The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 149 - Scarlet void



Ketika Gudov akan melancarkan serangan tebasan ke arah Raquille serta Aguirre, sayangnya sebuah serangan proyeksi dengan cepat meluncur mengenai Gudov, hingga membuatnya terhempas ke jarak yang jauh.


Pria Pavonas itu seketika tak sadarkan diri menerima serangan tersebut hingga membuat Raquille dan Aguirre selamat dari serangan yang akan membuat kekuatan mereka berdua terkekang.


“Hampir saja…” Ucap Raquille, merasa lega tidak menerima serangan yang hendak dilancarkan oleh Gudov.


“Sepertinya ada yang datang membantu kita… Aku merasakan tekanan kekuatan beberapa Venerate mendekat kemari,” sambung Aguirre.


***


Serangan yang sebelumnya meluncur mengalahkan Gudov, ternyata berasal dari Artemis yang berdiri di atas pesawatnya, sedang membidik ke arah kota Vosmoc.


“Aguirre Noroh dan Elfman yang pernah kutemui di wilayah perbatasan sebelumnya… Hebat juga mereka bisa bertahan sampai ke negeri kubuh timur yang terakhir…” gumam Artemis, melihat Raquille dan Aguirre berada di ibukota negeri Pavonas itu.


“Eh…” Disaat memperhatikan keadaan di kota Vosmoc, tak jauh dari kota tersebut wanita itu lantas melihat Hefaistos dan Gahaelix sedang mendekat ke kota tersebut.


“Lucierence… Silvan… Ayo lebih cepat lagi, aku sudah melihat Hefaistos dan Gahaelix, ternyta mereka baik-baik saja,” wanita lantas melaporkan kepada dua Venerate yang sedang mengemudikan pesawat tersebut untuk menambah kecepatan mereka.


**


“Baiklah…” Salah satu Venerate tersebut tampak bersemangat mendengar bahwa Hefaistos dan Gahaelix masih baik-baik saja, padahal yang mereka dengar sebelumnya bahwa Hefaistos dan Gahaelix sempat dikalahkan dan dibawah ke wilayah Pavonas, hingga membuat tiga Venerate itu pun datang ke negeri itu.


***


“Ini mustahil… Ternyata mereka juga memiliki bala bantuan.” Kembali ke kota Vosmoc, dimana Anatoliv terkejut melihat Gudov dikalahkan oleh seseorang yang melancarkan serangan pada pria Pavonas itu.


“Tak usah membuang waktu lagi… Ayo semuanya kerahkan kekuatan kalian,” ucap Anatoliv, menyuruh semua Continent Venerate Pavonas untuk maju menyerang tiga World Venerate yang berada di depan mereka.


Para Continent Venerate secara bersamaan meluncur untuk menyerang Raquille dan Aguirre.


Disaat dua Elfman tersebut telah bersiap menanti serangan dari para Continent Venerate Pavonas itu, tiba-tiba Alyara maju mendahului mereka. Alyara nampak telah melepaskan semua perhiasan yang mampu menahan kekuatan mata dari makhluk sucinya.


“Mata dari makhluk suci… Semuanya jangan ada yang sampai berkontak mata langsung dengan perempuan itu.” Anatoliv pun terkejut melihat dua pasang mata berwarna merah dari putri negeri Morseli itu, yang membuatnya seketika memperingati semua rekan-rekan Continent Venerate-nya.


Beberapa diantara mereka sontak berpencar ke samping kiri dan ke samping kanan agar menghindari putri Morseli itu untuk menatap mereka secara langsung.


Namun, dua diantara mereka yang tidak sadar dengan peringatan tersebut tiba-tiba ketika berkontak mata langsung dengan Alyara.


Untung saja dua Venerate tersebut memiliki solusi untuk mengatasi hal tersebut, salah satu Venerate yang sebenarnya pengguna elemen api seketika langsung menyingkirkan api yang hampir membakar tubuhnya.


Sementara Venerate yang satunya menggunakan kekuatan elemen airnya, membuat kobaran api yang hampir membakar tubuhnya tersebut seketika padam.


Venerate pengguna elemen air kemudian memunculkan sebuah senjata sabit yang tersambung oleh rantai yang panjang. Dia kemudian meluncurkan sabitnya tersebut ke arah Alyara.


Namun, tiba-tiba sabit dari Venerate itu tertahan oleh sebuah penghalang tak kasat mata yang diciptakan dari kekuatan mata makhluk suci milik Alyara.


Venerate yang satunya juga dengan cepat membantu dengan melancarkan serangan elemen api berwarna biru dalam skala yang besar ke arah Alyara, walaupun serangan tersebut tetap tidak berpengaruh karena tertahan oleh sebuah penghalang tak kasat mata.


