The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 52 - Terungkapnya identitas Raquille



“Hei… Siapa kau?” Tanya Drakon pada orang misterius itu.


Namun, orang itu hanya diam tidak menjawab pertanyaan Drakon. Dia tiba-tiba saja melempar sebuah belati ke arah pria itu.


Drakon yang melihat hal tersebut sontak mengeluarkan proyeksi energi emasnya, menepis belati tersebut dan meluncur ke arah orang itu.


Seketika serangan proyeksi dari Drakon lenyap saat hampir mendekati orang misterius itu. Dengan refleks orang bertopeng itu langsung mengeluarkan sebuah kobaran api berwarna biru dari kedua tangannya, yang dilancarkan ke arah Drakon.


“Akh…!” Drakon sontak menerima sambaran petir yang tidak dikiranya itu sampai membuatnya jatuh tersungkur.


Tiba-tiba Zeidonas, Dimira, Erklis dan Athira datang menghampiri orang misterius itu. Melihat mereka datang orang sontak membuka topengnya.


“Jadi, apa kalian sekarang setuju untuk ikut denganku?” Nampak orang misterius itu merupakan Joker Blowner, Vampireman yang berasal dari negeri Lightio.


“Ada yang ingin kulakukan terlebih dahulu,” kata Zeidonas kemudian mendekati Drakon yang sedang terkapar di pinggiran tebing.


“Drakon… Sejak hari dimana kau diakui oleh ayah, itulah hari dimana aku telah dibuang oleh orang itu,” kata Zeidonas.


“Lebih baik kau mati saja agar pria itu kehilangan harapannya” Zeidonas kemudian mengeluarkan proyeksi energi emas dari sarung tangan besinya, yang langsung membuat Drakon terhempas ke lautan.


Drakon yang tenggelam itu perlahan-lahan mulai tak sadarkan diri.


–27 September 3024–


Tiba-tiba Drakon tersadar telah terbaring di sebuah ruangan yang nampak tidak dia kenali.


“Dimana ini?” Gumam pria itu.


Dia kemudian berdiri dan keluar dari ruangan itu. Di luar ruangan tersebut terdapat sebuah lorong yang cukup panjang. Dengan perasaan yang bingung, pria itu berjalan menyusuri lorong panjang tersebut.


Seketika dia melihat sebuah cahaya yang berada di ujung lorong tersebut. Tanpa pikir panjang pria itu langsung berlari keluar dari lorong itu.


Nampak Drakon terkejut setelah mengetahui bahwa dirinya sekarang berada di sebuah kapal yang sedang berlayar di tengah lautan.


“Oh, kau sudah sadar yah.” Tiba-tiba seorang pria datang menghampirinya.


Pria yang menghampirinya itu adalah Barbiond Cane, pemimpin dari negeri Fuegonia.


“Aku menemukanmu mengapung di lautan tiga hari yang lalu,” kata Barbiond.


“Apa yang terjadi padamu?” Tanyanya.


“Aku diserang,” jawab Drakon dengan singkat.


Barbiond nampak menganggukkan kepalanya mengerti dengan penjelasan yang diberikan oleh pria itu.


“Kemana kapal berlayar?” Pria itu sontak bertanya tentang tujuan dari kapal tersebut pada Barbiond.


“Negeri Fuegonia, benua Aizolica... Apa kau tidak keberatan pergi kesana?” jawab Barbiond, yang kemudian bertanya balik.


“Fuegonia…? Apa mungkin aku bisa menjadi prajurit di negeri itu?” Kata Drakon.


“Itu tidak masalah… Lagipula akulah bosnya,” kata Barbiond.


–14 Juni 3029–


Tiba-tiba tubuh Drakon yang dilapisi oleh zirah seketika memancarkan energi emas. Dia kemudian kembali berdiri dan terbang ke langit menghampiri Zeidonas.


“Apa…?” Betapa terkejutnya pria itu melihat Drakon masih bisa bertahan dari serangan pamungkasnya.


Tanpa pikir panjang, Zeidonas terbang mendekati Drakon dan mengayunkan tombaknya pada pria itu.


Dengan mudah Drakon menahan ayunan tombak pria Lightio itu dengan melancarkan serangan proyeksi energi emasnya.


Seketika Zeidonas meluncur ke bawah dan menghantam tanah dengan kerasnya.


Masih tidak menyerah dengan keadaannya, Zeidonas kembali berdiri dan terbang ke udara. Dia kemudian memutar tombaknya menciptakan kembali sebuah pusaran proyeksi energi emasnya.


“Supreme deity aura… Deadly gold stabs…” Dengan cepat serangan proyeksi itu meluncur ke arah Drakon.


Melihat serangan tersebut, Drakon pun menangkupkan kedua tangannya. Seketika sebuah pancaran energi emas terkonsentrasi diantara kedua tangannya tersebut.


