
“Geheimer… Ekh…”
“Menyingkir dari hadapanku sekarang…”
Serangan yang hendak dilancarkan oleh Raquille pun gagal karena Zero tiba-tiba saja mendorong pemuda itu hingga terjatuh.
“Rapalan mantramu terlalu panjang... Itu membuang-buang waktu saja,” Ucap Zero.
“Breaker lightning… Twin axes lightning slash…” Seketika pria Calferland itu langsung melancarkan serangan proyeksi tebasan elemen petir, yang meluncur dengan cepatnya ke arah World Venerate Geracie tersebut.
**
“Hentikan teknik rendahanmu ini…!” Teriak World Venerate Geracie itu sambil memancarkan proyeksi energinya, yang langsung melenyapkan kloningan Raquille dalam sekejap.
“Uakh…!” Namun, tanpa dia sadari serangan yang diluncurkan oleh Zero sebelumnya, seketika langsung menghantamnya.
Pria itu pun lalu jatuh meluncur ke bawah setelah menerima serangan tersebut.
“Urgh…!” Namun, serangan yang dilancarkan oleh Zero sebelumnya masih belum cukup efektif untuk mengalahkannya.
Dengan kesal, dia pun meluncur ke arah tiga World Venerate kubuh barat hendak melancarkan serangan kepada mereka.
**
Melihat pria itu datang mendekati mereka, Raquille maupun Zero langsung bersiaga terhadap serangan yang akan dilancarkannya.
“Kuat juga kau…” Ucap Zero.
Namun, tanpa mereka ketahui, Grelic yang berada di belakang terlihat memainkan jarinya.
“Tekhnika ekzortsista… Evil exterminator light…” Ucap Grelic.
Seketika sebuah proyeksi cahaya tiba-tiba muncul dari bawah pria Geracie itu, tepat disaat dia hampir saja mendekati Raquille dan Zero.
“Argh…!” Proyeksi cahaya itu sontak menciptakan sebuah ledakan hingga World Venerate Geracie tersebut seketika berubah ke wujudnya semula dan mengalami kekalahan saat itu juga.
“Apa yang terjadi?” Tanya Raquille.
“Kau yang melakukannya?” Tanya balik Zero.
“Tidak…” Jawab Raquille.
“Lalu siapa yang melakukannya?” Ucap Zero bertanya-tanya siapa melancarkan teknik tersebut hingga World Venerate Geracie itu menjadi tak berdaya.
Tak berapa setelah Raquille dan Zero kebingungan, Grelic pun datang mendekati pria Geracie tersebut.
Grelic memunculkan sepasang gelang perak, yang kemudian dipakaikannya di kedua tangan pria Geracie itu.
“Penkanor Soloneus… Sayang sekali karena hari ini adalah hari kesialanmu. Walaupun kau merupakan World Venerate, tapi kekuatanmu yang sekarang masih belum bisa mengimbangi kekuatan dari tiga World Venerate sekaligus,” ucap Grelic.
*
“Heh… Sial… Aku telah meremehkan mereka. Kukira World Venerate negeri ini hanya dia dan presiden mereka yang sakit-sakitan itu…” Gumam pria bernama Penkanor itu dalam hati.
“Ternyata aliansi mereka juga datang lebih cepat dari dugaanku.”
**
“Karena kebodohanmu, kau akhirnya harus menjadi tahanan kami.” Grelic pun menarik pria itu berdiri dan membawanya masuk ke dalam benteng.
Tak berapa lama setelah Grelic masuk ke dalam membawa World Venerate itu, tiba-tiba saja Raquille langsung menarik kerah baju dari Zero.
“Hei bodoh, beraninya kau menghalangiku tadi,” ucap pemuda itu dengan menatap tajam Zero.
“Aku tahu kau itu bisa mengalahkan World Venerate tadi dengan mudah. Tapi, kenapa kau malah mengulur waktu? Apa kau mau menunjukkan bahwa kau itu lebih pintar dari kami semua?” Zero pun membalas ucapan pemuda itu sambil balik menatap tajam pemuda itu.
“Heh… Sudahlah…” Raquille pun melepas cengkraman tangannya pada kerah pria itu karena merasa jika terus membahas tentang masalah sebelumnya, konflik mereka akan menjadi lebih panjang, dan hal tersebut akan mengakibatkan pertarungan diantara mereka berdua.
Walaupun kesal pemuda itu mengurungkan niatnya dan pergi meninggalkan Zero sendirian di tempat itu.
***
Tak jauh dari tempat tersebut, nampak Clava masih sedang berhadapan dengan salah satu Venerate Geracie yang lain.
“Tuan Raquille…” Ucap Clava seketika terkejut melihat kemunculan pemuda Elfman itu.
