The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 48 - Satu per satu tim mulai terdiskualifikasi



“Dierill Drown dari tim Fuegonia A berhasil mengalahkan Erklis Magchora dari tim Lightio. Gerhanther Zee dari tim Lightio berhasil mengalahkan Aleron Wilmond dari tim Machora Tira.”


“Zurbag Yarbil dari tim Machora Tira berhasil mengalahkan Rys Weagsai dari tim Asimir. Eldriata Greydust berhasil mengalahkan Jenesyn Wycencor dari tim Vielass.”


“Horner Bellyfirn dari tim Vielass berhasil mengalahkan Zared Wakor dari tim Mormist.”


Pengumuman hasil pertarungan para peserta pun sontak langsung terdengar di arena turnamen. Kemudian, tak lama setelah itu, layar langsung memperlihatkan perolehan poin dari semua tim.


Fuegonia B (53), Fuegonia A (27), Lightio (27), Cielas (13), Vielass (13), Asimir (12), Neodela (10), Machora Tira (7), Mormist (4).


**


“Poin dari tim Neyndra jauh mendominasi dari semua tim seluruh tim,” ucap Rox.


“Iya benar, bahkan Drakon dan mantan perampok itu sudah mengalahkan lebih dari satu peserta... Memang Land Venerate di tim itu tidak bisa diremehkan,” sambung Ailene.


“Jangan lupa juga dengan kak Neyndra dan Elfman itu, mereka bahkan belum dikalahkan. Tapi, yang membuatku bertanya-tanya kenapa si Henokh itu bisa menggunakan elemen angin. Bukannya clan Flaus itu adalah salah satu clan api Fuegonia ayah?” Kata Rourke yang kemudian bertanya pada ayahnya.


“Hmph… Sepertinya Henokh itu merupakan anak dari Argis, ketua clan Flaus. Aku pernah mendengar bahwa si Argis itu menikahi seorang pengendali musim,” kata Rox.


“Maksudmu para Venerate yang berasal benua Greune itu?” Tanya Rourke.


“Iya, para Venerate yang dapat mengendalikan beberapa elemen alam sehingga disebut sebagai pengendali musim,” jawab Rox.


“Sepertinya kemampuannya baru saja muncul saat bertarung dengan Giantman barusan,” lanjutnya.


Pengendali musim, yang dibicarakan oleh Rox merupakan kelompok Venerate yang berasal beberapa negeri di bagian barat benua Gruene, dimana sesuai dengan perkataan Rox bahwa mereka dapat mengendalikan beberapa elemen alam seperti elemen angin, petir, air, es bahkan elemen api. Dengan kemampuan yang beragam tersebut membuat mereka dapat memanipulasi cuaca, iklim serta musim dengan menggabungkan elemen-elemen alam tersebut. Bahkan para pengendali musim di tingkatan World Venerate mampu untuk memanipulasi unsur-unsur tersebut dalam waktu yang cukup lama.


***


Berpindah pada Saturno, satu-satunya tim Cielas yang tersisa. Nampak pria tersebut terlihat berjalan menuruni lembah. Tiba-tiba saja dia berpapasan dengan Messen, salah satu tim Vielass.


“Heh… Sepertinya aku bertemu dengan lawan yang kuat,” ucap Pixieman itu.


“Bagus sekali, ini waktu yang tepat untuk melampiaskan kekesalanku karena mendengar anggota timku satu per satu dikalahkan,” balas Saturno.


“Kalau begitu coba serang aku sekarang,” tantang Pixieman itu pada pria tersebut.


Tanpa pikir panjang lagi, Saturno langsung mengibaskan kedua pedang yang sontak menciptakan sebuah pusaran angin besar meluncur ke arah Messen.


Namun, dengan mudahnya Pixieman itu mengubah pusaran angin tersebut menjadi dedaunan.


“Hei, apa tidak ada serangan lain yang kau punya?” Kata Pixieman itu, merasa serangan dari Saturno barusan terlalu muda untuk diatasinya.


Mendengar hal tersebut, Pria tersebut nampak berkonsentrasi. Seketika kedua pedangnya memancarkan energi listrik, seketika pria itu pun melancarkan sebuah serangan elemen petir yang langsung meluncur dengan cepatnya ke arah Messen.


Saking cepatnya elemen petir itu menuju ke arahnya, sampai membuat Messen tidak memiliki waktu untuk mengubahnya.


“Woaah…!” Dia pun seketika dengan refleks langsung melompat ke samping menghindari serangan tersebut.


“Haah… Hampir saja.” Messen pun merasa legah karena dengan tepat waktu dapat menghindari serangan tersebut.


