The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 268 - Penyerangan tiba-tiba



“Tentu saja paman… Tidak mungkin aku akan menolak permintaan langsung darimu, walaupun sebenarnya aku sedang dalam misi membantu pemberontakan di negeri Asimir… Tapi jangan khawatir, aku akan menyelesaikannya dengan cepat lalu pergi kesana,” ucap Raquille, memegang alat komunikasi sambil dengan santai menyerang para ras Goblinman yang menyerang ke arahnya.


“Terima kasih nak… Kalau begitu, kami menantikan pertolonganmu itu,” respon Ruvaen.


Setelah berbicara dengan Ruvaen, Raquille pun mematikan sambungan komunikasinya dengan perdana menteri negeri Blueland tersebut.


“Ice spring… Thousand ice thorns…” Seketika Raquille mengakses kekuatan elemen es miliknya, menciptakan duri-duri es, yang dalam sekejap langsung menghempaskan semua ras Goblinman yang hendak menyerangnya.


Duri-duri es tersebut terus bermunculan hingga ke sekitar Morten dan Demesa, menghempaskan para ras Goblinman yang hendak menyerang mereka juga, namun satu pun dari duri-duri es tersebut tidak mengenai dua rekan dari pemuda Elfman itu.


“Ukh…” Setelah mengalahkan semua Goblinman yang ada, tiba-tiba Raquille terhempas menerima sebuah serangan elemen api berskala besar, membuat Morten serta Demesa pun langsung terkejut.


Ketika kedua anggota organisasi Guardian itu menoleh, mereka pun lebih terkejut melihat salah satu ras Goblinman, namun memiliki aura kekuatan mencekam, yang kemungkinan jauh lebih kuat dibandingkan dengan para Goblinman yang mereka lawan sebelumnya.


“Sial… Sepertinya aku tidak bisa tepat waktu pergi ke negeri Ereise,” ucap Raquille sambil kembali berdiri, merasa bahwa akan sedikit memakan waktu untuk melawan Goblinman yang memiliki tekanan kekuatan setara dengannya tersebut.


“Morten… Demesa… Apa kalian siap?” Tanya Raquille.


“Asalkan kau siap, aku juga tidak akan mundur,” jawab Demesa.


“Aku selalu siap kapanpun itu…” Sambung Morten.


Setelah mendengar jawaban dari kedua rekannya, Raquille pun terlebih dahulu meluncur ke depan untuk menyerang Goblinman itu terlebih dahulu.


***


Berpindah pada Arn, Freynile serta lima murid Land Venerate yang kini sedang melintasi sebuah pegunungan salju menuju ke sebuah tempat yang diperintahkan kepada mereka.


“Eh…” Tiba-tiba Arn terkejut ketika melihat seekor burung gagak terbang mengitari mereka di atas langit.


“Feuerzauber…” Mereka terganggu, Arn pun langsung melancarkan serangan proyeksi elemen api hingga membuat seekor burung gagak tersebut terbakar kemudian jatuh ke bawah.


“Arn… Apa yang kau lakukan?” Tanya Freynile, terkejut melihat Arn membunuh burung gagak tersebut.


“Maaf Freynile, aku hanya merasa terganggu melihat gagak itu,” jawab Arn, sambil menunjukan ekspresi tersenyum memberikan alasan tersebut.


Ketika mereka semua hendak melanjutkan perjalanan, tiba-tiba burung gagak yang diserang oleh Arn sebelumnya kembali menuju ke arah mereka. Melihat burung gagak yang terbakar tersebut serta masih tetap hidup, semuanya pun lantas terkejut dan merasa bahwa ada yang tidak beres.


Satu per satu para murid kelas Land Venerate menyerang gagak yang terbakar itu, namun satu pun serangan yang diluncurkan oleh mereka sama sekali tidak bisa mengenai hewan tersebut, yang membuat mereka pun mencurigai bahwa burung tersebut bukanlah seekor burung yang biasa.


Freynile pun melihat pergerakan burung gagak yang lincah tersebut, kemudian mengakses kekuatan elemen es miliknya, hingga dalam sekejap membekukan hewan tersebut.


“Blitzzauber…” Salah satu murid Land Venerate dengan cepat langsung melancarkan serangan proyeksi elemen petir hingga burung gagak yang membeku tersebut hancur berkeping-keping.


