The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 316 - Mimpi berjalan



“Copycaster... Jadi dia penyihir Tengal selain dewi merak yang berasal dari benua Aizolica yah...” Ucap Gudov, seketika mengaktifkan kekuatan kekangan surgawi, yang langsung membuat tubuhnya memancarkan proyeksi energi berwarna putih.


Dengan sekejap, Gudov meluncur mendekati Rayvor sambil melancarkan serangan proyeksi energi putih yang jika diterima oleh pria itu, maka kekuatannya akan tersegel dalam kurun waktu tertentu.


Akan tetapi, Rayvor yang sudah mengetahui tentang kemampuan dari Gudov, seketika melakukan pergerakan yang lebih cepat melompat ke atas, kemudian memunculkan sebuah senjata suci berbentuk tongkat.


“Akh...” Dalam sekejap Rayvor mengacungkan tombak pada Gudov yang dibawah dengan pancaran elemen petir bertegangan tinggi, sampai membuat Gudov terhentak ke tanah dengan keras.


Karena serangannya dengan mudah dapat dibalas, Gudov yang terkapar mengakses kekuatan, hingga pancaran proyeksi energi berwarna putih dari tubuhnya meluas ke arah Rayvor.


Melihat serangan pancaran proyeksi energi tersebut, dengan sigap Rayvor pun meluncur dalam kecepatan tinggi menghampiri Raquille sambil melancarkan serangan proyeksi elemen petir bertegangan tinggi.


Namun, Raquille dengan mudah memanfaatkan kemampuan refleksnya menghindar sedikit ke samping hingga acungan tombak yang memancarkan proyeksi elemen petir, tertancap ke tanah.


Dengan cepat Raquille memegang tombak tersebut dengan tangannya yang kini dilapisi sebuah proyeksi energi agar dapat menetralisir pancaran elemen dari tombak tersebut.


Dengan kuat Rayvor menarik tombak yang sedang digenggam oleh Raquille, namun sekuat apapun pria itu mencoba, dirinya tetap tidak bisa mengungguli kekuatan fisik Raquille yang pada merupakan salah satu ras keturunan campuran.


Saat Rayvor tengah berusaha melepaskan tombaknya yang sedang digenggam oleh Raquille, tiba-tiba Gudov kembali berdiri lalu meluncur ke arah Rayvor untuk menyerangnya.


**


Lima Continent Venerate Tengal yang berada di kejauhan dengan sigap melancarkan serangan proteksi elemen cahaya secara bersamaan saat melihat Gudov hendak menyerang Rayvor yang masih fokus melepaskan tombak dari Raquille.


**


“Uakh...!” Gudov yang tidak menyangka serangan beruntun lantas menerimanya, hingga membuatnya langsung terkapar tak sadarkan diri.


“Tuan Rayvor... Rencana kita gagal, akan berbahaya jika kita tetap berada disini...” Ucap Shalkishu datang bersama dengan keempat Continent Venerate lain, memperingati Rayvor pada sesuatu buruk yang akan terjadi.


Percaya dengan peringatan dari rekan-rekannya tersebut, Rayvor dengan sigap melepas tombak senjata suci miliknya dan pergi bersama dengan para Venerate Tengal meninggalkan Raquille yang tengah khawatir dengan keadaan Gudov, yang menerima serangan sebelumnya.


Tiba-tiba Gudov kembali berdiri, namun dengan kondisi berbeda, dimana kedua matanya kini memancarkan cahaya putih yang cukup terang, menandakan bahwa pria itu telah kehilangan kesadarannya, sama seperti ketika Raquille dan Aguirre berhadapan dengannya di kota Vosmoc.


“Jadi ini terulang lagi...” Gumam Raquille, mencabut tombak Rayvor yang dipegang olehnya, mengacungkannya ke arah Gudov yang terlihat ingin mengincarnya.


Benar saja, Gudov yang kehilangan kesadarannya sontak meluncur ke arah Raquille sambil melancarkan serangan proyeksi energi berwarna putih, yang dengan sigap langsung dihindari oleh Raquille.


Pemuda Elfman seketika terkejut, tidak menyangka bahwa kecepatan Gudov meningkat setelah dalam mode tak sadarkan diri. Gudov yang berada di depan Raquille, seketika kembali melancarkan proyeksi energi berwarna putih.


Dalam sepersekian detik, Raquille pun mengakses kekuatan dari tombak milik Rayvor hingga memancarkan proyeksi elemen petir, yang membuatnya seketika bergerak dalam kecepatan tinggi berpindah posisi ke bagian belakang Gudov.


Raquille pun mengayunkan tombak digenggamnya yang memancarkan pancaran proyeksi elemen petir, sambil berharap bahwa serangan tersebut akan menyadarkan Gudov serta tidak akan membuat pria itu terluka parah.


