The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 166 - Dewi merak yang lain



Sementara untuk dua World Venerate yang lain lebih memilih untuk bergabung sendiri ke negeri Graina. Kemudian untuk para Continent Venerate yang tersisa tetap dipertahankan oleh negeri Pavonas karena masih memiliki kewajiban untuk memimpin wilayah-wilayah bagian yang berada di negeri Pavonas itu sendiri.


***


Kemudian negeri-negeri kubuh barat yang sebelumnya berhasil menduduki beberapa wilayah dari negeri-negeri kubuh timur, akhirnya kembali memberikan wilayah tersebut, kecuali wilayah dari negeri Geracie yang diduduki oleh negeri Tsureya.



Setelah peperangan berakhir, kini organisasi GANCO akhirnya mendapatkan anggota negeri baru yang tidak lain merupakan negeri-negeri kubuh timur Pavonas, Riemic, Graina, Geracie, Gimoscha, Ledyana dan Morseli. Lalu negeri Tsureya yang kini memiliki wilayah di benua Greune, walaupun hanya sebagian kecil.


Dan terlebih dari itu, karena menganggap Raquille sebagai pahlawan utama dalam perang tersebut, maka organisasi GANCO juga akhirnya memasukan negeri Blueland menjadi anggota mereka.


***


Berita tentang informasi atas kemenangan kubuh barat pada perang benua Greune, penobatan Erissa menjadi pemimpin agung negeri Pavonas, serta Raquille yang menjadi seorang pahlawan karena berhasil mengalahkan Rumen Sayruz pun disiarkan dan dapat langsung dilihat beberapa negeri yang berada tersebar di beberapa benua.


***


Di negeri Neodela, terlihat seorang pria Fairyman bernama Harboreef Flamo yang tidak lain merupakan ayah kandung dari Erissa itu sendiri.


“Hmph… Aku tidak menyangka putri yang kuanggap telah tiada ternyata bisa muncul kembali dan kini telah menjadi pemimpin dari negeri terluas di dunia,” ucap Fairyman itu melihat berita yang memuat tentang dinobatkannya Erissa menjadi pemimpin agung Pavonas.


“Pemimpin agung Pavonas yah… Bagaimana jika dia membalaskan dendam dan menyerang Neodela tuan Harboreef,” ucap seorang pria yang sedang bersama dengannya.


“Buat apa kita takut, lagipula World Venerate di negeri itu kini hanya tersisa dirinya sendiri,” respon Fairyman bernama Harboreef itu.


***


Kemudian di negeri bernama Tengal, dimana merupakan sebuah negeri yang terletak di benua Antikara serta telah berbatasan langsung degan negeri Pavonas itu sendiri, tampak empat orang Venerate sedang berada di sebuah ruangan yang cukup luas.


“Jadi Pavonas kini memiliki pemimpin baru yang dijuluki sebagai dewi merak rupanya…” Ucap seorang pria dengan rambut panjang terurai.


“Apa tanggapanmu dewi merak mendengar Venerate yang memiliki nama mirip sepertimu?” Sambung seorang pria dengan memiliki penampilan beberapa helai rambutnya yang dikuncir, bertanya kepada seorang gadis yang berada di dalam ruangan tersebut.


Tampak seorang gadis cantik dengan rambut hitam panjang terurai serta memiliki sepasang mata berwarna hijau menoleh ke arah pria tersebut.


“Tentu saja itu membuatku ilfil… Disamping itu aku masih penasaran mengapa kalian selalu memanggilku seperti itu? Padahal sejak berada di negeri asalku, mereka tidak pernah memanggilku dengan julukan tersebut,” ucap gadis itu sambil memasang ekspresi senyuman diwajahnya.


“Itu karena ketika kau mengaktifkan kekuatanmu, kau terlihat layaknya seperti manusia merak dengan memiliki sayap bulu merak yang tampak indah,” sambung seorang perempuan yang berada di dalam ruangan itu juga.


“Ngomong-ngomong dewi merak… Kudengar bahwa ayahmu yang mengikuti peperangan tersebut sempat ditangkap oleh pasukan Pavonas,” ucap pria berambut panjang.


