The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 136 - Pertempuran di kota Vinks



Tiba-tiba sebuah serangan elemen petir meluncur ke arah Frodor, hingga pria itu langsung mengibaskan tombak kapak yang dipegangnya menipis serangan tersebut ke arah lain.


“Hei, hati-hati dengan petirmu,” ucap Frodor dengan ekspresi serius pada Gazou, karena mengetahui bahwa pria itulah yang sebelumnya melancarkan serangan elemen petir.


Gazou merespon ucapan Frodor dengan tersenyum. Pria itu memunculkan tombak kapak yang menjadi senjata sucinya lalu maju mengayunkannya ke arah World Venerate Frieden itu.


Kedua orang itu saling menabrakkan senjata suci mereka yang hampir tersebut hingga menciptakan hempasan angin yang kuat dari arah Frodor, serta pancaran petir dari arah Gazou.


Karena tabrakan tekanan kekuatan yang setara, keduanya pun secara bersamaan terhempas ke bagian belakang masing-masing, namun Gazou dengan sigap kembali maju sambil melancarkan serangan elemen petir kembali.


Fordor pun dengan refleks mengindari serangan tersebut, serta dengan sigap membalas serangan tersebut dengan melancarkan serangan elemen angin, namun langsung dihindari oleh Gazou.


Kedua orang itu berhasil menghindar dengan baik, hanya membuat bangunan yang berada di belakang hancur oleh serangan mereka.


**


Sedangkan salah satu World Venerate Frieden yang maju bersama Frodor sebelumnya kini harus melawan tiga World Venerate Pavonas.


“Kenapa juga aku harus melawan mereka sekaligus? Frodor bantu aku!” Panggil pria itu, meminta bantuan kepada Frodor, merasa kesulitan harus melawan tiga World Venerate sekaligus.


“Maaf Fridhaulf…! Aku juga sedang melawan lawan yang kuat sekarang!” Balas Frodor, tidak bisa membantu pria itu karena sedang berada dalam pertarungan yang sengit dengan Gazou.


“Haah... Sial, kenapa juga aku harus seperti ini?”


“Hei, perhatikan apa yang ada di depanmu…”


“Akh…”


Ketika memalingkan pandangannya, salah satu World Venerate Pavonas langsung mengambil kesempatan menyerang pria bernama Fridhaulf itu hingga terhempas.


Saat pria itu sedang terkapar, dua World Venerate lainnya langsung datang ke hadapannya sambil melancarkan sebuah serangan secara bersama-sama.


Untung saja, Geonard, raja negeri Frieden berserta wanita dari ras Vampireman yang bernama Deidre langsung muncul dan menghalau serangan dua Venerate Pavonas itu hingga tidak mengenai pria bernama Fridhaulf itu.


Geonard serta Deidre melancarkan serangan proyeksi dalam skala yang besar, membuat tiga World Venerate Pavonas itu seketika melompat ke belakang menghindarinya.


“Kau baik-baik saja,” ucap Geonard sambil mengulurkan tangannya, membantu Fridhaulf berdiri.


“Terima kasih Yang mulia. Untung saja kalian datang membantu… Jika tidak pasti aku sudah dikeroyok oleh mereka.”


Tiga World Venerate Frieden itu pun maju berhadapan satu lawan satu dengan para World Venerate dari negeri Pavonas.


Serangan demi serangan dalam skala yang besar terus saja bergantian dilancarkan oleh mereka, membuat pasukan-pasukan Pavonas yang berada di sekitar tempat itu terpaksa harus mundur agar tidak berdampak kepada mereka.


“Hebat juga seranganmu,” ucap Deidre, memuji serangan yang dilancarkan oleh satu-satu perempuan diantara para World Venerate Pavonas.


“Heh, begitu juga denganmu.” Perempuan Pavonas itu lantas memuji balik Vampireman wanita tersebut, yang sebenarnya juga tidak kalah dari serangannya.


***


Sementara itu, dua puluh lima Continent Venerate yang sekaligus dihempaskan oleh Frodor sebelumnya sebenarnya masih bertahan dan tidak terluka sedikitpun.


Hanya saja para Continent Venerate itu lebih memilih terlebih dahulu diam, tidak mau mengganggu pertarungan para World Venerate sampai mereka mendapatkan lawan yang pantas.


Melihat Armada pesawat Frieden tiba-tiba melancarkan serangan pada pasukan mereka, para Continent Venerate pun dengan serentak terbang ke langit untuk menghalau serangan-serangan tersebut.


