
Pasukan Ledyana bersama dengan sebagian pasukan Tsureya, yang telah mengubah penampilan mereka tertahan di depan pintu gerbang masuk kota Chrabuest oleh para prajurit Geracie.
Walaupun telah mengetahui asal pasukan yang baru datang tersebut merupakan pasukan Ledyana, namun para prajurit Geracie masih harus mengkonfirmasinya sendiri terlebih dahulu.
“Tuan-tuan, seperti yang kalian lihat kami datang dari Ledyana sebagai bala bantuan Geracie.” Pria bernama Azouraz yang merupakan pemimpin dari pasukan Ledyana turun dari dalam kendaraan tempurnya menemui prajurit Geracie.
Tanpa basa-basi pun para prajurit Geracie sontak mempersilahkan mereka untuk masuk.
***
Di sisi lain terlihat Raquille dan yang lain mencoba untuk masuk ke dalam kota dengan menyamarkan penampilan mereka sama seperti penampilan para warga negeri Nascunia.
Mereka juga dengan mudah dapat masuk ke dalam kota tanpa harus dicurigai oleh para prajurit Geracie yang sedang berjaga.
**
Tak jauh dari tempat itu juga pasukan Almasari yang merupakan pasukan penyusup melakukan tugas mereka memasuki kota dengan mengendap-endap di atas tembok kota tanpa diketahui oleh prajurit negeri Geracie.
Pasukan Almasari kemudian berpencar untuk mencari informasi tentang keadaan pasukan kubuh barat setelah kota tersebut diduduki oleh pasukan musuh.
***
Beberapa saat kemudian, setelah pasukan Almasari mendapatkan beberapa informasi, mereka kemudian berkumpul di sebuah lorong kota bersama dengan Raquille, Zitkavena dan Kurmer.
Pasukan Almasari mengatakan bahwa prajurit kubuh barat, baik dari negeri Nascunia, Calferland maupun Serepusco ditahan di sebuah penjara yang berada di kota tersebut.
Mereka juga mengatakan bahwa dua Continent Venerate kubuh barat ditahan dalam penjara tersebut, namun mereka tidak mendapatkan informasi yang jelas tentang World Venerate yang ditahan didalamnya.
“Kita harus secepatnya membebaskan mereka,” ucap Raquille.
Setelah mendengarkan Raquille, mereka kemudian bergegas pergi menuju penjara yang dikatakan oleh prajurit Almasari.
Semua pergi, namun entah kenapa Zitkavena masih tinggal di tempat tersebut. Perempuan itu lebih memilih berjalan ke arah yang berbeda dari Raquille yang lain.
**
Tanpa Zitkavena sadari, seseorang misterius sedang memperhatikannya dari jauh. Orang itu juga tampak sudah memperhatikan Raquille dan yang lain, sebelum mereka pergi meninggalkan Zitkavena sendiri.
***
Zitkavena berjalan menyusuri kota Chrabuest menuju ke tempat tujuannya yang masih belum diketahui.
Tiba-tiba beberapa prajurit Geracie tampak mencurigai perempuan itu dan pelan-pelan mengikutinya.
Zitkavena yang mengetahui bahwa dia telah diikuti oleh beberapa prajurit tersebut sontak menambah kecepatan berjalannya.
Hingga tak berselang lama, perempuan itu pun berlari saat prajurit-prajurit tersebut masih tetap mengikutinya.
“Zitkavena Sirozov…! Berhenti disana!” Teriak salah satu prajurit Geracie, langsung memanggil namanya, memperingati perempuan itu.
“Kenapa mereka mengetahui identitasku?” Zitkavena nampak panik setelah mendengar teriakan prajurit Geracie yang memanggil namanya.
Perempuan itu tiba-tiba berhenti ketika menyadari bahwa poster buronan dirinya ditempel di hampir seluruh bagian kota tersebut.
“Sial… Ternyata aku sudah terkenal,” ucap perempuan itu, menjadi lebih terkejut mengetahui alasan mengapa prajurit-prajurit langsung mengetahuinya.
Tak mau berlama-lama melihat hal tersebut, Zitkavena kembali berlari menjauhi mereka, namun tetap saja prajurit-prajurit itu mengikuti langkah perempuan tersebut sampai kemanapun arahnya pergi.
Seketika saat perempuan itu berbelok, tiba-tiba tangannya ditarik oleh seseorang masuk ke sebuah bangunan hingga prajurit-prajurit yang mengejar melewati perempuan itu.
“Lepaskan aku…”
Zitkavena menepis tangan orang yang menariknya, namun tiba-tiba dia terkejut melihat orang tersebut merupakan Zero Lancheur.
“Kau kan World Venerate dari Calferland,” ucap perempuan itu.
