The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 210 - Hyphillia mendapatkan serangan



“Tidak… Aku hanya sekedar lewat saja…” Jawab pria misterius itu.


“Apa maksudmu hanya sekedar lewat saja?” Tanya Hyphilia kembali.


Pria itu kali ini hanya tersenyum ke arah Hyphilia dan tidak menjawab pertanyaan dari Elfman perempuan itu.


***


“Hehehe…” Disaat yang bersamaan salah satu Venerate Ierua yang tertangkap, tiba-tiba tertawa.


“Tobriel, apa yang sedang kau tertawakan?” Melihat hal tersebut, Phyton pun lantas bertanya kepada Venerate tersebut.


“Hei Phyton, asal kau tahu bahwa selain mencari kuda kilat di tempat ini, tujuan kami juga adala untuk bertemu dengn seseorang…”


“Bertemu dengan seseorang… Siapa yang kau maksud?” Phyton pun kembali bertanya ktika mendengar jawaban dari Venerate bernama Tobriel itu.


“Orang yang ingin kami temui di tempat ini adalah Venerate yang sudah beberapa kali menaklukan kuda kilat serta mengambil cincin harta karun di dalam labirin keputusasaan tanpa kesulitan sedikitpun,” jawab Venerate tersebut.


***


Kembali pada Hyphilia yang nampak kebingungan melihat pria misterius tersebut tidak menjawab pertanyaannya dan hanya memperlihatkan ekspresi tersenyum kepadanya. Setelah mendengar pernyataan sebelumnya dari pria tersebut, Hyphilia pun langsung mengambil kesimpulan bahwa pria yang belum diketahui identitasnya itu merupakan musuh yang tampak mengincar kuda putih yang telah ditaklukannya tersebut.


Hal itu pun langsung membuat Hyphilia pun bersiaga sambil memegang erat senjata suci yang dipegangnya. Elfman perempuan itu tidak akan segan-segan untuk langsung menyerang jika melihat pergerakan yang mencurigakan dari pria misterius tersebut.


“Nona, ada apa? Kenapa tatapanmu seperti itu?” Pria itu lantas bertanya ketika melihat ekspresi Hyphilia nampak tegang saat menatap wajahnya.


“Katakan padaku siapa kau sebenarnya? Apakah kau adalah Venerate Ierua?” Tanya balik Hyphilia, ingin mengetahui siapa pria yang berada di depannya tersebut.


“Kurasa identitasku tidaklah penting… Tapi, sebenarnya aku mengetahui siapa identitasmu nona… Kau adalah putri Hyphilia dari negeri Blueland kan,” ucap pria itu, tidak mau mengatakan siapa dirinya, dan ternyata mengetahui identitas dari Hyphilia.


Hyphilia pun menjadi terkejut mendengar jawaban dari pria itu, membuatnya semakin yakin bahwa pria yang berada di depannya tersebut memanglah seorang musuh yang kemungkinan mengincar kuda putih di daerah kepulauan tersebut.


“Aku kemari atas permintaan negeri Ierua untuk membantu mereka mengendalikan kuda kilat yang telah kau ambil itu,” ucap pria tersebut, akhirnya megatakan tujuannya, yang memiliki tujuan seperti orang yang dikatakan oleh Venerate Ierua sebelumnya.


Ketika pria misterius tersebut hendak mendekati Hyphilia, dengan sigap Elfman perempuan itu langsung mengayunkan senjata sucinya untuk menyerang pria tersebut.


Akan tetapi, saat rantai pisau yang diayunkan oleh Hyphilia mengenai pria itu, seketika dirinya berubah menjadi sekumpulan burung gagak yang langsung menyebar ke segala arah.


Hyphilia pun terkejut ketika pria tersebut berubah menjadi kumpulan burung gagak. Sambil penasaran Hyphilia memperhatikan burung-burung tersebut yang seketika terbang menyebar ke udara.


Tiba-tiba Elfman perempuan itu merasakan sesuatu berada di belakangnya, tidak lain merupakan pria misterius tersebut yang seketika sudah berada di tempat itu. Dengan sigap Hyphilia langsung menoleh sambil mengayunkan rantai pisau senjata sucinya yang dipegang olehnya.


Namun, Hyphilia sedikit terlambat karena dengan cepat pria itu seketika melancarkan serangan proyeksi energi ke arahnya. Hyphilia tiba-tiba berubah menjadi bongkahan es dan hancur berkeping-keping ketika menerima serangan proyeksi energi dari pria itu.


