
Energi emas yang memancar perlahan menghilang hingga memperlihatkan wujud Chrolexius dengan dilapisi oleh zirah emas menutupi seluruh tubuhnya.
Wujud kekuatan pelepasan kedua dari Chrolexius mirip seperti wujud pelepasan kedua dari Drakon, yang memiliki sepasang sayap besi, serta helm zirah yang berbentuk seperti kepala dari seekor burung elang.
Zero yang telah kembali berdiri setelah sempat terhempas sebelumnya sontak meningkatkan kembali kekuatannya dan dengan cepat meluncur ke arah Chrolexius.
Dengan pergerakkan yang santai, Chrolexius dengan mudah menghindari ayunan serangan Zero, layaknya kecepatan pria Calferland itu tidak sebanding dengannya.
“God aura… Deadly superior punch…” Dalam sekejap, proyeksi energi emas dalam skala yang besar dilancarkan oleh pemimpin negeri Geracie itu menghantam Zero sampai ke jarak yang jauh, serta menghancurkan bangunan-bangunan yang berada di jalurnya.
Zero yang masih bisa bertahan sekali lagi berdiri. Baru saja sejenak pria itu melihat bahwa Chrolexius berada jauh di depannya, tiba-tiba kini telah berada tepat disampingnya.
“God aura… Deadly superior slashes…”
“Akh…!” Zero sontak menerima serangan proyeksi tebasan secara bertubi-tubi dari Chrolexius hingga membuatnya menjerit kesakitan.
Pria Calferland itu kini hanya bisa tertunduk lemah, merasa pasrah dengan keadaannya.
Chrolexius memegang kepala Zero, mengangkat kepalanya yang tertunduk. Pemimpin Geracie itu mengangkat salah satu tangannya juga mengeluarkan pancaran proyeksi energi berwarna emas bersiap untuk mengakhiri pria Calferland tersebut.
Baru saja akan melancarkan sebuah serangan, tiba-tiba saja sebuah aura hitam yang tebal muncul diantara mereka.
Chrolexius yang kebingungan seketika melompat ke belakang menjauhi kepungan aura hitam tersebut.
Pria itu tampak terkejut melihat Raquille muncul dengan menggendong Penkanor yang sudah tidak sadarkan diri lagi ketika aura hitam tersebut mulai menipis.
Setelah keluar dari alam bayangan, Raquille tampak memancarkan aura hitam diseluruh tubuhnya, serta warna matanya yang sebelumnya berwarna biru, kini berubah menjadi merah.
“Ras campuran. Ternyata kau muncul lagi setelah bertahun-tahun tidak terlihat,” ucap Chrolexius, langsung mengenali Raquille karena pernah bertemu dengan pemuda Elfman itu beberapa tahun yang lalu.
“Kau… Siapa yah?” Respon dari pemuda itu, yang memang tidak dapat mengenali pria Geracie tersebut karena wajahnya kini telah tertutupi oleh zirah emas.
“Oh benar juga, kau adalah ayah Drakon, Chrolexius Magchora.” Akan tetapi, Raquille berpikir sejenak dengan melihat wujud pelepasan kedua dari pria itu yang memang sangat mirip dengan Drakon.
“Drakon…? Kau mengenalinya?” Chrolexius sontak bertanya kepada Raquille, karena mendengar pemuda mengucapkan nama Drakon.
“Tentu saja… Drakon adalah salah satu orang pertama yang kutemui saat aku kembali.”
“Dimana anak itu?” Tanya Chrolexius.
“Tidak mau kukatakan. Lagipula dia juga tidak mau kembali ke negeri asalnya.”
Mendengar ucapan dari Raquille, Chrolexius pun menjadi geram. Dia seketika meluncur ke arah pemuda Elfman itu, hendak melancarkan sebuah serangan.
Raquille hanya tersenyum melihat pria itu datang ke arahnya. Pemuda itu kemudian melempar Penkanor yang digendongnya ke arah samping.
Seketika itu juga muncul tangan-tangan hitam dari arah permukaan disekitar Raquille, memanjang menuju ke arah Chrolexius.
Melihat hal yang aneh tersebut, Chrolexius dengan sigap langsung membelokan pergerakannya ke samping, namun bagaimana pun arah pergerakan dari pria Geracie itu, tangan-tangan hitam tersebut tetap berlomba-lomba untuk menggapainya.
Seketika tangan-tangan hitam tersebut menyatu, dan memunculkan Raquille dari dalamnya.
“Shadow core…” Chrolexius yang tidak mengira bahwa Raquille telah berada dihadapannya sontak hanya bisa menangkis ayunan serangan pemuda Elfman itu.
Saat Raquille menyentuh Chrolexius, seketika tanda-tanda hitam keluar dari tangan pemuda itu yang langsung bergerak menggerogoti hampir seluruh bagian dari zirah emas pria Geracie tersebut.
