The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 243 - Para Ogreman menyerang



Karena berpikir bahwa Aisling serta Phyton tidak akan mampu tinggal di pulau utama negeri Blueland yang memiliki iklim ekstrim, karena selain para ras Elfman belum ada ras lain yang mampu berdaptasi di tempat itu. Cyffredinol kemudian berpikir untuk membawa aisling dan Phyton ke pulau Whilteland, namun tersebut tidak mungkin dikarenakan kemungkinan akan lebih mudah untuk bisa ditemukan oleh Cadhan.


Setelah tidak punya pilihan lain, Cyffredinol kemudian menghubungi Raquille untuk membantu dirinya membawa lari Aisling dan Phyton untuk menyembunyikan mereka.


Karena pada saat itu Raquille telah bergabung ke dalam organisasi bernama Guardian, ditambah telah mencapai tingkatan teratas Venerate, maka Raquille pun mengajak Cyffredinol, Aisling serta Phyton untuk tinggal di sebuah pulau, markas dari organisasi Guardian di negeri Mormist.


Pada awalnnya Aisling ragu untuk tinggal menetap di sebuah negeri yang didominasi oleh para ras keturunan campuran, namun karena melihat Raquille yang merupakan World Venerate dalam organisasi Guardian, membuat mereka pun percya bahwa para ras keturunan campuran yang berada di negeri Mormist tersebut tidak akan berbuat macam-macam.


–Tahun 3014 sampai 3019–


Cyffredinol dan Aisling hidup bersama di negeri Mormist, dan selama itu juga mereka berdua secara tidak langsung sudah menjadi anggota Guardian.


Selama empat tahun tinggal di pulau tersebut sebagai keluarga yang bahagia, Cyffredinol, Aisling dan putra mereka Phyton nampak terlihat damai terbebas dari gangguan.


Akan tetapi, pada suatu hari mereka mendengar bahwa Raquille tiba-tiba membantai para anggota Guardian yang pergi bersamanya di benua Avanca. Setelah berita tersebut terdengar, tak berapa lama setelah itu, organisasi Guardian pun langsung dibubarkan, dimana para anggota yang tersisa memilih untuk pergi dari negeri Mormist meninggalkan Cyffredinol, Aisling dan Phyton di pulau tersebut.


–13 Juli 3019–


Suatu hari ketika para Venerate Mormist mengetahui bahwa Cyffredinol serta keluarganya masih tinggal di pulau bekas markas organisasi Guardian, mereka pun langsung mendatangi pulau tersebut untuk memburu Cyffredinol, bersama dengan anak istrinya.


Melihat pasukan negeri Mormist ras Ogreman yang diantara mereka merupakan para Venerate tingkat atas, Cyffredinol pun lebih memilih pergi kabur ke sebuah hutan bersama dengan Aisling dan Phyton.


“Cyffredinol, apa yang harus kita lakukan?” Tanya Aisling, nampak merasa khawatir karena mereka kemungkinan tidak bisa melawan pasukan ras Ogreman tersebut.


“Aku akan melawan mereka, sementara kau dan Phyton pergi dari sini,” jawab Cyffredinol, menyuruh Aisling membawa Phyton pergi dari tempat itu, sembari dirinya akan menahan para Ogreman tersebut.


“Tidak… Aku tidak mau meninggalkanmu sendiri…” Aisling pun langsung menolak perintah dari Cyffredinol untuk pergi membawa lari Phyton sendirian.


Ketika Ogreman sudah memasuki hutan, tiba-tiba Phyton menangis karena sangat takut. Mendengar tangisan seorang anak di dalam hutan yang cukup lebat tersebut, para Ogreman pun langsung mengetahui keberadaan dari mereka.


“Aisling, cepat lari…” Ucap Cyffredinol, menyuruh Aisling lari sekarang juga karena para Ogreman itu telah menuju ke arah mereka.


Karena harus mengutamakan keselamatan dari Phyton anaknya, Aisling pun lebih memilih untuk lari meninggalkan Cyffredinol sendirian menangani para ras Ogreman tersebut.


Cyffredinol pun kemudian langsung mengalahkan satu per satu para Ogreman yang mencoba menyerangnya, serta yang hendak mengejar Aisling, yang sudah lari membawa Phyton.


“Akh…” Akan tetapi, karena terlalu fokus menyerang para Ogreman, seketika Cyffredinol langsung menerima sebuah serangan proyeksi elemen petir berwarna merah dari Ogreman Continent Venerate.