Akan tetapi, dalam sekejap segerombolan burung gagak datang menerjang mereka, hingga membuat para murid akademi sihir melancarkan serangan mereka masing-masing.


Gerombolan burung gagak tersebut melewati mereka semua, kemudian menyatu dan berubah menjadi seseorang.


“Tidak mungkin…” Ucap salah satu murid Land Venerate, tidak menyangka bahwa gerombolan burung gagak tersebut berubah menjadi Modolf, raja dari negeri Ereise, yang tentu saja memiliki kekuatan jauh di atas mereka semua.


**


**


Baik Arn, Freynile, maupun kelima murid Land Venerate lainnya, nampak gemetar melihat kedatangan raja Ereise tersebut, serta tidak satu pun diantara mereka yang berani untuk merespon ucapan dari pria tersebut.


“Lynspel…” Tiba-tiba Modolf melancarkan serangan proyeksi elemen petir bertekanan tinggi, yang dalam sekejap memecah menjadi beberapa bagian meluncur ke arah para murid Land Venerate.


“Akh…” Walaupun sudah dengan sigap menghindari serangan tersebut, namun para murid-murid Land Venerate tidak menyangka bahwa serangan elemen petir tersebut menciptakan efek ledakan yang besar, hingga membuat mereka semua terhempas.


Ketika Arn, Freynile serta lima murid Land Venerate telah terkapar dalam keadaan lemah, Modolf perlahan turun ke bawah menghampiri mereka semua.


Raja negeri Ereise tersebut kemudian memunculkan sebuah belati yang langsung dilapisinya dengan menggunakan proyeksi energi miliknya sendiri.


“Maaf jika aku melakukan ini… Lagipula Ereise dengan negeri kalian sekarang sedang dalam sebuah konflik…”


“Ukh…”


Dalam sekejap Modolf menancapkan belati tersebut pada salah satu murid Land Venerate hingga menembus sampai ke jantung.


“Steinmir…!” Teriak Arn, melihat Modolf menusuk rekannya bernama Steinmir tersebut hingga terkapar tak berdaya.


Walaupun merasa kesal Modolf seketika membunuh rekan mereka, namun para murid Land Venerate tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak mungkin bisa mengalahkan raja negeri Ereise tersebut.


“Lieferung zauberspruch…” Karena tidak mau semua murid Land Venerate mengalami hal seperti salah satu rekannya, Freynile dengan sigap mengakses teknik sihir perpindahan ruang, membawa semuanya menghilang dari tempat tersebut.


“Sayang sekali mereka berhasil kabur… Namun, kalian tidak bisa kabur terlalu jauh dari tempat ini,” ucap Modolf.


***


Tak berapa lama, Freynile muncul bersama dengan Arn, dan keempat murid lainnya di sebuah hutan.


“Apa-apaan ini?” Ucap Freynile, nampak terkejut ketika menyadari bahwa teknik sihir perpindahan ruangnya hanya bisa membawa mereka semua beberapa kilometer dari pegunungan es sebelumnya.


“Lieferung zauberspruch…” Karena kemungkinan dirinya membuat kesalahan, Freynile pun kembali mengakses sihir ruang miliknya, membawa semua menghilang dari hutan itu lagi.


***


Akan tetapi, setelah mereka semua muncul, Freynile pun terkejut karena sihir perpindahan ruangnya, tetap memunculkan mereka di dalam hutan tersebut, yang kemungkinan hanya berjarak kilometer saja dari titik mereka sebelumnya.


Tiba-tiba Freynile, jatuh terkapar karena telah menggunakan sebagian besar energi miliknya untuk melakukan sihir perpindahan ruang ke tempat yang jauh, namun hasilnya tetap membawa mereka ke tempat yang dekat.


“Freynile…” Melihat hal tersebut, Arn pun langsung bergegas membantu Freynile kembali berdiri.


“Ayo kita menjauh dari tempat ini…” Pemuda itu pun langsung menyuruh semua murid Land Venerate untuk berjalan pergi dari tempat itu sembari dirinya membantu Freynile berjalan.


***


Sementara itu, pasukan Blueland yang berada di sisi lain wilayah negeri Ereise, seketika dikalahkan oleh seorang pria yang merupakan Venerate tingkat atas.


Tak berapa lama setelahnya, Ruvaen pun muncul menghadang pria itu yang hendak menyerang pasukan Blueland lain.