The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 213 - Raquille vs Claus



Giantman bernama Claus tersebut seketika mengeluarkan tekanan kekuatannya yang membuat semua Venerate yang berada disekitarnya pun seketika bergetar.


Dalam sekejap Giantman itu pun langsung meluncur ke arah Raquile sambil mengayunkan gada yang dipegang olehnya.


Walau Raquille sempat menangkisnya menggunakan senjata suci milik Hyphilia, namun pemuda Elfman itu sontak terhempas saking kuatnya tekanan kekuatan bercampur kekuatan fisik yang sangat tinggi dari ras Giantman bernama Claus tersebut.


Raquille terhempas ke jarak yang cukup jauh hingga seketika terseret dan kemudian tersungkur di tanah.


Tak berapa lama, Hyphilia, Haltryg serta pada Venerate Pavonas yang sedang membawa Arn yang masih tak sadarkan diri, datang menghampiri Raquille untuk melihat keadaannya.


“Jangan khawatir… Selama aku menggunakan jubah ini, serangan sekuat apapun masih tidak akan berpengaruh kepadaku,” ucap Raquille, meyakinkan kepada semuanya agar tidak perlu cemas karena telah mengenakan jubah pertahanan.


“Kakak… Maaf, kukembalikan senjatamu, karena sepertinya senjata ini tidak akan cocok melawan Giantman itu.”


Setelah mengembalikan rantai pisau senjata suci milik Hyphilia, Raquille seketika memunculkan sebuah kapak kecil yang sebelumnya pernah digunakan olehnya. Pemuda Elfman itu mengubah ukuran kapak tersebut menjadi berukuran lebih besar dan berisap melawan mantan rekan yang sebelumnya berada dalam satu organisasi bersamanya.


“Tuan Claus… Aku sebenarnya tidak akan melawanmu, namun karena kini kita berdua berada dalam pihak yang berlawanan, maka aku dengan terpaksa harus melawanmu,” ucap Raquille.


Giantman itu pun langsung menunjukan ekspresi tersenyum karena menerima tantangan dari pemuda Elfman tersebut.


Raquille pun bersama Giantman bernama Claus itu secara bersamaan meluncur sambil menabrakan senjata suci mereka masing-masing, hingga menciptakan tekanan kekuatan yang besar, sebuah hempasan angin yang kuat, serta membongkar tanah yang berada di sekitar mereka akibat efek tabrakan serangan tersebut.


Raquille dan Giantman tersebut saling menabrakan serangan mereka satu sama lain hingga hanya membuat semua orang yang melihat pertarungan mereka nampak terkejut, karena pemuda Elfman itu mampu mengimbangi kekuatan fisik dari ras campuran yang memiliki kemampuan fisik terkuat.


Ketika Giantman bernama Claus itu mengayunkan gada yang dipegangnya dengan kuat, Raquille dengan sigap langsung melompat ke atas untuk menghindarinya.


Serangan yang meleset tersebut seketika membongkar permukaaan, hingga menerbangkan bongkahan-bongkahan tanah naik ke atas.


“Elfman axe technique… Super great axe swing…” Raquille yang melayang di udara seketika memperbesar ukuran kapaknya menjadi sangat besar, kemudian tanpa merasa berat sedikitpun, kapak berukuran masif itu pun langsung diayunkannya dengan kuat ke arah Claus.


Saking kuatnya ayunan serangan Raquille, membuat Giantman itu seketika terhempas, walaupun memiliki kekuatan fisik yang besar.


Raquille seketika mengubah ukuran kapaknya menjadi berukuran kecil seperti semula, kemudian memanjang gagang kapaknya tersebut menjadi layaknya sebuah tali. Pemuda Elfman itu meluncurkan bilah kapak tersebut ke arah Claus yang sedang terhempas, dan seketika langsung menjerat salah satu kakinya.


Dengan kuat Raquille menarik ke arah atas kapak miliknya, yang menjerat kaki Claus, hingga Giantman itu pun langsung meluncur ke atas. Raquille kemudian masih dengan kuat menarik ke arah bawah, membuat Claus meluncur ke bawah dan menabrak permukaan dengan sangat keras.


Ujung kapak memiliki bilah yang menjerat kaki Claus pun seketika memendek ke arah Raquille dan kembali ke bentuk semula.