“Uakh…!” Sekali lagi Ogreman Continent Venerate tersebut kembali melancarkan serangan proyeksi elemen petir dengan skala yang lebih besar, hingga membuat Cyffredinol pun jatuh terkapar dalam keadaan yang lemah.


“Tangkap dia…” Ucap Ogreman tersebut, menyuruh para bawahannya untuk menahan Cyffredinol yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa.


Ogreman Continent Venerate itu kemudian meluncur dengan kecepatan penuh untuk mengejar Aisling dan Phyton yang telah kabur dari tempat itu.


***


“Akh…” Ketika hendak terbang meninggalkan pulau tersebut, tiba-tiba Aisling menerima serangan proyeksi elemen petir berwarna merah dari arah belakang.


Hal tersebut langsung membuat perempuan itu pun terjatuh, namun dengan sigap langsung melindingi Phyton agar tidak terbentur ke tanah.


“Kau baik-baik saja Phyton?” Tanya Aisling mengenai keadaan dari putranya tersebut.


“Iya…” Ucap Phyton, sambil menganggukkan kepalanya, merespon pernyataan dari ibunya bahwa dirinya tidak kenapa-napa.


Setelah merasa legah dengan jawaban anaknya tersebut, Aisling dengan cepat kembali berdiri kemudian memunculkan tombak senjata suci miliknya ketika melihat Ogreman yang mengalahkan Cyffredinol sebelumnya perlahan berjalan mendekatinya.


Dengan mengibaskan tombaknya beberapa kali, Aisling pun melancarkan beberapa serangan proyeksi energi dari tombaknya ke arah Ogreman tersebut, namun dengan mudah dapat dihindari oleh ras keturunan campuran itu.


Dalam sekejap Ogreman itu meluncur ke depan, membuat Aisling dengan sigap langsung mengacungkan tombaknya, namun dengan lincah Ogreman tersebut langsung menghindari serangan acungan tombak Aisling, kemudian mengambil kesempatan merebut Phyton dari pelukan Aisling.


“Phyton…” Merasa khawatir, Aisling pun langsung berusaha merebut kembali Phyton dari Ogreman tersebut.


Akan tetapi, Aisling tampak sangat kesulitan untuk merebut kembali Phyton karena pergerakan ras keturunan campuran tersebut nampak sangat lincah, ditambah perempuan itu tidak bisa sembarangan melancarkan sebuah serangan karena khawatir jika efek dari serangannya tersebut diterima oleh putranya.


“Tolong jangan sakiti anakku…” Karena tidak mau Phyton kenapa-napa, Aisling pun langsung melepaskan tombaknya hingga jatuh ke tanah.


“Ukh…” Disaat yang bersamaan, Aisling langsung menerima serangan yang kuat dari Ogreman tersebut hingga jatuh tersungkur tak sadarkan diri.


“Ibu…!” Teriak Phyton, melihat Aisling diserang oleh Ogreman yang memeluknya.


***


Beberapa saat kemudian, Aisling akhirnya kembali tersadar, dan langsung terkejut telah berada di bekas markas organisasi, dan telah terkurung di dalam sebuah penghalang proyeksi yang memancarkan proyeksi elemen petir merah.


“Phyton…” Ucap Aisling ketika melihat putranya tampak sedang dipangku oleh Ogreman yang mengalahkannya.


“Lepaskan dia…”


Dengan sigap, Aisling pun kembali berdiri kemudian hendak mendekati Phyton, namun seketika langsung dihentikan oleh Cyffredinol.


“Tunggu Aisling… Hati-hati, jika kau menyentuh dinding penghalang itu, maka akan akibatnya akan sangat fatal… Penghalang ini adalah teknik dari Ogreman tersebut,” ucap Cyffredinol, memperingati Aisling agar tidak bertindak gegabah karena jika perempuan itu menyentuh penghalang proyeksi tersebut, maka dirinya akan menerima serangan proyeksi elemen petir bertegangan tinggi yang terpancang di seluruh sisinya.


“Kau tenang dulu… Untuk sekarang dia belum menyakiti Phyton… Aku akan menemukan cara agar kita bisa keluar dari sini untuk menolong Phyton.” Lanjut Cyffredinol berkata.


Aisling pun hanya bisa mengikuti ucapan Cyffredinol untuk tetap tenang terlebih dahulu sembari dirinya juga memikirkan cara untuk bisa keluar ataupun menghancurkan penghalang proyeksi tersebut.