
“Bagus sekali… Aku tidak menyangka bahwa kita bisa mendapatkan bantuan dari para Venerate dari daerah lain juga,” respon Valenvatia nampak senang mendengar informasi yang diberikan oleh Venerate yang bernama Uendi tersebut.
“Baiklah… Aku ingin kita semua bersiaga serta mencari tahu keberadaan dari para penyusup tersebut mulai hari ini,” ucap Valenvatia, memerintahkan para anggota clan Fungle.
***
Akan tetapi, tanpa diketahui oleh para Venerate clan tersebut, daerah mereka tersebut sedang diserang oleh penyusup lain, yang merupakan para pasukan ras Elfman dari negeri Blueland.
Tampak di sebuah kota kecil, Drannor bersama pasukan Elfman Bluelanf yang dipimpin olehnya akhirnya telah sampai.
“Salam para warga negeri Fuegonia… Perkenalkan kami adalah para prajurit yang berasal dari negeri Blueland,” ucap Drannor, memberi salam kepada para warga yang berada di kota tersebut.
Para warga pun nampak terkejut serta langsung ketakutan melihat kedatangan para prajurit yang didominasi dengan rambut berwarna putih, serta memiliki tinggi sekitar seratus sembilan puluh sampai dua ratus sentimeter tersebut.
“Blueland… Maksud kalian negeri seberang itu, yang menurut informasi merupakan negeri dari para ras keturunan campuran?” Salah satu warga lantas memberanikan dirinya untuk bertanya kepada Drannor serta para prajurit Elfman yang lain.
“Benar tuan… Kami berasal dari negeri itu, dan merupakan para ras keturunan campuran yang sering disebut sebagai para Elfman,” jawab Drannor.
Mendengar pernyataan dari pemuda Elfman itu, semua warga yang ada tetap merasa ketakutan karena setahu mereka para ras campuran yang sering diketahui mereka merupakan para ras yang kejam, dimana sering memperlakukan para ras manusia murni dengan semena-mena.
“Tuan-tuan… Kumohon jangan sakiti kami, ditempat ini tidak ada para prajurit, tolong ampuni kami…” Ucap salah satu warga, memohon kepada para prajurit ras Elfman tersebut.
“Tenang saja… Kami tidak akan menyakiti kalian para warga… Tujuan kami datang ke negeri kalian ini adalah untuk berurusan dengan para Venerate kalian, jadi kalian tidak perlu khawatir… Jika kalian bisa bersikap tenang tanpa harus melawan kami, maka kami pun tidak akan menyakiti kalian,” ucap Drannor, menjelaskannya kepada para warga.
Karena tidak bisa-bisa berbuat apa-apa untuk melawan para pasukan ras Elfman tersebut, para warga lantas hanya bisa menerima penjelasan dari Drannor.
***
Beberapa saat kemudian, setelah Drannor dan pasukannya berhasil menguasai kota tersebut, pemuda Elfman itu kemudian berkonsentrasi sambil memejamkan matanya, mengakses kemampuan telepati untuk berkomunikasi dengan para clan Noroh bersaudara yang masing-masing sedang berada di kota-kota yang berada di sekitar daerah tersebut.
*
“Ada yang bisa mendengarku?” Ucap Drannor, melewati kemampuan telepati.
“Ini aku Cyffredinol…” Tiba-tiba Cyffredinol menjawab panggilan pemuda Elfman itu melalui telepati.
“Bagaimana dengan yang disana?” Tanya Cyffredinol mengenai keadaan dari pasukan yang dipimpin oleh pemuda Elfman itu.
“Tenang saja kakak, kami berhasil menguasai kota tanpa harus menyakiti para warga… Bagaimana denganmu kakak?” Jawab Drannor, kemudian bertanya mengenai keadaan pasukan yang dipimpin oleh Cyffredinol.
“Sama sepertimu… Kami juga disini sudah berhasil menguasai kota tanpa menyakiti para warga yang ada…”
Cyffredinol kemudian menjelaskan kepada Drannor bahwa sebelumnya dirinya juga sudah mengetahui keadaan dari masing-masing pasukan yang dipimpin oleh Ackerlind, Achilles serta Aguirre, yang dimana mereka juga telah berhasil menguasai kota-kota yang mereka datangi masing-masing tanpa harus menyakiti para warga yang tinggal disana.