“Maaf mengganggu pertarunganmu, tapi kita harus segera menyelesaikan ini dengan cepat dan membantu yang lain melawan Geracie,” ucap Raquille.
“Eh, baik.”
***
“Haah… Akhirnya…”
Di tempat lain, nampak Vingto telah berhasil menahan pergerakkan dua Venerate perempuan Geracie dengan mengurung mereka menggunakan teknik penghalangnya, yang pernah digunakannya saat melawan prajurit Gimoscha sebelumnya.
“Vingto…” Tak lama setelah itu, Zero pun datang menghampiri pria itu.
“Lagi-lagi kau seperti ini… Seharusnya kau kalahkan saja mereka, tak perlu mengurung mereka seperti ini,” ucap Zero melihat dua Venerate perempuan itu hanya terkurung di dalam penghalang yang diciptakan Vingto, tanpa menyerang mereka hingga tak berdaya.
“Kau saja yang melakukannya. Aku tetap berpegang pada prinsipku, tidak mau menyakiti wanita,” ucap Vingto.
Dia kemudian menghilangkan penghalang yang mengurung dua Venerate tersebut.
“Baiklah…” Dengan seketika Zero pun langsung meluncurkan serangan proyeksi elemen petirnya ke arah dua Venerate tersebut.
“Akh…!” Serangan tersebut sontak diterima mereka, hingga membuat dua perempuan itu tak sadarkan diri.
***
“Untung saja kita memiliki gelang ini.”
Sedangkan dua Venerate Nascunia, nampak telah mengalahkan lawan mereka.
“Sial… Karena gelang ini aku harus kalah oleh dua orang perempuan,” ucap salah satu Venerate Geracie, telah terkapar tak berdaya.
Ternyata selama pertarungan mereka sebelumnya, kedua perempuan itu diam-diam telah memakaikan dua pasang gelang, kepada dua Venerate Geracie yang dilawan mereka, hingga kedua pria itu pun tidak bisa mengimbangi kekutan mereka.
***
Raquille dan yang lainnya kemudian membantu pasukan kubuh barat melawan pasukan Geracie yang menyerang kota tersebut.
Selama semalaman penuh pasukan kubuh barat bertarung dengan pasukan Geracie, dan berhasil mengalahkan mereka hingga tak bersisa.
–28 Juni 3029–
Keesokan harinya, semua prajurit Geracie yang telah dikalahkan, dikumpulkan ke satu tempat.
Para prajurit Geracie yang tertangkap itu kemudian dipakaikan sepasang gelang satu per satu oleh para prajurit Nascunia.
“Hei nona, kenapa mereka semua dipakaikan gelang itu?” Raquille yang penasaran melihat hal tersebut, sontak bertanya kepada salah satu Venerate perempuan yang berada di dekatnya.
“Gelang tersebut berfungsi untuk menekan kekuatan dari para Venerate itu. Mereka tidak bisa dengan leluasa menggunakan kemampuan mereka jika gelang tersebut mengikat di kedua pergelangan tangan mereka… Sebagai contoh World Venerate dan Continent Venerate yang memakai gelang tersebut akan kehilangan kemampuan spasial mereka. Kemampuan mereka layaknya hanya sebatas Land Venerate atau lebih lemah dari tingkatan dibawahnya,” ucap perempuan yang ditanya Raquille, menjelaskan hal tersebut pada pemuda itu.
“Hebat juga pengaruh dari benda itu,” ucap Raquille.
“Maaf tuan, bukankah anda adalah penyihir. Apakah kalian tidak memiliki kemampuan untuk menekan kekuatan dari Venerate?” Tanya perempuan tersebut.
“Sebenarnya kami juga memiliki kemampuan yang hampir mirip, tapi kemampuan itu adalah sebuah mantra, bukan sebuah benda seperti atau benda lain,” jawab Raquille.
Perempuan itu kemudian menganggukkan kepalanya mengerti dengan penjelasan dari Raquille.
“Ngomong-ngomong kita belum berkenalan, namaku Raquille Noroh. Aku adalah pangeran dari negeri Blueland,” ucap Raquille sambil memberikan tangannya.
“Zitkavena Sirozov, senang berkenalan dengan anda, tuan Raquille…” Walau heran mengapa Raquille ingin berkenalan dengannya, perempuan tersebut tetap memberikan tangannya berjabat dengan pemuda Elfman itu.
“Senang bertemu denganmu nona Zitkavena,” ucap Raquille dengan tersenyum.
***
Beberapa saat kemudian, Grelic yang berjalan di sebuah lorong kastil terlihat masuk ke sebuah ruangan, yang terdapat seorang pria tua, tampak lemah di tempat tidur.
“Salam tuan Dovian…”