Pada sebuah layar proyeksi yang berada di dalam ruangan tersebut tiba-tiba menampilkan berita selanjutnya, dimana Raquille yang menjadi pahlawan utama dalam perang benua Greune akhirnya dapat merubah pandangan orang mengenai dirinya yang selama ini dianggap sebagai Elf iblis.


“Oh, jadi ras Elfman itu kembali mendapatkan kepercayaan… Bahkan dia berhasil membuat kubuh barat memasukan negeri Blueland,” ucap pria berambut panjang.


Ketika melihat wajah Raquille yang terpampang jelas pada sebuah layar proyeksi tersebut, gadis bernama dewi merak itu lantas terkejut dan langsung berdiri dari tempat duduknya.


“Tidak mungkin… Bukankah itu dia…” Gumam dewi merak, nampak mengenali Raquille.


“Ada apa dei merak? Apa kau mengenal pria itu?” Melihat ekspresi terkejut dari gadis itu, lantas perempuan yang berada di dalam ruangan tersebut langsung bertanya kepadanya.


“Aku tidak menyangka bisa melihat dia kembali… Padahal selama ini kukira pemuda itu telah meninggal,” jawab gadis tersebut sambil meneteskan air matanya, merasa bahagia mengetahui bahwa Raquille yang dikiranya telah meninggal ternyata masih hidup.


Walaupun ketiga orang yang sedang bersamanya di dalam ruangan itu tampak kebingungan melihat ekspresi dari gadis bernama dewi merak itu, namun mereka merasa bahwa dia memang mengenal pemuda Elfman yang berada di dalam layar proyeksi tersebut.


***


Kemudian di negeri Fuegonia, tepatnya di kota Wattao yang merupakan ibukota dari negeri tersebut terlihat armada pesawat tempur Fuegonia mendarat sambil disambut oleh Barbiond serta para Venerate Fuegonia yang lain.


Satu per satu Venerate Fuegonia yang berasal dari perang di benua Greune keluar dari dalam armada pesawat tersebut kemudian dilanjutkan oleh Aguirre, Cyffredinol, Achilles, Yugro serta Raquille di belakang mereka.


“Selamat datang wahai prajurit pemberani Fuegonia,” ucap Barbiond merasa senang melihat para prajuritnya kembali, termasuk kepada para Venerate tingkat atas yang merupakan Raquille beserta tiga saudaranya.


“Iya-iya, terima kasih untuk sambutannya pak tua… Aku mau pergi beristirahat dulu.” Dengan tidak sopan Aguirre yang sebagai pemimpin nomor dua dalam negeri tersebut lantas hanya sedikit membalas sapaan dari pemimpin nomor satu negeri itu kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


“Dasar bocah itu…” Ucap Barbiond, nampak kesal melihat kelakuan dari pria Elfman itu.


“Tuan Barbiond, aku mohon tolong maafkan kelakuan dari Aguirre.” Merasa kurang nyaman melihat Aguirre melakukan hal tersebut kepada Barbiond, Cyffredinol lantas meminta maaf mewakili Aguirre kepada pemimpin negeri Fuegonia itu.


“Iya walaupun begitu aku tidak bisa protes karena dia juga adalah pemimpin negeri ini,” respon Barbiond.


Pemimpin negeri Fuegonia itu tiba-tiba merasa senang ketika melihat Yugro datang bersama mereka, yang diketahuinya sempat menghilang bersama dua Venerate Fuegonia lainnya ketika berada di kota Novacurve.


“Tuan Yugro, senang melihatmu baik-baik saja,” ucap Barbiond sambil menghampiri Venerate tersebut.


“Terima kasih tuan Barbiond… Tapi, aku masih khawatir karena tuan Chrol dan tuan Drajick yang hilang bersamaku masih belum ditemukan,” balas Yugro.


“Jangan khawatir… Aku dan Venerate Fuegonia tetap akan berusaha untuk menemukan mereka berdua… Aku yakin mereka muncul tidak jauh dari tempat kau muncul juga…”


Setelah menyapa Yugro, Barbiond kemudian datang menghampiri Raquille serta tampak merasa senang bahwasanya pemuda Elfman itu kini telah dianggap sebagai pahlawan utama dalam perang di benua Greune.