The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 298 - Salah memilih lawan



“Ada apa ini? Kenapa malah perempuan yang mengangkat barang-barang berat seperti ini?” Ucap Tianhui, sedikit terkejut melihat gadis tersebut nampak terjatuh akibat tidak kuat membawa barang yang berat.


“Hei kalian para laki-laki setidaknya jangan biarkan perempuan membawa barang yang berat,” lanjut pria tersebut, memerintahkan para prajurit pria untuk tidak membiarkan perempuan mambawa barang berat, sambil membantu gadis yang terjatuh itu untuk berdiri kembali.


“Terima kasih tuan…” Ucap gadis tersebut, berterima kasih kepada Tianhui karena sudah membantunya berdiri.


Wajah gadis itu lantas terlihat, dan ternyata merupakan Zchaira sang dewi merak dari negeri Tengal yang kini telah menyamar menjadi salah satu prajurit negeri Pavonas.


Ketika menatap gadis yang tanpa diketahuinya merupakan dewi merak itu, Tianhui sontak terdiam sambil merasa bingung bukan karena terkejut melihat wajah gadis itu nampak sangat rupawan, namun karena dirinya baru pertama kali melihat gadis itu sebagai prajurit negeri Pavonas di kota tersebut.


Maaf, kalau boleh tahu siapa namamu nona?” Tanya Tianhui karena merasa asing melihat gadis itu.


“Namaku… Eh, maaf tuan Tianhui, aku adalah Zchaira…” Jawab dewi merak, memperkenalkan nama aslinya pada Tianhui.


“Zchaira… Nama yang bagus…” Respon Tianhui kemudian beranjak dari tempat itu, kemudian pergi bersama dengan dua Venerate yang bersamanya meninggalkan gadis tersebut.


Setelah Tianhui dan dua Venerate lain pergi dari tempat itu, Zchaira sontak memasang ekspresi tersenyum karena para Venerate Pavonas itu tidak menyadari bahwa dirinya merupakan musuh yang sedang menyamar menjadi salah satu diantara mereka.


**


“Tuan Tianhui… Aku tidak tahu bahwa kau sudah menggoda perempuan juga. Aku sempat mendengarmu sebelumnya… Maaf, kalau boleh tahu siapa namamu nona?” Ucap Echman, mengajukan pertanyaan Tianhui pada gadis sebelumnya.


“Aku bukan menggodanya, hanya saja aku baru pertama kali melihat perempuan itu… Walaupun aku bertanya mengenai namanya, tapi percuma saja karena aku tidak menghafal nama-nama para Venerate kita,” balas Tianhui, menyatakan bahwa dirinya tidak menggoda gadis tersebut.


“Kau pasti beralasan saja… Tidak perlu berbohong, karena seorang pria juga akan terpanah melihat perempuan secantik itu,” sambung Venerate yang bersama mereka.


“Echman… Tarbyl… Lebih baik kalian fokus saja pada penyerangan kali ini karena aku memang tidak berpikir seperti yang kalian pikirkan…” Karena merasa kesal, Tianhui lantas berbicara dengan nada tinggi memperingati dua Venerate tersebut untuk fokus saja pada penyerangan ke negeri Tengal, membuat mereka berdua langsung terdiam.


***


Berpindah di pinggiran sungai, dimana tampak para prajurit Pavonas sudah satu per satu naik ke masing-masing perahu mereka untuk pergi menyebrangi sungai Mura.


Diantara para prajurit Pavonas, terlihat Zchaira yang tidak naik ke atas perahu tiba-tiba memunculkan sebuah seruling, membuat para prajurit Pavonas yang melihatnya lantas kebingungan karena teknik yang dilakukan oleh gadis tersebut hanya bisa dikuasai oleh Venerate tingkat atas.


“Hei, bagaimana kau bisa melakukan itu? Dan apa mungkin senjata suci?” Tanya salah satu prajurit, terkejut melihat Zchaira yang menyamar menjadi salah satu dari mereka memunculkan sebuah seruling.


“Iya…” Jawab Zchaira.


“Cepatlah… Untuk apa kau memunculkan benda itu?” Tidak peduli bahwa gadis tersebut bisa menggunakan teknik spasial, salah satu prajurit yang lain sontak mencengkram tangannya karena mereka telah diperintahkan untuk segera pergi menyerang.


“Berani-beraninya kau memegang tanganku,” ucap Zchaira, tiba-tiba mengubah ekspresi menjadi serius ketika salah satu prajurit mencengkram tangannya.