Tiba-tiba rantai pisau dari Hyphilia bergerak dengan sendirinya dan dengan cepat meluncur ke arah pria itu, lalu seketika menusuk menancap ke tubuhnya. Tak berapa lama kemudian, bongkahan es yang berhamburan ke tanah tiba-tiba menyatuh dan seketika berubah Hyphilia kembali.


“Kau pikir, hanya kau saja yang memiliki kemampuan merubah wujud untuk menipu lawan…” Ucap Hyphilia sambil perlahan berjalan mendekati pria itu.


Hyphilia kemudian menekan pisau senjata sucinya agar lebih dalam menancap pada tubuh pria tersebut.


“Ukh…” Akibat hal tersebut, pria itu lantas merasa kesakitan hingga jatuh berlutut ke tanah.


Namun, walaupun dalam keadaan yang lemah setelah mendapatkan serangan dari Hyphilia, namun pria itu masih enggan untuk menjawab.


“Nona, ternyata kemampuanmu boleh juga… Aku sempat terkejut ketika kau berubah menjadi bongkahan es, dan tidak menyangka bahwa senjata unikmu bisa bergerak sendiri,” ucap pria itu.


Perlahan-lahan pria itu mengangkat salah satu tangannya, yang membuat Hyphilia pun merasa heran dengan apa yang akan dilakukan olehnya dalam keadaan lemah seperti itu.


“Tapi…” Seketika pria itu menjetikan jari tangannya.


“Aku yakin kau tidak bisa melakukan hal seperti ini…”


Tanpa diduga, anehnya posisi mereka pun seketika berubah, dimana Hyphilia yang kini berada dalam keadaan jatuh berlutut sambil rantai pisau miliknya tersebut menancap pada tubuhnya sendiri. Sedangkan pria itu kini tampak baik-baik saja di depan Elfman perempuan tersebut.


*


“Apa-apaan ini? Apakah dia sebelumnya melakukan ilusi kepadaku?” Guman Hyphilia, bertanya-tanya dalam hatinya.


Melihat keadaan tersebut, Hyphilia pun tampak terkejut serta tidak percaya, padahal sebelumnya sangat jelas bahwa dirinya yang membuat pria itu menerima serangan dari senjata sucinya, namun entah apa yang terjadi, dirinya kini yang menerima serangan tersebut.


**


“Pasti kau bertanya-tanya bahwa sebelumnya aku mungkin telah melakukan ilusi kepadamu…” Ucap pria itu, sambil berjalan mendekat, kemudian mendekatkan wajahnya pada Elfman perempuan tersebut.


“Walaupun teknik yang kugunakan merupakan sebuah sihir persepsi, namun ini bukanlah sebuah ilusi… Karena memang sebelumnya akulah yang mendapatkan serangan,” lanjut pria itu berkata.


Dia kemudian memegang rantai pisau yang menancap pada tubuh Hyphilia, lalu menekan dengan kuat hingga lebih menancap lebih dalam pada tubuh Elfman perempuan itu.


“Ukh…” Hyphilia pun sontak merasa kesakitan ketika senjata sucinya tersebut hampir menusuk organ vitalnya.


***


“Eh…” Disaat yang bersamaan, Raquille yang masih mengaktifkan kekuatan makhluk sucinya seketika merasakan sebuah perasaan buruk.


“Hyphilia…” Dia pun langsung mengingat Hyphilia yang masih belum kunjung menemui mereka semua yang berada di tempat itu.


Raquille seketika terkejut ketika baru menyadari bahwa dirinya merasakan sebuah tekanan kekuatan yang besar berada di dekat Hyphilia.


Tanpa pikir panjang, Raquille pun langsung berada untuk menuju ke tempat dimana Hyphilia berada.


Phyton serta yang lain pun merasa heran melihat Raquille terkejut dan seketika pergi meninggalkan mereka. Bersamaan dengan yang lain, Phyton pun langsung berlari untuk mengejar Raquille, yang masih belum mereka ketahui akan pergi kemana.


***


Setelah berlari cukup lama, Raquille pun tiba di tempat dimana Hyphilia berada, dan sontak terkejut melihat Hyphilia berada dengan seorang pria asing, yang langsung dianggapnya merupakan musuh.


Seketika pemuda Elfman itu meluncur mendekati Hyphilia sambil memunculkan sebuah pasak-pasak es, dan langsung diluncurkannya ke arah pria tersebut.


Seketika pria itu kembali berubah menjadi sekumpulan burung gagak, yang langsung terbang menyebar ke segala arah.