
Raquille memunculkan pasak-pasak es disekitarnya dalam jumlah banyak, yang langsung diluncurkannya ke arah World Venerate tersebut.
Pria itu seketika mengeluarkan proyeksi energi berwarna merah lalu membentuknya menjadi sebuah perisai menangkis serta menepis serangan pasak-pasak es dari Raquille.
**
“Ice shaping…” Raquille seketika memasang ekspresi senyuman menyeringai ketika melihat serangannya tersebut ditepis oleh pria itu.
**
Tiba-tiba pasak-pasak es berhamburan di sekitar pria itu berubah menjadi kloningan Raquille, yang sontak langsung menyerang World Venerate itu.
“Akh…” Pria bernama Penkanor tersebut seketika mendapatkan serangan bertubi-tubi dari kloningan Raquille hingga membuatnya tersudut.
**
Sementara World Venerate tersebut melawan kloningannya, Raquille yang masih berada dibawah memunculkan pedangnya, yang pernah dipakainya bertarung sebelumnya.
Dengan satu lompatan, pemuda Elfman itu meluncur ke atas mendekati pria World Venerate dari Geracie tersebut.
**
“God aura… Superior boost…” Semakin terdesak, pria itu seketika kembali mengeluarkan proyeksi energi dari seluruh bagian tubuhnya hingga kloningan Raquille yang dilawannya seketika lenyap tak bersisa.
“Uakh…” Namun, mendadak dia mendapatkan serangan tebasan bertubi-tubi dari Raquille yang tiba-tiba telah berada di depannya.
“Sialan kau…” Umpatnya dengan kesal setelah menerima serangan dari pemuda Elfman itu.
“God aura… Deadly god’s hand…” Saking kesalnya, pria itu juga kembali meluncurkan serangan proyeksi energi yang pernah dilancarkannya.
Serangan tersebut dengan mudah diatasi oleh Raquille dengan mengangkat pedang ke depan, hingga serangan proyeksi tersebut terserap masuk.
“Apa…?” Betapa terkejutnya pria itu melihat serangannya tersebut diserap oleh pedang dari pemuda Elfman tersebut.
Raquille mengangkat pedangnya ke atas, melakukan gaya tebasan hingga serangan proyeksi energi merah yang terserap kembali keluar.
“Akh…!” Pria itu seketika menerima serangannya sendiri, hingga membuatnya terhempas ke bawah dengan kerasnya.
**
“Saat bertemu di kota Nerbil, pria itu mewakili negeri Fuegonia kan?” Tanya Grelic.
“Iya, pria itu mewakili negeri Fuegonia,” jawab Zero.
“Tapi, sepertinya dia itu adalah Elfman... Bukannya ras campuran itu berasal dari negeri Blueland?”
“Memang jelas pria itu adalah Elfman, dilihat dari penampilannya…”
“Apakah anda belum pernah mendengar bahwa negeri Blueland saat ini sedang berkonflik dengan kubuh utara, lebih khususnya dengan negeri Ierua?”
“Ierua…?” Tanya Grelic lagi.
“Iya, Ierua sedang menginvasi pulau Whiteland, pulau yang menjadi wilayah dari Blueland sekarang…”
“Mungkin karena hal itu hubungan aliansi antar Blueland dan Fuegonia sempat terjalin hingga membuat beberapa ras Elfman kemungkinan menjadi prajurit Fuegonia,” ucap Zero menjelaskan hal tersebut pada Grelic.
***
Tak jauh dari tempat itu, Clava yang sebelumnya terhempas akibat menerima serangan dari World Venerate Geracie sebelumnya, terlihat telah berhadapan dengan salah satu Venerate tingkat atas Geracie.
“Boleh juga kemampuanmu,” ucap Clava, sedikit kesulitan menangani serangan Venerate yang dilawannya.
“Kalau begitu, berusahalah lebih keras lagi,” balas Venerate dari Geracie tersebut.
***
Begitu juga dengan dua Venerate Nascunia, yang kini berhadapan dengan dua Venerate Geracie lainnya.
“Nona-nona, lebih baik kalian menyerah saja. Aku janji tidak akan menyakiti kalian, jika kalian berdua menyerah sekarang juga,” ucap salah satu Venerate Geracie.
Namun, dua Venerate perempuan itu tampak tidak menggubris ucapan dari Venerate tersebut dan lebih memilih untuk melanjutkan pertarungan mereka.
***
“Uwaah…!” Di sisi lain Vingto yang sedang berhadapan dengan dua Venerate sekaligus nampak kewalahan untuk mengatasi mereka, yang secara bergantian melancarkan serangan kepadanya, hingga pria itu pun tidak memiliki kesempatan untuk melancarkan serangannya.