**
Setelah selesai berkomunikasi dengan Cyffredinol melalui telepati, Drannor kemudian membuka kembali kedua matanya karena informasi yang diberikan oleh Cyffredinol tidak perlu sampai harus membuatnya menunggu kabar dari Ackerlind dan yang lain.
***
Berpindah ke sisi Cyffredinol, dimana setelah berkomunikasi dengan Drannor melalui telepati, pria Elfman itu tiba-tiba saja terkejut ketika merasakan tekanan kekuatan yang dapat dirasakannya puluhan kilometer dari arah utara.
“Sial… Siapa yang datang?” Umpat Cyffredinol, bertanya-tanya mengenai Venerate yang sedang mendekat ke kota dimana tempatnya berada.
***
Puluhan kilometer dari kota yang sudah dikuasai oleh Cyffredinol serta pasukan Blueland yang lain, tampak seorang pria yang merupakan Venerate tingkat atas Fuegonia sedang terbang dengan kecepatan penuh menuju ke kota tempat Cyffredinol berada.
Pria yang merupakan premier dari daerah bernama New Bouncesir tersebut, sebelumnya sedang menuju ke kota Realmton atas permintaan bantuan sebelumnya. Akan tetapi, ketika sedang dalam perjalanan, yang harus membuatnya melewati telebih dahulu wilayah daerah Rocode yang luas, membuatnya tiba-tiba merasakan tekanan kekuatan dari seorang Contient Venerate yang tidak lain merupakan Cyffredinol.
Pria itu pun langsung menuju ke arah tekanan kekuatan yang dirasakannya tersebut, karena mengetahui bahwa tidak ada lagi Continent Venerate yang mendiami wilayah paling utara negeri Fuegonia selain dirinya tersebut.
***
Di kota tempat Cyffredinol serta pasukannya berada, tampak pria Elfman tersebut sudah bersiap menanti kedatangan dari Venerate yang bisa dirasakan keberadaannya, yang kini sedang mendekat ke arahnya.
Cyffredinol pun terbang ke langit kemudian memunculkan busur senjata sucinya. Dia mengangkat busur tersebut ke depan, lalu mulai membidik hingga Venerate yang terbang meluncur ke arah kota tersebut mampu dilihat olehnya walaupun masih berada beberapa kilometer jauhnya.
Dengan mengakses kekuatan miliknya, Cyffredinol pun memproyeksikan sebuah energi layaknya berbentuk sebuah anak panah, lalu seketika langsung melancarkannya hingga meluncur dengan cepatnya ke arah Venerate tersebut.
**
Merasakan sebuah tekanan kekuatan mendekat ke arahnya, Venerate Fuegonia itu lantas berhenti lalu melayang ke udara. Tak berapa lama, dia sontak melihat sebuah serangan proyeksi energi berbentuk layaknya sebuah anak panah meluncur dengan kecepatan yang sangat tinggi ke arahnya.
Venerate Fuegonia itu dengan sigap, mengakses kekuatannya hingga memancarkan kobaran api yang keluar memancar dari dalam tubuhnya.
“Flame projection… Howling soul…” Dalam sekejap, Venerate tersebut memfokuskan kobaran api yang memancar dari tubuhnya ke tangannya kemudian langsung meluncurkannya ke arah serangan yang diluncurkan oleh Cyffredinol hingga lenyap tak bersisa.
Karena memiliki serangan dalam jarak menengah, Venerate itu lantas kembali terbang untuk mendekati Cyffredinol yang masih berada jauh di depannya. Ketika terbang untuk mendekati Cyffredinol, Venerate tersebut terus berusaha menghindari serta menepis serangan dari Cyffredinol yang dapat mencapai titik puluhan kilometer, tanpa bisa melancarkan serangan balik karena tidak bisa mencapai titik dimana Cyffredinol berada.
“Flame projection… Holy pressure…” Karena jarak antara dirinya dengan Cyffredinol masih berada puluhan kilometer jauhnya, Venerate Fuegonia itu seketika melancarkan sebuah serangan ke arah belakang, bertujuan untuk menambah kecepatannya hingga mampu meluncur dalam kecepatan yang sangat tinggi dibandingkan dengan batas kecepatan terbangnya.
“Massive flame projection… Holy flame vortex…” Ketika sampai di depan Cyffredinol Venerate itu langsung melancarkan serangan pusaran api dalam skala yang besar.