Tak lama kemudian, Claus pun kembali berdiri dengan keadaan yang masih baik-baik saja setelah mendapatkan dua serangan beruntun yang tentu saja cukup kuat sebelumnya.


Raquille pun tidak terkejut dengan keadaan Claus yang masih baik-baik saja karena mengetahui bahwa ras Giantman memiliki daya tahan yang sangat kuat melebihi ras keturunan yang lainnya, bahkan untuk seukuran Claus yang merupakan Giantman pada tingkatan World Venerate, membuat kekuatan daya tahan tubuhnya menjadi lebih besar dibandingkan ras Giantman yang lain.


Dalam sekejap, Giatman bernama Claus itu pun meluncur dengan cepat ke arah Raquille sambil mengayunkan gada yang dipegangnya dengan kuat.


Sulit untuk menghindar karena saking cepatnya pergerakan Claus walaupun memiliki ukuran tubuh yang besar, Raquille pun hanya dapat mengantiisipasinya dengan merubah ukuran kapaknya kembali menjadi besar, lalu dengan cepat menahan ayunan serangan dari Claus.


“Ukh…” Saking kuatnya ayunan serangan dari Claus, membuat Raquille terhentak ke tanah dengan kerasnya.


Efek dari serangan yang dilancarkan oleh Claus pun sontak langsung membongkar permukaan yang berada di sekitarnya tersebut.


**


Hyphilia beserta para Venerate yang lain pun merasa khawatir melihat Raquille menerima serangan yang kuat. Mereka hanya bisa melihat tanpa mampu untuk membantu karena bagaimanapun juga, lawan yang dihadapi oleh Raquille memiliki kemampuan yang cukup jauh dibandingkan dengan mereka. Walaupun mereka bersama-sama melancarkan serangan, namun pada akhirnya mereka tetap akan dikalahkan oleh Giantman tersebut.


**


Walaupun begitu, namun Raquille masih tampak baik-baik saja karena menganakan jubah pertahanan yang mampu membuatnya tidak mendapatkan luka fisik setelah menerima serangan dari Claus.


“Feuerzauber… Long way fire…” Raquille yang sedang terkapar, seketika melancarkan serangan proyeksi elemen api dalam skala yang besar hingga Claus yang hendak melancarkan serangan kembali sontak terhempas ke atas.


“Elfman axe technique… Whip axe consecutive slashes…” Raquille dengan sigap mengubah bentuk kapaknya kembali menjadi layaknya sebuah tali, kemudian berulang-ulang kali menganyunkannya ke arah Claus yang sedang terhempas di udara.


“Ukh…” Walaupun sedikit meraskan efek tebasan bilah kapak yang diluncurkan oleh Raquille berulang kali, namun Claus masih mampu menahannya tanpa harus membuat tubuhnya mendapatkan luka yang serius.


“Uwah…!” Giantman itu dengan sigap langsung menangkap bilah kapak yang meluncur ke arah, lalu dengan kuat menariknya hingga Raquille pun meluncur ke arahnya.


Ketika berada satu titik dihadapan Raquille, Claus pun langsung mengayunkan gadanya dengan kuat hingga menghantam Raquille dengan kerasnnya, sampai pemuda Elfman itu pun terhempas ke permukaan dengan kerasnya.


Layaknya tidak merasakan apa-apa, Raquille pun kembali berdiri sambil bersiap untuk serangan selanjutnya.


“Memang tidak bisa dipungkiri bahwa kemampuan dari putra bungsu raja Elfman Razoranos memang sekuat ini,” ucap Claus, nampak terkesima dengan kemampuan dari Raquille.


“Aku juga sangat kagum dengan kemampuan dari putra raja Giantman Garoch… Ternyata kau masih sekuat ini setelah sepuluh tahun terakhir,” balas Raquille.


Setelah saling memuji satu sama lain, Raquille dan Claus pun langsung memasang kuda-kuda mereka masing-masing untuk bersiap melancarkan serangan secara bersamaan.


“Tunggu…” Tiba-tiba raja negeri Ereise bernama Modolf yang sebelumnya sempat dikalahkan oleh Raquille, sontak berbicara.


Mendengar hal tersebut, Claus serta Raquille pun langsung mengurungkan niat mereka untuk melakukan sebuah serangan.