“Uakh…!” Tiba-tiba sesuatu tak kasat mata menghantam prajurit Pavonas yang sedang mencengkram tangan Zchaira hingga terhempas ke jarak yang jauh.


Hal tersebut lantas membuat semua prajurit yang ada di tempat itu langsung terkejut melihatnya.


“Siapa kau? Aku yakin kau bukan salah satu dari kami?” Tanya salah satu prajurit, sambil bersiap untuk menyerang karena menduga bahwa gadis tersebut merupakan penyusup.


“Coba tebak saja…” Ucap Zchaira kemudian memainkan melodi dari seluringnya.


Mengingat bahwa seruling yang dipegang oleh gadis itu merupakan senjata suci, beberapa prajurit Pavonas dengan sigap mengakses kekuatan mereka, melancarkan serangan proyeksi elemen cahaya ke arah gadis tersebut.


Saat melodi yang dimainkan oleh Zchaira mencapai nada yang tinggi, tiba-tiba sebuah tekanan kekuatan terpancar, hingga membuat beberapa serangan dari prajurit Pavonas seketika lenyap.


“Serang dia…”


Salah satu prajurit lantas memerintahkan rekan-rekannya untuk menyerang gadis tersebut, namun tiba-tiba saja dirinya jatuh tersungkur ke tanah dan langsung tak sadarkan diri.


Zchaira kemudian berjalan sambil tetap memainkan melodi dari serulingnya, hingga ketika semua prajurit lain yang dilewatinya seketika jatuh tersungkur tidak sadarkan diri akibat mendengar melodi tersebut.


***


“Eh…”


Di sisi lain, Tianhui yang sedang bersantai di dalam tenda tiba-tiba mendengar suara melodi yang sementara dimainkan oleh Zchaira.


“Siapa yang sedang memainkan seruling malam-malam begini?”


Karena penasaran, pria itu lantas keluar dari tenda untuk melihat siapa yang memainkan melodi yang terdengar indah di telinganya tersebut.


**


“Apa-apaan ini?”


Tianhui sontak terkejut saat keluar dari dalam tenda dan melihat semua prajurit Pavonas yang ada telah tergeletak tak sadarkan diri.


“Uakh…!”


Seketika dua Venerate yang bersamanya sebelumnya terhempas ke arah Tianhui dan tersungkur dengan keadaan yang lemah.


“Echman… Tarbyl… Apa yang terjadi?”


“Tuan Tianhui… Kita diserang…” Ucap Echman sambil menunjuk ke arah depan.


“Kau…”


Tianhui lantas terkejut, namun langsung memasang ekspresi wajah serius ketika melihat gadis yang ditolongnya tersebut merupakan Venerate musuh yang menyerang bawahannya.


“Seharusnya aku sudah menduga bahwa kau memang adalah penyusup…” Ucap Tianhui, dan seketika mengakses kekuatannya, memunculkan sebuah pedang yang merupakan sebuah senjata suci.


Tianhui kemudian mengaktifkan kekuatan dari pedangnya, hingga memancarkan pancaran proyeksi energi.


“Entah siapa kau, tapi kau seperti sudah salah memilih lawan…”


“Heavenly reach…” Tianhui memasang kuda-kuda kemudian melancarkan serangan proyeksi energi dalam skala besar, yang dengan cepat meluncur ke arah Zchaira.


Serangan tersebut tiba-tiba saja lenyap ketika diterjang oleh sebuah tekanan kekuatan yang memancar dari Zchaira.


“Apa?” Ucap Tianhui, terkejut melihat hal tersebut.


“Tuan Tianhui… Hati-hati, ada sesuatu yang tidak bisa kau lihat di sekitar perempuan itu,” ucap Echman, memperingati Tianhui, karena dalam sudut pandangnya, di sekeliling Zchaira terdapat beberapa makhluk berukuran besar yang sebenarnya telah menahan serangan proyeksi tersebut, dan bahkan makhluk tersebut hanya mampu dilihat oleh para Venerate dengan menggunakan kemampuan khusus selain Venerate bangsa Slivan.


“Aku tidak melihat apapun…”


Karena tidak percaya dengan ucapan rekannya, Tianhui seketika meluncur mendekati Zchaira untuk menyerang perempuan itu dari jarak dekat.


“Ukh…” Tiba-tiba sebuah tekanan menghantam pria itu hingga terhentak ke tanah.


**


“Seharusnya aku yang mengatakan bahwa kau sudah salah memilih lawan,” ucap Zchaira sambil memasang ekspresi tersenyum.