“Supreme deity aura… Howling sky…” Energi emas tersebut kemudian diluncurkannya menghantam serangan proyeksi dari Zeidonas hingga menciptakan sebuah ledakan yang cukup kuat.


**


“Waah…” Nampak Raquille yang memperhatikan pertarungan mereka menjadi terkesima setelah melihat tabrakan serangan tersebut.


**


Seketika serangan yang dilancarkan oleh Zeidonas tiba-tiba lenyap karena tidak bisa mengimbangi serangan dari Drakon. Serangan tersebut kemudian meluncur dengan cepatnya dan menghantam Zeidonas.


“Akh…!” Teriak Zeidonas menerima serangan tersebut hingga meluncur ke bawah menghantam tanah dengan kerasnya.


Akibat hal tersebut, pria Lightio itu seketika tak sadarkan diri dan mengalami kekalahan.


**


Di tempat lain terlihat Bohrneer, Heinz dan Neyndra telah berhasil mengalahkan Dossur berkat kerja sama mereka.


“Wuu… Huu…” Seru Bohrneer dengan mengangkat kapaknya ke atas.


***


“Drakon Magchora dari tim Fuegonia B berhasil mengalahkan Zeidonas Magchora dari tim Lightio… Tim Lightio keluar.”


“Bohrneer Flaus dari tim tim Fuegonia B berhasil mengalahkan Dossur Sebastia dari tim Asimir… Tim Asimir keluar.”


Sontak pengumuman hasil pertarungan mereka langsung terdengar di arena turnamen, dan kemudian memperlihatkan perolehan poin dari seluruh tim.


Fuegonia B (117), Fuegonia A (39), Vielass (22), Cielas (18), Asimir (keluar), Lightio (keluar), Neodela (keluar), Machora Tira (keluar), Mormist (keluar).


Dengan kekalahan dari Zeidonas dan Dossur, secara otomatis tim Lightio dan Asimir pun terdiskualifikasi dan poin yang mereka peroleh diambil tim Fuegonia B.


***


Setelah mengalahkan Zeidonas, Drakon yang masih melayang di udara kemudian perlahan-lahan turun ke bawah.


Terlihat Raquille pun datang menghampiri pria itu sambil memainkan kapak kecilnya.


“Hebat juga seranganmu itu,” kata Raquille memuji Drakon.


“Tapi, orang itu sepertinya iri kepadamu karena tidak bisa membangkitkan kekuatan emas itu… Belum lama ini… Maksudku, sepuluh tahun yang lalu aku pernah bertemu dengan orang-orang sepertinya di negeri asalmu. Mereka sedang merundung salah satu anggota clan mereka yang…”


“Iya… Dan pemuda yang kau tahan tangannya itu adalah Erklis Magchora, salah satu tim Lightio.” Tiba-tiba Drakon memotong pembicaraan Raquille.


“Oh, jadi dia pemuda itu yah…”


“Tunggu dulu… Kenapa kau mengetahuinya?” Raquille pun sontak terkejut karena pria tersebut mengetahuinya.


“Karena orang yang dirundung itu adalah aku,” kata Drakon.


Mendengar perkataan dari pria itu, Raquille lebih terkejut dan tidak bisa berkata apa-apa.


“Aku sekarang ingat nasehat yang kau katakan padaku waktu itu… Walaupun lebih kuat dari mereka semua, tapi jika diam dan menerima ketidakadilan kau itu tetaplah orang yang lemah. Setidaknya berikan mereka pelajaran agar tidak lagi meremehkanmu,” kata pria itu mengulangi perkataan yang disampaikan Raquille padanya sepuluh tahun yang lalu.


“Senang bertemu kembali denganmu tuan,” lanjutnya, tersenyum kepada Raquille.


“Senang juga bisa melihatmu tumbuh menjadi orang yang kuat,” balas Raquille yang juga tersenyum.


**


Kemudian di tempat lain terlihat tiga petarung lain yang masih bertahan selain anggota tim Fuegonia B.


Nampak Dierill, Saturno dan Horner masih saling berhadapan dengan melancarkan serangan mereka masing-masing.


Saturno terlihat menggunakan cincin raksasanya untuk menepis serangan elemen api Dierill dan menggunakan bola-bola besinya untuk menahan sambaran petir yang dilancarkan oleh Horner.


Kemudian Dierill dan Saturno secara bersamaan menyerang Horner dengan melancarkan serangan api dan meluncurkan bola-bola besi kepadanya.


Dengan pergerakkan yang gesit serangan tersebut dengan mudah oleh Horner. Gnomeman itu lalu dengan sekejap melancarkan serangan elemen petirnya yang langsung diterima oleh kedua petarung itu.


