The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 67 - Serepusco dan Calferland akhirnya datang



Pada malam harinya di wilayah selatan negeri Gimoscha, tepatnya kota yang sebelumnya telah diambil alih oleh pasukan Serepusco, tampak diatas sebuah menara Raquille sedang duduk santai menatap langit malam yang dipenuhi oleh bintang-bintang yang bergemerlap.


“Haah... Kapan aku bisa menyelamatkan saudaraku?” Gumam Raquille, mengkhawatirkan dua saudaranya Achilles dan Cyffredinol yang masih berada di tangan kubuh timur.


Tak berapa lama, Clava berserta dua saudaranya Arepo dan Mayorio datang menghampiri dari bawah menara tersebut.


“Tuan Raquille ada apa kau sendirian di atas sana?” Panggil Clava dengan suara menggema di bawah menara tempat bersantainya Raquille.


“Oh, ternyata kalian... Aku hanya sedikit merenung sambil memperhatikan bintang-bintang di langit malam ini.” Pemuda itu merespon setelah menyadari keberadaan tiga prajurit Serepusco itu dan menjelaskan mengapa sendirian berada di tempat tersebut.


“Apakah ada yang ingin kalian sampaikan?” Tanya Raquille setelahnya.


“Iya, ada yang ingin disampaikan... Ini penting,” jawab Clava.


Mendengar jawaban dari pria tersebut, Raquille seketika melompat dari ketinggian sepuluh meter mendarat tepat di depan mereka.


“Kira-kira apa yang ingin disampaikan?”


“Ini tentang pasukan Calferland yang menyerang wilayah utara Gimoscha. Para informan telah mengatakan bahwa mereka berhasil mengalahkan pasukan Gimoscha, dan memukul mundur pasukan tersebut kembali ke kota Reom.”


“Hmph... Itu bagus. Dengan kemenangan dua pasukan ini, para pasukan Gimoscha akan terdesak dan kemungkinan tidak memiliki pilihan selain menyerah.”


Namun, mendengar respon dari Raquille raut wajah dari Clava nampak ragu karena yang sebenarnya pria itu belum menjelaskan detail penting dari informasi yang disampaikannya.


“Tuan Raquille, sebenarnya pasukan negeri Calferland mengalahkan pasukan Gimoscha dengan cara membantai mereka... Sebagian besar pasukan negeri ini yang melawan mereka tidak selamat di tangan Zero Lancheur, World Venerate dari Calferland pemimpin pasukan yang menyerang wilayah utara.”


“Apa...?” Mendadak raut wajah dari pemuda Elfman itu seketika menjadi terkejut setelah mendengar penjelasan dari Clava.


“Berbeda dengan kita yang masih mengampuni pasukan mereka. Calferland mengambil jalan kekerasan untuk menaklukkan wilayah utara Gimoscha... Aku juga khawatir jika mereka mencapai ibukota dan melancarkan serangan dengan brutalnya, itu akan berdampak kepada para warga yang hampir seluruhnya berada di kota itu.”


“Kau benar... Ini tidak bisa dibiarkan. Kita harus cepat menyusul mereka sekarang, dan memberikan penjelasan yang baik untuk mereka,” kata Raquille.


“Baik tuan, kita berangkat sekarang.” Tanpa berlama-lama, pemimpin dari pasukan Serepusco itu seketika menyetujui Raquille untuk segara berangkat ke kota Reom secepatnya.


“Semuanya, ayo kita berangkat sekarang. Hentikan apa yang ingin kalian lakukan sekarang.” Mereka pun berjalan sambil Clava memberi perintah agar para pasukan segera untuk berangkat.


“Eh... Bukannya kita mau beristirahat sampai besok hari tuan?” Tanya salah satu prajurit nampak kebingungan mendengar perintah dari atasannya tersebut.


“Ayolah kita tidak memiliki waktu lagi sekarang...” ucap Clava dengan agak keras kepada para prajurit bawahannya.


Walaupun agak sedikit kesal karena yang sepertinya para prajurit tersebut akan membuat sebuah pesta di tengah peperangan dengan telah menyiapkan makanan dan minuman. Namun, karena perintah dari atasannya, mereka sontak meninggalkan kegiatan mereka itu dan menuju ke armada kapal mereka.


–22 Juni 2022–


Keesokkan harinya, armada pesawat tempur negeri Calferland akhirnya mencapai wilayah pusat negeri Gimoscha.