**


Para Continent Venerate lain yang berpencar ke samping sontak diincar oleh Raquille dan Aguirre secara bersamaan.


Di sisi lain kanan Raquille mengincar Continent Venerate bernama Verre bersama dengan dua Continent Venerate yang lain.


Sementara itu Aguirre menghadapi Tianhui, Ashur dan Kemala, tiga Continent Venerate yang pernah melakukan pertemuan dengan Erissa sebelumnya.


Tiga Continent Venerate itu bertarung dengan lebih menonjolkan kekuatan fisik serta ketahanan dibandingkan dengan Aguirre yang lebih mengandalkan serangan proyeksi elemen alam yang berasal dari kekuatan energi sihirnya.


Mereka bergerak dengan lumayan cepat hingga dapat mengimbangi kecepatan dari Aguirre yang pada dasarnya merupakan salah satu ras campuran serta Venerate tingkat atas.


“Menarik…” Ucap Aguirre, terkesima melihat kemampuan bertarung mereka.


Tidak mau kalah, Aguirre berhenti melancarkan serangan proyeksi kemudian meladeni mereka secara langsung.


Disaat Aguirre meluncur ke arah Kemala, satu-satunya perempuan diantara tiga Continent Venerate itu hendak menganyunkan pedangnya dengan kuat, tiba-tiba Venerate bernama Ashur muncul dan menahan ayunan pedang pria Elfman itu menggunakan kedua tangannya yang telah dilapisi oleh proyeksi energi.


Venerate bernama Tianhui seketika mengambil kesempatan tersebut menyerang Aguirre, ketika serangan pria Elfman itu masih ditahan oleh Ashur.


Serangan dari Venerate tersebut sontak membuat Aguirre langsung terhempas ke jarak yang cukup jauh.


Saat Aguirre kembali berdiri, dalam sekejap ketiga Continent Venerate itu sudah berada di depan, membentuk sebuah formasi hendak melancarkan serangan proyeksi energi secara bersamaan pada pria Elfman itu.


“Heavenly blitz…”


“Crimson mist…”


“Bursting roar…”


Tiga Venerate itu pun masing-masing melancarkan proyeksi energi secara bersamaan ke arah pria Elfman tersebut.


Anehnya, Aguirre tiba-tiba menyimpan kembali pedang, senjata sucinya dan berusaha untuk menangkis serangan tersebut ataupun berusaha untuk menghindar.


“Scarlet void…” Dalam sekejap Aguirre mengaktifkan kekuatannya yang lain, membuat dirinya kini memancarkan pancaran proyeksi energi berwarna merah.


Ketiga serangan proyeksi energi tersebut nampak tidak berpengaruh layaknya terhisap oleh pancaran energi merah dari Aguirre.


“Apa?” Ketiga Continent Venerate itu seketika terkejut melihat serangan yang dilancarkan oleh mereka tidak berpengaruh pada Aguirre.


Pancaran energi merah pada Aguirre, tiba-tiba memecah dalam jumlah yang banyak kemudian meluncur ke arah tiga Venerate tersebut.


“Akh…” Dengan cepat serangan proyeksi energi berwarna merah itu meluncur menghantam tiga Continent Venerate itu hingga terhempas ke jarak yang cukup jauh.


Dengan sigap Tianhui, Ashur serta Kemala kembali berdiri lalu meluncur ke arah pria Elfman itu lagi.


Melihat kedatangan mereka Aguirre dengan cepat memasang kuda-kuda hendak melancarkan sebuah serangan kembali.


Ketika pria Elfman itu melayangkan salah satu tangannya ke depan, dalam sekejap sebuah pancaran energi merah meluncur, namun sempat dihindari oleh Tianhui dan yang lain.


Akan tetapi, pancaran energi berwarna merah di sekeliling Aguirre tiba-tiba mengeluarkan tekanan kekuatan yang kuat hingga membuat mereka kembali terhempas.


Disamping itu, serangan energi merah yang sempat dihindari oleh mereka, menghantam sebuah bangunan hingga menciptakan sebuah portal yang memperlihatkan sebuah ruangan hampa di dalamnya.


Puing-puing bangunan yang hancur tiba-tiba terserap masuk ke dalam portal tersebut, dan tak lama kemudian portal tersebut seketika lenyap.


Tiga Venerate yang melihat hal tersebut sontak terkejut serta merasa lega disaat yang bersamaan karena sebelumnya sempat mengindari serangan tersebut.


Mereka bertiga kini nampak segan untuk kembali bertarung melawan Aguirre, melihat kemampuan aneh yang dimiliki oleh pria Elfman itu.