***


Beralih ke Sprintrobe, dimana pria bernama Lazurno itu kini telah berada di depan pavilion tempat beradanya para bawahan Drakon dan mantan perampok.


“Hei apa kalian tahu identitas sebenarnya dari Elfman itu?” Seketika pria itu masuk ke dalam dan langsung menanyai identitas Raquille kepada para prajurit.


“Elfman…? Maksud anda tuan Raquille… Eh…” Tiba-tiba salah satu prajurit yang merupakan mantan perampok secara tidak sengaja membuka identitas Raquille.


“Raquille… Benar sekali itu yang kudengar sebelumnya,” kata Lazurno.


“Apa…? Memangnya aku mengatakan hal itu? Anda pasti telah salah dengar.” Prajurit itu sontak mencari-cari alasan agar dipercaya oleh pria tersebut.


Namun, pria itu nampak tidak mempercayai prajurit tersebut dan langsung mencengkram kerahnya.


“Hei, apa yang kau lakukan?”


Sontak hal tersebut membuat beberapa prajurit langsung membantu rekannya mereka yang dicengkram oleh pria itu.


“Ada apa ini?” Tiba-tiba seseorang datang menghampiri mereka.


Mendengar seseorang berbicara, Lazurno sontak menoleh ke belakang.


“Oh, tuan Billray… Tidak aku hanya sedikit bertanya pada mereka,” kata Lazurno.


Pria yang namanya disebutkan oleh Lazurno itu adalah salah satu anggota clan Drown yang menjabat sebagai mayor, pemimpin kota Novacurve.


“Tapi kenapa dengan tanganmu itu?” Tanya pria bernama Billray itu melihat Lazurno mencengkram kerah prajurit tersebut.


“Eh, tidak tuan… Bukan apa-apa,” kata pria itu yang langsung melepaskan cengkraman tangannya dan sedikit mendorong prajurit itu.


“Tuan ayo kita pergi dari sini.” Dengan sopan pria itu nampak merangkul bahu Billray dan berjalan keluar dari pavilion itu.


Walaupun sedikit curiga, namun Billray akhirnya mengikuti kata pria itu keluar dari paviliun tersebut.


“Memangnya apa yang kau tanyakan pada mereka tadi?” Masih penasaran dengan yang sebelumnya, pria bernama Billray itu sontak kembali bertanya pada Lazurno.


“Aku bertanya tentang nama dari Elfman yang dibawah oleh Drakon Magchora kemari pada bawahannya. Aku tidak tahu secara pasti, tapi nona Ailene yang memintaku bertanya seperti itu,” jawab Lazurno.


Pria itu kemudian mengambil alat komunikasinya untuk menghubungi Ailene yang berada di arena turnamen.


***


“Iya… Lazurno.”


“Elfman itu adalah Raquille. Aku tadi baru saja bertanya tentangnya, tiba-tiba salah satu prajurit tidak sengaja menyebut nama Raquille,” kata Lazurno.


“Baiklah…” Perempuan itu kemudian menutup sambungan komunikasi mereka dan berjalan menuju ruangan tempat beradanya Rox dan Rourke.


***


“Akhirnya…” Nampak Flogaz akhirnya berhasil menghancurkan mantra pengunci yang berada kotak yang menyimpan batu kristal tersebut.


Dia kemudian membuka kotak itu dan langsung mengambil batu kristal yang berada di dalamnya.


“Kalau begitu ayo cepat kita pergi dari sini,” kata Joker.


“Itu yang mau kulakukan.”


Tiba-tiba Flogaz mengaktifkan kekuatan dari batu kristal tersebut. Dia nampak mengeluarkan proyeksi energi berwarna ungu dari dalam benda tersebut.


“Hei bodoh… Apa yang mau kau lakukan?” Tanya Joker melihat rekannya itu melakukan hal tersebut.


Seketika pria itu menghempaskan proyeksi energi tersebut ke langit-langit ruangan tersebut hingga menembus ke ruangan yang berada di atasnya.


Hal tersebut sontak memunculkan suara gaduh hingga membuat Roudra dan para anggota clan Drown berkumpul di tempat itu.


Kedua orang itu kemudian melompat dari lubang yang dibuat oleh Flogaz itu.


**


“Eh… Apa itu?”


Hal tersebut juga langsung didengar oleh Lazurno dan Billray yang berada di dekat tempat itu.


**


“Siapa kalian?” Tanya Roudra.


Nampak Roudra dan clan Drown yang lain seperti merasakan tekanan kekuatan yang kuat dari dua orang tersebut hingga membuatnya tak bergeming sedikitpun untuk menyerang mereka.


“Maaf sudah membuat kerusakan nyonya,” kata Flogaz dengan polosnya mendekati Roudra dan para anggota.


Tiba-tiba Lazurno dan Billray seketika muncul dan langsung melayangkan tendangan dan pukulan mereka pada pria itu.