Ternyata sebelumnya orang misterius yang sedang memperhatikan mereka adalah Zero. Pria itu selama ini masih belum tertangkap oleh pasukan Geracie, sehingga membuat prajurit Almasari masih belum mendapatkan informasi tentang World Venerate kubuh barat yang ditahan.
“Untung saja aku lebih memilih untuk mengikutimu…”
“Aku sebenarnya mau pergi ke tempat persembunyian yang hanya diketahui oleh prajurit Nascunia,” jawab Zitkavena.
“Tenang saja, selama ini prajurit-prajurit kubuh barat yang berhasil melarikan diri juga bermarkas di tempat itu… Kami sedang mengamati keadaan untuk membebaskan prajurit yang telah tertangkap.”
“Jadi, masih ada yang tersisa… Bagaimana dengan tuan Grelic, apa dia tidak tertangkap juga?”
“Sayangnya tuan Grelic tertangkap oleh prajurit Geracie, namun berbeda dari yang lain, dia kemungkinan sedang berada di dalam kastil.”
“Kenapa dia berada di dalam kastil?”
“Aku rasa mereka menahannya di dalam kastil untuk mengorek sebuah informasi darinya…”
“Dia juga kini tidak bisa mengeluarkan kekuatannya karena telah dipakaikan gelang tersebut.”
*
“Apa mungkin mereka ingin mengetahui tentang itu?” Ucap Zitkavena dalam hati, memperkirakan sesuatu yang diinginkan oleh pasukan Geracie pada Grelic.
**
“Tuan, kurasa lebih baik kita pergi menyusup ke dalam kastil sekarang…”
Tanpa pikir panjang, Zitkavena langsung menarik tangan Zero pergi meninggalkan tempat itu menuju ke kastil kota tersebut.
***
Sementara itu, pasukan Ledyana dan sebagian pasukan Tsureya telah sampai di depan kastil.
Pria bernama Azouraz kemudian menemui salah satu Continent Venerate Geracie yang menjadi pemimpin dari pasukan yang menduduki kota tersebut.
“Salam tuan Azouraz, bagaimana keadaanmu?” Tanya Continent Venerate itu.
“Aku baik-baik saja, ternyata kalian menangani masalah lebih cepat, aku menjadi tidak enak karena datang terlambat.”
“Tidak perlu khawatir tuan, anda datang diwaktu yang tepat.”
Sambil berjalan menuruni sebuah tangga menuju ke ruang bawah yang berada di dalam kastil tersebut, kedua orang itu membahas tentang masalah yang dialami negeri Geracie saat melawan Nascunia dan kubuh barat.
Continent Venerate Geracie itu kemudian membahas tentang sebuah senjata yang selalu diincar oleh bangsa Geracie, yang disimpan oleh bangsa Nascunia. Senjata tersebut akan digunakan mereka untuk melawan kubuh barat agar membuat pasukan kubuh timur menjadi lebih ditakuti lagi.
“Tuan, apa maksudmu?” Tanya pria bernama Azouraz.
“Senjata itu memiliki kemampuan untuk mengunci kekuatan dari para Venerate… Karena itu kami mati-matian untuk menyerang negeri ini.”
Mereka berdua kemudian sampai di depan sebuah ruangan. Continent Venerate Geracie itu lalu membuka pintu ruangan tersebut.
“Dan orang yang pasti mengetahui letak senjata itu adalah pimpinan mereka.”
Tampak Grelic, World Venerate Nascunia sedang tak sadarkan diri terbelenggu oleh sebuah rantai pada kaki dan tangannya.
Azouraz yang melihat hal tersebut sontak terkejut, namun tidak memperlihatkan ekspresinya pada continent Venerate Geracie itu agar dicurigainya.
Continent Venerate itu menepis wajah Grelic, hingga pria itu pun langsung tersadar kembali.
Dia terus bertanya tentang letak senjata rahasia yang disembunyikan oleh bangsa Nascunia pada pria itu sambil mengarahkan serangan proyeksinya sesekali, sehingga membuat Grelic kesakitan.
Akan tetapi, Grelic masih tidak mau membuka mulutnya. Dia lebih memilih untuk disiksa daripada harus membocorkan hal tersebut, karena jika senjata rahasia itu jatuh ke tangan yang salah maka hal buruk akan terjadi.
“Tunggu tuan, kurasa percuma saja menyiksa orang ini. Kita harus mengancamnya dengan sesuatu agar orang ini bisa buka mulut,” ucap Azouraz.
“Ide bagus… Kenapa aku tidak terpikirkan dari tadi?”
Venerate Geracie itu mendekati Grelic sambil mencengkram erat wajah pria itu.
“Hei, lebih baik kau buka mulut sekarang jika kau tidak mau melihat orang-orangmu satu per satu kami bunuh.”