**


Tak jauh dari tempat itu, nampak Gnomeman bernama Horner berpapasan dengan Iezig, Ogreman dari tim Mormist.


“Oh… Kebetulan sekali aku mau membalaskan dendamku pada babak sebelumnya,” katanya pada Ogreman tersebut.


“Heh… Hasilnya akan tetap sama.” Tiba-tiba Ogreman itu langsung mengaktifkan kekuatannya, yang sontak membuatnya memancarkan energi listrik berwarna merah.


Dalam sekejap Iezig bergerak ke hadapan Horner dan seketika melancarkan serangan tebasan dua belati pada Gnomeman tersebut.


Tiba-tiba Gnomeman yang ditebasnya itu berubah menjadi kristal dan hancur berkeping-keping.


“Apa…? Tubuh pengganti?” Iezig sontak melihat ke sekitaran tempat tersebut, mencari keberadaan dari Gnomeman itu.


“Hei Ogre, disini.” Gumam Horner, kini berada di atas sebuah pohon.


Melihat keberadaan Gnomeman itu, dengan cepat dia bergerak dan menebas pohon tersebut hingga roboh.


“Woaah…!” Teriak Horner, jatuh tersungkur di tanah dan tak sadarkan.


Merasa telah mengalahkan Gnomeman itu, Iezig pun datang menghampirinya.


“Sudah kukatakan padamu kalau hasilnya tetap akan sama,” ucap Ogreman itu.


Tiba-tiba Horner berdiri kembali dan langsung melancarkan sebuah pukulan ke wajah Ogreman itu.


Namun, serangan tersebut nampak tidak terlalu berpengaruh pada Ogreman itu. Seketika Iezig pun langsung membalas pukulan tersebut dengan menganyunkan kedua belatinya untuk menebas


Gnomeman itu.


Betapa terkejutya Iezig melihat seranganya tidak bisa melukai Gnomeman itu.


“Apa…? Bagaimana bisa?” Ogreman itu pun sontak kebingungan melihat hal tersebut.


Tidak mau menyerah, Ogreman itu kembali melancarkan serangannya secara bertubi-tubi. Tetapi, serangan tersebut tetap tidak bisa melukai Horner ataupun membuatnya bergeming sedikitpun.


“Ada apa? Apa kau merasakan sesuatu yang aneh?” Tanya Horner.


Gnomeman itu pun sontak membalas serangan Iezig dengan melancarkan pukulan kembali.


Nampak pukulan tersebut langsung membuat Ogreman itu jatuh berlutut di hadapannya.


“Apa kau lakukan padaku?” Tanya Ogreman itu.


“Tenang saja, aku hanya menghentikan aliran energi di dalam tubuhmu untuk sementara,” jawab Horner.


“Tapi, selama hal itu berlangsung kau hanyalah makhluk yang lemah, yang dengan mudahnya dapat dikalahkan olehku,” lanjutnya sambil mengepalkan tangan dengan kuat.


Dia pun mengaktifkan kekuatannya yang sontak membuat kepalan tangannya tersebut terlapisi oleh kristal yang padat.


“Krystalitation release… Solid krystal punch…”


Dengan sekejap Horner pun melancarkan pukulannya ke wajah Iezig sampai membuatnya menghantam tanah dengan kerasnya hingga seketika membuat Ogreman itu mengalami kekalahan.


Kemampuan yang digunakan oleh Gnomeman itu adalah kemampuan untuk dapat menetralisirkan kekuatan dari lawannya, dimana lawan yang secara langsung menerima pukulan dari Gnomeman akan secara seketika menghentikan aliran energi di tubuh mereka, sehingga lawan tidak bisa memproyeksikan energi mereka dalam waktu tertentu. Hal itu dapat dimanfaatkan oleh langsung mengalahkan mereka saat


“Horner Bellyfirn dari tim Vielass berhasil mengalahkan Iezig Wakor dari tim Mormist… Tim Mormist keluar.”


Dengan kekalahan Iezig dari Horner sontak membuat tim Mormist menjadi pertama terdiskualifikasi karena tidak ada anggota yang tersisa pada tim tersebut.


Tak lama kemudian, tiba-tiba Messen, salah satu anggota tim Vielass terhempas dan tersungkur di depan Horner.


“Messen…”


“Sial… Orang itu kuat sekali…” Setelah mengatakan hal tersebut, tiba-tiba Messen saat itu juga tak sadarkan diri.


“Saturno Redeglidei dari tim Cielas berhasil mengalahkan Messen Wycencor dari tim Vielass.” Drone yang berada di dekat tempat itu sontak mengumumkan kekalahan dari Messen.


