebih menyakitkan baginya.Diam diam gadis itu mengeratkan genggamannya pada kemudi mobil untuk melampiaskan emosinya yang mulai menyeruak,selalu begini Zia hanya bisa mengalah pada akhirnya setiap berdebat dengan saudarinya itu.
"Gimana hubungan lo sama si Ken itu, lo masih suka godain gebetan adik gue itu?"tanya Kak Gia kembali membuka pembicaraan dengan topik yang berbeda,namun masih saja menyinggung perasaan Zia.
"Gue gak punya hubungan apapun sama Ken kak,dan berapa kali Zia bilang kalau bukan Zia yang godain Ken tapi Ken yang selalu niat nempel sama gue"ujar Zia kembali bersuara membela dirinya.
"Halah alasan lo aja itu,mama lo kan pelakor pasti lo sebagai anaknya juga mewarisi hal itu dong"ujar kak Gia sarkas,yang membuat Zia hanya bisa tersenyum dan lagi lagi menjadi pihak yang mengalah dalam perdebatan itu.
Mungkin kalian mau tau bagaimana kak Gia tahu tentang masalah percintaan segitiga yang melibatkan Liona,Ken, dan Zia.Itu dimulai saat Liona memilih untuk curhat tentang perasaannya terhadap Ken yang merupakan teman sekelasnya kepada sang saudari tertua mereka itu,Liona bercerita kalau Ken tak mau membalas perasaannya karena cowok itu menaruh perasaan kepada cewek lain disekolah itu.Kakak keempat Zia itu sebenarnya pada awalnya tak memiliki niat sedikitpun untuk memberitahu keterlibatan Zia didalam kisah cintanya itu,tapi emang nasib sial bagi Zia kala itu karena saat kak Gia bertanya kepada Liona siapa gadis yang ditaksir gebetan adiknya itu,Liona tampa sadar malah keceplosan menyebutkan nama Zia.
Dan kalian bisa membaca akhirnya bagaimana,Zia langsung mendapat hadiah omelan dan sumpah serapah hingga cacian dari saudari tertuanya itu.Sejak saat itu pula kak Gia kosplay sebagai pengawas hubungan percintaan segitiga itu,dan Zia hampir selalu yang dianggap tokoh antagonis oleh kakaknya itu.
"Diam kan lo gue bilang gitu,Si Ken itu pasti gak bakal seniat itu ngejar ngejar lo kalau lo gak ngasih dia celah kayak cewek murahan persis mama lo"ujar kak Gia kembali bersuara.
"Bela aja mama pelakor lo itu,ya jelas sih lo anaknya pasti ngebelain dia.Udah gak kaget gue mah"ujar kak Gia.
"Kakak jangan hina mama aku,lagi pula atas dasar apa kakak hina mama aku pelakor?Padahal kakak sendiri gak tau gimana kisah tiga orang tua kita dimasa lalu,hingga akhirnya jadi kayak gini"ujar Zia kepada Gia kakaknya.
"Wanita yang tiba tiba hadir jadi istri kedua laki laki yang udah punya istri dan keluarga bahagia disebut apalagi kalau bukan pelakor alias wanita parasit dan perusak. Gue emang gak tahu semuanya tapi yang jelas gue lebih tahu dari bocah kayak lo,jadi gak usah lo sok sok-an belain mama lo yang udah mati itu" ujar Gia dengan sangat sarkastis.
"Kita udah sampai kak"ujar Zia,ia langsung melepas seatbellnya kemudia membuka pintu hendak keluar dari mobil.
"Jangan menilai sesuatu secara keseluruhan sebelum mendengar atau melihat keseluruhan bagian dari suatu hal itu kak,pandangan gak cuma satu sisi"ujar gadis itu sebelum benar benar keluar dari mobilnya meninggalkan kakaknya yang masih ada didalam sana.
"Cks apa maksudnya,dasar bocah parasit gak jelas"ujar Kak Gia berdecih diawal,putri pertama keluarga Antara itu keluar dari dalam mobil milik Zia dan masuk kedalam bangunan utama kediaman keluarganya.
Zia langsung berjalan menuju kearah kamarnya sambil menyandang tas sekolah dipunggungnya,Ia menaikkan tangannya hendak membuka knop pintu kamarnya.
Drtt...drtt...drtt....suara deringan hpnya berbunyi,membuatnya menghentikan pergerakannya dan segera menjawab panggilan telepon itu siapa tau penting.
"Halo,siapa ini?"ujar Zia tanpa melibat nama kontak pemanggil.
"Halo Zia ini,bunda Linda nak.Masa kamu gak tau sih?atau jangan jangan kamu gak save kontak bunda lagi"suara seorang wanita dewasa dari seberang sana.
"Eh bunda Lin saya kira siapa tadi,ada apa?tumben bunda nelpon sore sore gini?"tanya Zia,setelah mengetahui kalau yang menelponnya itu adalah dokter yang menanganinya selama ini setiap cekup kesehatan dirumah sakit.
"Bunda nelpon kamu karena mau nanya,kalau jadwal pemeriksaan kamu dimajuin sehari jadi besok gak apa apakan?"tanya dokter Linda.
"Loh kok jadwalnya dimajuin sih bun,ada urusan lainkah hari minggunya?"tanya Zia.
"Iya nih sayang,gak apa apakan?"tanya dokter Linda memastikan jawaban pasien kesayangannya itu.
"Iya bun gak papa kok,besok biar Zia izin gak masuk sekolah biar jadwal jamnya sama kayak yang hari minggu"jawab Zia.