“Cento, katakan pada Zero bahwa kita telah sampai.” Salah satu pria yang berada di dalam ruang kendali pesawat sontak menyuruh salah satu prajurit untuk memanggil World Venerate mereka saat melihat ibukota Gimoscha kini nampak jelas berada di depan mereka.


**


Prajurit yang diperintahkan tersebut kemudian masuk ke dalam suatu ruangan yang berada di dalam pesawat.


Di dalam ruangan tersebut, terlihat Zero Lancheur, World Venerate dari pasukan Calferland sedang duduk santai sambil mengangkat kedua kakinya di atas sebuah meja.


“Akhirnya... Inilah waktunya untuk menundukkan mereka,” ucap pria bernama Zero itu, seketika berdiri dan keluar dari ruangan tersebut.


Setelah keluar dari ruangan sebelumnya, pria itu kemudian mendekat pada sebuah pintu yang berada di bagian samping Pesawat tempur tersebut.


Tanpa melakukan apa-apa pintu tersebut seketika terbuka dengan sendirinya, yang World Venerate itu langsung melompat keluar dari pesawat dan terbang mendahului armadanya mendekati kota Reom.


***


Di kota Reom terlihat pasukan dari Gimoscha bersama dengan dua World Venerate telah bersiap menanti kedatangan dari pria itu.


“Yang mulia Giano... Sepertinya pasukan yang menyerang wilayah selatan juga sudah sampai,” ucap Acadiuno, sambil menunjuk pasukan Serepusco yang pada saat bersamaan juga telah mencapai ibukota mereka.


Melihat dua pasukan kubuh barat dari dua arah sisi, pria yang disebut sebagai Yang mulia itu nampak memasang ekspresi senyuman menyeringai.


***


“Itu mereka... Pasukan Calferland. Dan sepertinya Zero Lancheur akan segera melakukan aksinya,” ucap Clava, melihat pasukan Calferland lebih dulu sampai, serta World Venerate mereka yang kini telah berada di atas ibukota Gimoscha tersebut.


“Clava, kau tunggu disini. Biar aku yang bicara padanya,” kata Raquille.


Pemuda itu seketika pergi membuka pintu samping pesawat yang dinaikinya dan terbang menghampiri Zero Lancheur di atas langit kota Reom.


Saat melihat pemuda itu datang menghampirinya, pria yang bernama Zero itu nampak langsung memasang ekspresi sinis.


“Zero Lancheur, World Venerate Calferland. Aku Raquille Noroh, prajurit Fuegonia yang membantu pasukan Serepusco menyerang wilayah selatan Gimoscha... Aku ingin berbicara sebentar denganmu sebentar,” ucap Raquille.


“Apa yang mau kau bicarakan?” Respon World Venerate bernama Zero itu.


“Aku mendengar bahwa kau menyerang pasukan musuh dengan brutalnya. Walaupun ini peperangan, namun setidaknya kau harus lebih menghargai nyawa manusia... Untuk permasalahan dengan pasukan musuh yang berada dibawah, serahkan saja padaku dan pasukan Serepusco. Aku yakin mereka akan menyerah karena telah terdesak oleh para pasukan kita sebelumnya,” ucap Raquille panjang lebar, menjelaskan maksudnya agar pria itu mengerti dan tidak melakukan tindakan yang akan membuat orang-orang yang tak bersalah tidak menjadi korban.


“Heh... Kau kira segampang itu mereka akan menyerah... Kau pikir pasukan Gimoscha itu bisa dianggap remeh... Atau mungkin kau mau bersaing dariku agar bisa diakui?” Namun, Zero nampak tidak akan mau mengerti dengan penjelasan pemuda Elfman itu.


**


“Hei, Yang mulia apa perintahmu? Dua World Venerate musuh sudah di depan kita,”


“Anak muda, apa kau tidak lihat itu? Sepertinya dua orang itu sedang berdebat.”


**


“Hei, ini bukan persaingan. Pikirkan tentang orang-orang tak bersalah dibawah sana. Jika kita mengerahkan seluruh kekuatan kita... Apa yang akan terjadi pada mereka nantinya?”


“Hentikan ocehanmu, kita sedang berada di wilayah musuh... Lebih baik serang dulu mereka, setelah itu mengocehlah sesukamu.”


Saat mengangkat salah satu tangannya ke atas, pria yang bernama Zero tersebut langsung mengeluarkan sebuah pancaran energi listrik, yang seketika meluncur pada awan yang berada di atas mereka.


“Breaker lightning... God's wrath...”


Seketika sebuah petir yang sangat menyilaukan pandangan dari semua orang yang berada di tempat itu meluncur dengan cepatnya ke bawah.