Tiba-tiba salah satu Continent Venerate Pavonas, yaitu Anatoliv muncul dan langsung melancarkan serangan proyeksi elemen cahaya, yang seketika membuat Gudov jatuh terkapar dan benar-benar tidal sadarkan diri.


“Nona Anatoliv... Bagaimana kau bisa ada disini?” Tanya Raquille.


“Aku sebelumnya melihat kalian pergi bersama tuan Tianhui...”


Anatoliv kemudian menjelaskan bahwa sebelumnya dirinya melihat gerak-gerik dari Tianhui yang nampak mencurigakan, setelah mengikuti Raquille dan Gudov, Anatoliv lantas percaya bahwa ternyata Raquille terlebih dahulu mengetahui salah satu Continent Venerate Tengal telah menyamar menjadi Tianhui untuk menjebak mereka. Awalnya Anatoliv yang sedang memperhatikan dari kejauhan tidak mau muncul, namun ketika melihat Gudov kehilangan kesadaran akibat pengaruh yang kuat dari kekuatan khusus miliknya, Anatoliv pun dengan sigap bergerak untuk menghentikan Gudov sebelum Raquille secara terpaksa harus menyerang pria itu.


“Dikarenakan situasi seperti ini aku lupa bahwa sedang mengaktifkan salah satu kemampuan khusus milikku, yang kemungkinan bisa menyadarkan tuan Gudov,” ucap Raquille, sambil menyadari bahwa dirinya sementara mengaktifkan kekuatan insting emas yang kemungkinan bisa menyadarkan Gudov, sama seperti yang pernah dilakukannya pada Venerate-Venerate sebelumnya.


“Eh...” Disaat sedang berbincang dengan Anatoliv, tiba-tiba saja tombak milik Rayvor yang sedang dipegang oleh Raquille dalam sekejap menghilang, menandakan bahwa Rayvor masih memiliki koneksi dengan senjata suci tersebut untuk dapat kembali masuk ke dalam ruang penyimpanan yang bisa diakses oleh pria bernama Rayvor tersebut.


Melihat Gudov masih terkapar tak sadarkan diri, Raquille pun dengan sigap mengakses kekuatan sihir miliknya, menyalurkan energi kepada Gudov agar pria itu bisa kembali pulih dan tersadar lagi.


***


Beberapa saat kemudian, Gudov pun akhirnya tersadar dan terkejut melihat Anatoliv tampak berada bersama dengan Raquille.


“Anatoliv... Kau juga berada disini?” Tanya Gudov.


“Sebelumnya aku melihat kalian pergi bersama dengan seseorang yang menyamar sebagai tuan Tianhui... Karena merasa curiga aku diam-diam mengikuti kalian sampai akhirnya membantu tuan Raquille ketika kau kehilangan kendali,” jawab Anatoliv.


“Jadi seperti itu yah... Maafkan aku karena tiba-tiba kehilangan kesadaran tuan Raquille,” respon Gudov sambil meminta maaf kepada Raquille.


“Tidak masalah... Untung saja nona Anatoliv datang membantu ketika aku hampir menyerangmu,” ucap Raquille.


“Lebih baik kita kembali terlebih dahulu, karena masih percuma jika kita berusaha menerobos masuk ke kota Vegoblashchenks,” lanjut Raquille berkata, menyuruh kedua Continent Venerate itu untuk kembali ke pangkalan para Venerate Pavonas bersamanya.


***


Waktu pun berlalu, pada malam hari ketika sebagian besar orang-orang telah tertidur, tampak di kota Kharbataar, tepatnya di kediaman tempat Zchaira berada, terlihat gadis tersebut sedang tidur bersama dengan putrinya Zaraqiah.


Disaat Zchaira sedang terlelap, tiba-tiba saja Zaraqiah putrinya terbangun dengan keadaan masih memejamkan kedua matanya layaknya sedang berada dalam fase mimpi berjalan.


Zaraqiah yang berada dalam keadaan tersebut kemudian turun dari tempat tidurnya keluar dari ruangan kamar meninggalkan ibunya yang masih terlelap.


***


Tanpa satupun orang melihat Zaraqiah berjalan keluar dari kediaman utama kota itu, terus berjalan di tengah-tengah kota yang sunyi. Anak perempuan itu tidak berhenti berjalan berjalan hingga ke pinggir sungai perbatasan negeri Tengal dan negeri Pavonas.


Tanpa diduga Zaraqiah yang sedang berada dalam fase mimpi berjalan, tiba-tiba saja mampu berdiri di atas permukaan air sungai, terus berjalan menuju ke wilayah negeri Pavonas.