*
“Apa-apaan ini?” Ucap pria itu dalam hati, yang dalam keadaan telah terkapar di tanah tidak bisa menggerakkan seluruh tubuhnya akibat tanda-tanda hitam tersebut.
**
“God aura… Deadly superior boost…” Masih belum kehabisan akal, pria Geracie itu sontak mengeluarkan proyeksi energi emasnya, yang pada saat bersamaan membuat tanda-tanda hitam pada zirahnya seketika lenyap.
Raquille yang berada di dekat Chrolexius seketika juga terhempas menerima proyeksi energi emas tersebut yang memiliki efek tekanan kekuatan yang besar.
Akibatnya Chrolexius pun bisa kembali menggerakkan tubuhnya, dan dengan cepat bergerak mengikuti Raquille yang masih terhempas.
“God aura… Deadly superior kick…” Dalam sekejap Chrolexius langsung melancarkan tendangan yang kuat mengarah ke bawah, hingga saat permukaan yang dihantam oleh pemuda itu pun seketika terbongkar.
“God aura… Deadly superior punch…” Masih belum puas, pemimpin negeri Geracie itu kemudian hendak melancarkan sebuah serangan lagi saat Raquille sedang terkapar.
“Breaker lightning…” Disaat yang tepat Zero menyelamatkan Raquille dengan melancarkan serangan elemen petir layaknya sebuah peluru membuat Chrolexius seketika langsung terhempas dari tempatnya berdiri.
Zero pun datang menghampiri Raquille, mengulurkan tangannya membantu pemuda Elfman itu berdiri.
“Kau tidak apa-apa?” Tanya pria Calferland itu.
“Iya… Untung saja kau tepat waktu menyelamatkanku,” jawab Raquille.
Baik Zero maupun Raquille tampak kesal melihat pemimpin Geracie ternyata masih bisa berdiri, setelah menerima serangan elemen petir dari Zero yang cukup kuat sebelumnya.
“Hei, sepertinya kita harus bekerja sama lagi kali ini juga,” ucap Zero.
“Aku juga merasa seperti itu,” balas Raquille yang juga berpikir sama seperti pria Calferland itu.
“Yah, aku memiliki sebuah rencana…”
Raquille menjelaskan bahwa mereka berdua dapat mengalahkan Chrolexius tanpa harus mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua mereka. Raquille akan maju menyerang, menahan pergerakan dari Chrolexius dengan menggunakan tekniknya.
Disaat pemimpin negeri Geracie itu sibuk berhadapan dengan Raquille, Zero dengan diam-diam bergerak untuk melancarkan sebuah serangan yang kuat.
“Apa kau masih menyimpan serangan yang kuat?” Tanya Raquille.
“Hmph… Aku rasa aku memiliki satu serangan yang masih belum kukeluarkan selama ini,” jawab Zero.
“Baiklah kalau begitu… Ayo kita mulai…”
Raquille kini menjadi lebih serius, aura hitam yang memancar dari padanya berkumpul dibelakang pemuda itu dan menyatu layaknya sebuah jubah.
Dalam satu lompatan ke depan, pemuda Elfman itu sontak meluncur dengan cepatnya mendekati Chrolexius.
Aura hitam layaknya sebuah jubah tersebut memanjang ke depan berubah menjadi tangan-tangan hitam yang berusaha menggapai Chrolexius.
Tangan-tangan hitam tersebut masih kalah cepatnya dengan Chrolexius yang dengan mudahnya langsung menghindar dan melompat ke tempat yang jauh, menjaga jaraknya.
Raquille pun tidak kehabisan akal, seketika pemuda itu masuk ke dalam bayangannya sendiri dan meluncur kembali mendekati Chrolexius.
Tampak wujud Raquille dalam bentuk bayangan kini lebih cepat dibanding dengan pergerakan pemuda itu pada sebelumnya. Chrolexius yang bahkan dalam wujud pelepasan keduanya memiliki kecepatan serta kegesitan yang lebih unggul, dengan mudah dapat disalib oleh pemuda itu.
Raquille muncul kembali ke permukaan, memunculkan tangan-tangan hitam yang siap untuk menggerogoti pemimpin Geracie itu.
Akan tetapi hal yang sama tetap terjadi, Chrolexius bergerak menjauhi tangan-tangan hitam tersebut.
Chrolexius meluncur dengan cepat menghindari kejaran tangan-tangan hitam yang mengejarnya.
Hingga pada batasnya, tangan-tangan tersebut tidak bisa menggapai pria Geracie itu yang berada jauh di atas udara.
“Heh… Sepertinya teknikmu ini punya batasan juga…” Ucap Chrolexius.
“Memang benar… Tapi, aku juga bisa memanfaatkan batasan itu…” Balas Raquille yang membuat pria itu menjadi kebingungan akan perkataannya.