“Saturno…? Apa orang itu…?”


Baru saja Gnomeman itu menduganya, tiba-tiba orang yang disebutkannya sampai di tempat itu.


“Oh… Bukannya kalian satu tim?” Tanya Saturno.


“Kalau begitu majulah sekarang, kau yang selanjutnya.” Belum sempat mendengar jawaban dari Horner, pria itu pun langsung menantang Gnomeman tersebut untuk maju menyerangnya.


“Untuk apa aku maju, aku bahkan bisa menyerangmu dari sini,” kata Horner.


Tiba-tiba bongkahan-bongkahan kristal bermunculan dari bawah tanah di dekat pria Cielas itu.


Saturno pun dengan sigap melompat kebelakang memutar tubuhnya menghindari serangan kejut Gnomeman itu.


“Breaker lightning… Flash arrow…” Dia kemudian melancarkan serangan elemen petir berbentuk anah panah, yang dengan cepatnya meluncur ke arah Gnomeman itu.


Namun hal itu percuma karena seketika sebuah dinding kristal muncul di depan Horner dan menghadang serangan elemen petir tersebut.


“Hei, dilihat dari teknik yang kau lancarkan, sepertinya kau bukanlah penduduk asli Cielas?” Tanya Horner, menduga sesuatu dari pria itu.


“Memangnya kenapa kalau bukan dari Cielas?” Jawab Saturno, membenarkan dugaan Gnomeman itu.


“Tidak, hanya saja apa mungkin kau dari bangsa Seremoschan yang memiliki kemampuan mengendalikan lebih satu elemen alam?” Tanya Horner lagi.


“Iya aku adalah orang Seremoschan dari benua seberang... Apa kau sudah puas sekarang?” Saturno pun mengonfirmasi bahwa dia merupakan orang yang berasal dari bangsa yang disebutkan Horner tersebut.


Bangsa Seremoschan yang disebutkan oleh Horner itu merupakan sebutan lain kelompok Venerate pengendali musim yang sebelumnya dibahas oleh Rox pada anak-anaknya.


“Ternyata dugaanku benar. Hei, budak Cielas coba perlihatkan elemen lain yang kau kuasai,” kata Horner menyebut Saturno sebagai budak dari negeri Cielas.


“Apa kau bilang…? Kau pikir aku bisa disamakan dengan ras hina seperti kalian.” Mendengar hinaan dari Gnomeman itu, pria itu sontak menjadi emosi dan langsung maju untuk menyerangnya.


Melihat hal tersebut, Horner pun langsung menciptakan sebuah pedang dari kristalnya bersiap melawan pria itu.


**


Tak jauh dari tempat pertarungan Saturno dan Horner, terlihat Dierill, satu-satunya anggota tim Fuegonia A yang tersisa.


Nampak pemuda itu kini bertemu dengan Zurbag, yang juga satu-satunya anggota tim Mormist yang tersisa.


“Sepertinya ini bukanlah hari keberuntunganmu karena api tidak akan bisa menang melawan es,” kata Zurbag.


“Apa kau yakin?” Seketika Dierill langsung melancarkan serangan elemen api ke arah Orcman itu.


Namun, dengan cepat Zurbag memunculkan uap es, yang langsung membuat serangan api dari pemuda itu musnah dalam sekejap.


“Sudah kukatakan padamu kan,” ucap Zurbag.


“Kalau begitu, bagaimana dengan ini.” Dierill pun memutar-mutar bola rantainya dengan kuat kemudian meluncurkannya pada Orcman itu.


Dengan sigap Zurbag menangkap bola rantai tersebut dan menariknya dengan kuat. Hal tersebut membuat Dierill seketika meluncur ke arah Orcman itu.


Saat pemuda hampir mendekatinya, dengan cepat Zurbag melapisi salah satu tangannya dengan es dan memukul pemuda itu dengan kuatnya ke tanah.


“Argh…!” Teriak Dierill, menerima serangan dari Zurbag.


Melihat Dierill yang tersungkur di hadapannya, membuat Orcman itu langsung menendangnya dengan kuat hingga membuatnya terhempas menabrak pohon di depannya.


“Arghh…!” Teriak Dierill sekali lagi.


***


“Kurasa ini akhir dari tim Fuegonia A,” kata Rox, merasa bahwa Dierill akan dikalahkan oleh Orcman itu.


“Jangan dulu mengambil kesimpulan seperti itu ayah,” kata Rourke.


***


Walaupun mendapatkan serangan yang cukup fatal, pemuda itu nampak berusaha untuk kembali berdiri. Dia kemudian berkonsentrasi meningkatkan kekuatannya.