“Haah… Hampir saja.” Namun, serangan tersebut dengan mudah dihindari oleh Flogaz dengan langsung melompat ke belakang.


“Perisai empat puluh delapan bintang… Kalian dari Lightio.” Sontak Billray langsung mengenali identitas mereka dengan melihat lencana yang terpasang pada dada kanan kedua orang tersebut.



“Untuk apa kalian kemari?” Tanya Billray.


“Kami kemari hanya mau mengambil apa yang menjadi hak kami,” jawab Flogaz sambil memperlihatkan batu kristal yang dipegangnya pada mereka.


Namun, Billray dan lain nampak kebingungan melihat benda yang oleh pria itu, yang tidak mereka ketahui berada di kediaman mereka.


“Kakak… Kita harus memanggil Rourke dan kakak Rox kemari secepatnya. Sepertinya tingkatan dua orang ini lebih tinggi dari Land Venerate,” kata Billray pada Roudra.


“Tidak semudah itu pak…” Tiba-tiba Flogaz mengeluarkan tekanan kekuatannya yang lebih besar lagi hingga membuat mereka semua seketika terhempas.


“Akh…!”


Namun, Lazurno dengan cepat kembali berdiri.


“Tekhnika ekzortsista… Shadow clones…” Dia kemudian memunculkan dua klon bayangan hitam yang dengan cepat bergerak mendekati Flogaz.


Namun, dua klon bayangan itu seketika lenyap saat hampir saja mendekati pria itu.


“Huh…?” Flogaz pun nampak kebingungan melihat hal tersebut.


Ternyata Joker yang dengan sekejap telah berada di depan Lazurno dengan mencekiknya sehingga membatalkan serangan dari pria itu.


***


“Elfman adalah Raquille Noroh. Lazurno baru saja menghubungiku dan mengatakannya.” Ailene pun sampai di ruangan Rox dan Rourke dan langsung mengatakannya pada mereka.


“Jadi benar dia adalah Raquille.” Rox pun nampak terkejut setelah mendengar hal tersebut.


“Ayah siapa dia sebenarnya?” Tanya Rourke.


“Haah… Seperti yang dikatakan Ailene sebelumnya bahwa dia adalah pangeran dari Blueland. Dia adalah saudara termuda dari Aguirre dan yang lain,” kata Rox.


“Dan yang lebih penting dari itu, dia adalah World Venerate.”


Setelah mendengar hal tersebut dari Rox, pemuda itu nampak terkejut. Dia kemudian nampak mengingat kembali pertemuan pertamanya dengan Raquille, yang pada saat itu pemuda Elfman tersebut menggunakan kekuatan spasial untuk memunculkan Heinz dan para perampok lain. Dimana kemampuan tersebut hanya bisa digunakan oleh Venerate yang memiliki tingkatan lebih tinggi dari Land.


“Sial… Aku baru mengingatnya sekarang. Elfman pernah menggunakan kekuatan spasial,” kata Rourke.


“Ini tidak bisa dibiarkan.” Pemuda itu kemudian melompat ke tengah arena mendekati lingkaran sihir yang berada di tempat itu.


“Rourke…!” Teriak Rox, yang juga mengikuti pemuda itu ke tengah arena.


**


“Ada apa mereka?” Kata Chrol, salah perwakilan clan besar Fuegonia.


**


“Rourke tunggu dulu… Apa yang mau kau lakukan?”


“Turnamen ini tidak bisa dilanjutkan lagi.”


Pemuda itu terlihat mengangkat tangannya ke depan dan seketika memunculkan kembali semua peserta turnamen di tempat itu.


Para peserta yang masih sadarkan diri pun nampak terkejut seketika mereka kini kembali ke arena turnamen.


Dierill, Saturno dan Horner yang sedang dalam wujud pelepasan kedua mereka tiba-tiba kembali wujud normal.


“Ayah… Kakak… Ada apa ini?” Tanya Dierill kebingungan.


“Aku sangat meminta maaf kepada kalian semua karena turnamen tidak bisa dilanjutkan lagi,” kata Rourke.


“Ada salah satu peserta yang mengikuti turnamen ini dengan memalsukan tingkatan Venerate-nya. Dimana tingkatannya yang sebenarnya World Venerate, yang sangat dilarang dalam turnamen ini.”


Mendengar pernyataan dari pemuda itu seketika Drakon, Bohrneer serta Heinz menjadi terkejut.


*


“Sial… Mereka sudah mengetahuinya,” gumam Drakon dalam hati nampak khawatir.


**


“Orang itu adalah kau, Laventille… Tidak, Raquille Noroh.”


Seketika semua orang yang berada di tempat tersebut langsung terkejut setelah mendengar nama asli dari Raquille.