*
“Sial… Kenapa akhir-akhir ini aku selalu melawan perempuan?” Gumam pria Calferland itu dalam hati merasa ragu untuk menyerang dua Venerate dari Geracie tersebut, yang merupakan seorang wanita.
***
“Sialan kau…!” Dengan berteriak, pria itu mengumpat ke arah Raquille yang sedang melayang di udara.
Saking kesalnya pria itu hingga membuat proyeksi energi merahnya sontak terus-terusan memancar berulang-ulang kali.
**
“Sepertinya dia mau serius,” ucap Raquille.
**
“I defteri ekdosi… Adivis the first son lord of dead…”
Pancaran energi merah tersebut sesaat menyelimuti seluruh tubuhnya hingga berubah menjadi wujud makhluk berzirah hitam yang pada beberapa bagiannya memancarkan pijaran cahaya berwana merah.
Pria itu juga memiliki sepasang tanduk yang meruncing pada bagian kepalanya, serta memegang sebuah tongkat dengan memiliki bilah di kedua ujungnya.
“Supreme deity aura… Deadly hell storm…” Dalam sekejap World Venerate tersebut langsung meluncurkan serangan proyeksi energi merah ke arah Raquille.
Dengan santai Raquille mengangkat pedangnya ke arah serangan tersebut mencoba untuk menyerapnya.
“Ukh…” Namun, anehnya serangan tersebut tidak bisa diserap oleh pedangnya.
Raquille sontak menerima serangan tersebut, hingga pemuda itu pun terhempas lebih jauh ke atas.
**
Melihat sebuah kesempatan, dengan satu lompatan yang kuat World Venerate Geracie itu seketika meluncur ke arah Raqulle.
“Akh…” Dia kemudian melancarkan serangan tebasan secara bertubi-tubi hingga pemuda Elfman itu kali ini yang bergantian terhempas menghantam permukaan dengan kerasnya.
“Hahaha…” Dengan liciknya pria itu tertawa setelah menghempaskan Raquille dengan serangannya.
Namun, secara mendadak pemuda Elfman itu tiba-tiba telah berada dibelakang sambil mengayunkan pedangnya ke leher World Venerate tersebut.
“Eh…” Merasa sesuatu berada dibelakangnya, seketika membuat pria itu langsung bergerak menjauhinya.
Saat dia berbalik, betapa terkejutnya melihat Raquille yang sebelumnya menerima serangannya hingga terhempas, kini dengan sekejap telah di depan matanya.
“Bagaimana mungkin…?” Ucap pria itu, nampak tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
“Heh… Saking asiknya kau melancarkan serangan, sampai-sampai kau tidak tahu bahwa yang kau serang itu hanyalah klonku.”
“Apa katamu..? Berani kau menipuku…!” Teriak pria itu, merasa kesal ditipu oleh pemuda Elfman tersebut.
“Ternyata kau masih bodoh sejak terakhir kali kita bertemu,” ucap Raquille.
“Haah… Terakhir kali kita bertemu…? Memangnya kapan aku pernah bertemu denganmu?” Tanya pria itu tidak mengerti dengan ucapan Raquille.
“Kau rupanya sudah lupa. Lagipula bagimu itu sudah berlalu sekitar dua belas tahun yang lalu.”
“Hentikan ocehan bodohmu itu dan serang aku sekarang… Kalau tidak, lebih baik aku saja...” Pria itu seketika maju sambil mengayunkan senjatanya ke arah Raquille.
Dengan tersenyum menyeringai, Raquille dengan santainya menanti serangan pria itu sambil memainkan jarinya. Tiba-tiba saat ditebasnya, Raquille menghindar kebelakang dan memunculkan kloningannya di sekitar World Venerate Geracie itu.
“Aku ingin melihat seberapa pintarnya kau mengetahui wujud asliku diantara kloninganku ini,” ucap semua Raquille secara bersamaan.
Dengan serentak semua kloningan Raquille seketika maju dan melancarkan serangan mereka secara bergantian pada pria World Venerate itu.
***
Dibawah, Zero serta Grelic yang menyaksikan pertarungan mereka nampak sedang berbincang.
“Sepertinya World Venerate itu tidak sekuat yang kukira,” ucap Zero.
“Aku juga tidak paham, apakah pria bernama Penkanor itu lebih lemah, atau tuan Elfman itu yang memang jauh lebih kuat darinya?”
“Mungkin saja pria itu memang baru saja memasuki tingkatan World Venerate akhir-akhir ini.” Tiba-tiba Raquille mendadak berada diantara dua pria itu hingga membuat mereka pun seketika terkejut.
“Kau… Kenapa berada disini?” Tanya Zero.
“Setidaknya dari sini lebih muda untuk mengalahkan pria itu.”
Pemuda itu kemudian sedikit maju ke depan untuk melancarkan sebuah serangan pada World Venerate tersebut, yang sedang sibuk melawan kloningannya di udara.