“Oh… Jadi kau masih mau untuk melanjutkannya,” kata Zurbag.


“Massive flame projection… Majesty flame wolf…” Pemuda itu sontak meluncurkan sebuah serangan elemen api berbentuk serigala raksasa.


“Sial… Sepertinya itu adalah serangan tingkat tinggi.” Sadar bahwa serangan yang dilepaskan oleh pemuda itu nampak tidak ditahan serangan biasa, Zurbag pun seketika berkonsentrasi.


“Ice strike… Piercing winter vortex…” Orcman itu kemudian melancarkan serangan pusaran elemen es.


Tabrakan dari kedua serangan tersebut sontak menciptakan sebuah gelombang yang cukup kuat sehingga membuat pepohonan yang berada di sekitarnya terhempas.


Namun, karena serangan dari Zurbag nampak lebih unggul sehingga membuat sehingga serangan api dari Dierill pun seketika lenyap. Serangan pusaran es tersebut kemudian dengan cepatnya meluncur ke arah Dierill dan membuatnya kembali terhempas ke jarak yang cukup jauh.


“Arrggh…” Teriak Dierill menerima serangan tersebut.


Terlihat pepohonan yang berada di dekat Dierill seketika membeku akibat serangan dari Orcman itu.


Zurbag kemudian mendekati Dierill. Dia lalu menciptakan sebuah pedang es untuk melancarkan serangan terakhirnya pada pemuda itu.


“I defteri ekdosi… Toffelnir the eight leeged war horse…” Dierill yang masih memegang senjatanya sontak langsung mengaktifkan kekuatan Ekdosi pelepasan keduanya.


*


“Sial… Ekdosi…” Merasa sesuatu yang buruk akan terjadi padanya jika membiarkan hal tersebut, dengan cepat Zurbag mengayunkan pedang esnya untuk menyerang pemuda itu.


**


Namun, seketika kobaran api yang besar memancar keluar dari bola rantai pemuda itu dan langsung menyelimuti dirinya. Hal itu juga membuat Zurbag seketika terhempas karena tekanan dari kobaran api tersebut.


Setelah api tersebut menyelimuti tubuhnya, pemuda Fuegonia itu terlihat mengalami perubahan wujud, dimana selain kepalanya zirah emas kini melapisi seluruh tubuh dari pemuda itu. Terlihat juga kobaran api yang melingkar dari belakang punggung sampai bagian atas kepalanya.


Perubahan yang nampak pada pemuda itu juga terlihat pada sepasang kakinya yang kini berubah layaknya kaki seekor kuda, serta tanduk spiral menyerupai unicorn yang tumbuh di atas dahinya.


Dierill yang telah bertransformasi ke bentuk pelepasan keduanya itu nampak mengeluarkan kobaran api dari tangannya dan mendekati Zurbag.


Tiba-tiba api yang berada di tangannya tersebut perlahan-lahan membesar.


“Massive flame projection… Majesty flame wolf…” Tanpa berlama-lama lagi, pemuda sontak menghempaskannya.


Api yang berbentuk serigala raksasa itu langsung menyambar Zurbag hingga terhempas ke jarak yang cukup jauh.


**


Berpindah pada Saturno dan Horner yang masih saling melancarkan serangan mereka. Tiba-tiba Zurbag bersama serangan elemen api yang dilancarkan Dierill datang ke arah mereka berdua.


Dengan refleks kedua petarung itu secara bersamaan melompat ke belakang menghindari serangan tersebut.


*


“Orcman…?” Gumam Horner dalam hati, melihat Zurbag telah tak sadarkan diri akibat serangan elemen api tersebut.


**


Tak berapa lama, Dierill pun tiba di tempat itu dengan melayang.


“Dierill Drown dari tim Fuegonia A berhasil mengalahkan Zurbag Yarbil dari tim Machora Tira… Tim Machora Tira keluar.”


Dengan hal tersebut, membuat tim Machora Tira menjadi tim kedua yang terdiskualifikasi setelah tim Mormist.


***


Kemudian di arena turnamen terlihat perolehan poin dari semua tim yang berada layar.


Fuegonia B (53), Fuegonia A (39), Lightio (27), Vielass (22), Cielas (18), Asimir (12), Neodela (10), Machora Tira (keluar), Mormist (keluar).


**


“Ekdosi yah…” Kata Saturno.


“Sepertinya aku harus memakainya juga,” kata Horner.


“Kalau begitu, lakukanlah… Aku akan menunggu disini,” balas Dierill.


Tanpa berlama-lama lagi, Saturno dan Horner pun langsung berkonsentrasi meningkatkan kekuatan mereka.