Bersamaan juga dengan itu, pasukan Pavonas yang berada di bawah dengan artileri-artileri mereka pun langsung melancarkan serangan proyektil, hingga keadaan armada pesawat tempur Frieden menjadi semakin parah.


Hal itu pun membuat semua Continent Venerate Frieden yang ikut, keluar dari dalam pesawat untuk menghalau Venerate-Venerate tingkat atas Pavonas, sembari pasukan Frieden yang mengendalikan armada pesawat mereka bisa dengan mudah melawan pasukan Pavonas yang berada di bawah.


Dalam sekejap, bangunan-bangunan yang menghiasi kota Vinks hancur akibat serangan meleset dari para Venerate ataupun armada pesawat tempur, hingga hanya menyisakan beberapa saja yang masih berdiri kokoh.


***


“Bahkan pasukan Frieden sudah dengan armada lengkap mereka saja, masih belum bisa menandingi jumlah pasukan negeri Pavonas.”


Ratusan kilometer dari arah utara kota Vinks tampak sebuah armada pesawat tempur pasukan Fuegonia dan Erstleland sedang mendekat.


Salah satu World Venerate Riemic, Javor Slezhivan yang ikut bersama mereka dengan menggunakan kemampuannya dapat melihat serta merasakan keadaan kini di salah satu kota negeri Pavonas tersebut.


“Bukan hanya jumlah Land Venerate Frieden serta tingkatan yang berada dibawahnya lebih sedikit, bahkan para Continent Venerate Frieden kalah jumlah dengan para Continent Venerate Pavonas…”


“Tujuh belas Continent Venerate Frieden harus berhadapan dengan dua puluh lima Continent Venerate… Tidak, bahkan ada Continent Venerate Pavonas lain yang masih belum bergerak.”


Bahkan dalam jarak sejauh itu pun dibalik sebuah jendela depan pesawat tersebut, pria itu bisa menghitung jumlah Venerate tingkat yang sedang bertarung di kota Vinks.


“Tuan, kau hebat juga… Aku bahkan belum bisa melihat apa-apa dari sini.” Aguirre sontak terkejut memperhatikan pria itu mengamati pertarungan dari jarak yang bahkan mustahil untuk bisa dipantau tersebut.


“Kau bilang jumlah pasukan Pavonas lebih unggul kan… Kalau begitu, aku akan segera kesana untuk membantu mereka.” Aguirre perlahan-lahan mendekati pintu darurat yang berada di pesawat.


Dia kemudian membukanya lalu melompat dan terbang dengan kecepatan tinggi menuju kota Vinks.


Orang-orang yang berada di dalam pesawat tersebut tampak tidak percaya pria Elfman itu tanpa memikirkan rencana mereka sebelumnya.


***


“Jumlah pasukan Pavonas lebih unggul dari pasukan Frieden…”


Sementara itu, ratusan kilometer dari arah selatan kota Vinks nampak armada pesawat pasukan Brizora juga sedang mendekat.


Dengan menggunakan kembali kekuatan mata berwarna emasnya, Raquille pun dapat melihat bahwa keadaan pasukan hampir terdesak akibat kalah jumlah dengan pasukan Pavonas.


“Kita harus segera menolong mereka…”


Tanpa pikir panjang, Raquille melakukan hal yang sama seperti saudara Aguirre, terbang lebih dulu menuju ke kota Vinks.


“Dia itu tidak sabaran yah…” Ucap Wilrock, tidak percaya melihat tingkah pemuda Elfman itu.


***


Kembali ke kota Pavonas, di dalam suatu bangunan yang masih berdiri, terlihat Vahal Izumir, salah satu Venerate Pavonas sedang mengekang seorang perempuan menggunakan kekuatannya, hingga tampak berlutut dan tidak bisa bergerak.


“Anatoliv, jadi kau juga termasuk dalam kelompok Erissa… Seharusnya aku sudah curiga pada pergerakan mereka sebelumnya. Dasar ras campuran itu, beraninya dia ingin mengkhianati tuan setelah diselamatkan dari benua Avanca sebelumnya,” ucap Vahal.


“Rumen Sayruz pantas untuk mati… Aku yakin setelah kekalahan Pavonas oleh kubuh barat… Nona Erissa yang akan mengubah negeri ini,” balas perempuan bernama Anatoliv tersebut, tidak gentar untuk menentang pemimpin negeri Pavonas.


“Akh…”


Mendengar hal tersebut, Vahal menjadi emosi, dengan lebih kuat lagi kekuatan yang mengekang perempuan itu semakin kuat, hingga dia pun merasa kesakitan.