
Setelah berjalan cukup jauh dari kastil sebelumnya, kedua Elfman itu bersama dengan para prajurit Fuegonia sampai di sebuah benteng yang berada di kota tersebut.
“Maaf, bisa kutahu identitas kalian?” Tanya seorang prajurit yang sedang berjaga di benteng tersebut.
“Aguirre Noroh, gubernur letnan jendral Fuegonia… Aku bersama dengan satu World Venerate, delapan Regional Venerate, lima puluh dua District Venerate dan seratus dua Division Venerate…”
“Baik tuan… Tetapi, yang bisa masuk ke dalam ruangan utama hanya beberapa orang saja. Para prajurit lain hanya bisa mendengar pertemuan dari sini.” Prajurit yang berjaga itu sontak mengatakan bahwa hanya beberapa perwakilan dari mereka saja yang bisa mengikuti pertemuan di dalam ruangan utama.
“Raquille, ayo ikut masuk bersamaku… Dan kalian semua tunggu disini.”
“Baik tuan… Sesuai perintah anda.”
Aguirre bersama dengan saudaranya pun kemudian berjalan menuju ke ruangan pertemuan.
**
“Perwakilan dari Persemakmuran Clan-clan Api Fuegonia memasuki ruangan…” Setelah Aguirre dan Raquille memasuki ruangan tersebut, para prajurit yang ada seketika mengumumkan kedatangan mereka.
“Apa? Ternyata kita yang datang duluan,” kata Raquille.
“Aku juga tidak menyangka bahwa kita yang paling rajin,” sambung Aguirre.
Kedua Elfman itu lalu menuju ke sebuah podium yang telah disediakan untuk perwakilan negeri Fuegonia.
Setelah berada di atas podium tersebut, mereka berdua duduk di depan bendera Fuegonia yang terpajang di belakang kedua Elfman itu.
“Perwakilan dari Kepangeranan Calferland memasuki ruangan…” Beberapa saat kemudian, perwakilan dari negeri lain pun masuk ke ruangan tersebut.
Terlihat tiga pria dengan memakai zirah menuju ke podium yang bersebrangan dengan Raquille dan Aguirre.
Setelah mereka duduk, bendera dari negeri Calferland sontak dinaikkan tepat di belakang ketiga pria itu.
“Wah… Mereka sepertinya sudah siap untuk berperang,” kata Raquille, melihat perlengkapan lengkap dari ketiga prajurit negeri Calferland itu.
“Hei, sepertinya kau belum pernah melihat zirah yah?” Mendengar suara Raquille yang dengan jelas dapat didengar, salah satu prajurit yang berada di podium perwakilan negeri Calferland nampak merespon perkataan pemuda itu.
“Apa-apaan orang itu? Padahal aku hanya memujinya,” kata Raquille.
“Hei, sudah… Diam saja.” Namun Aguirre sontak menyuruh saudaranya itu untuk diam.
“Mohon maaf tuan,” kata Aguirre pada salah satu prajurit Calferland yang menanggapi Raquille.
“Tidak masalah.” Prajurit tersebut terlihat menganggukkan kepalanya merespon permintaan maaf dari Aguirre.
Beberapa saat kemudian, terlihat empat prajurit perwakilan negeri yang lain masuk ke dalam ruangan itu.
“Perwakilan dari Keharyapatihan Erstleland memasuki ruangan…” Hal tersebut membuat prajurit yang berjaga langsung mengumumkan kedatangan mereka.
“Halo semua, lama tidak bertemu,” kata salah satu dari prajurit yang berada lebih di depan dari ketiga prajurit lainnya, menyapa semua orang yang berada di ruangan tersebut.
“Heh… Si menyebalkan itu lagi,” ucap salah satu prajurit Calferland, yang merespon Raquille sebelumnya.
“Memangnya sejak kapan dia pernah denganku?” Ucap Raquille, nampak bingung dengan sapaan pria tersebut.
“Iya, senang bertemu dengan anda lagi.” Namun, hanya Aguirre saja yang membalas sapaan pria itu dengan senyuman dan lambaian tangan.
“Kakak, memangnya kau pernah bertemu dengannya?” Tanya Raquille, sedikit berbisik.
“Tidak…” Jawab Aguirre, yang juga sedikit berbisik pada saudaranya itu.
“Haah…?” Mendengar jawaban tersebut, Raquille pun kini menjadi lebih bingung lagi.
Pria dari negeri Erstleland itu pun melihat-lihat ke sekitaran ruangan tersebut, mencari tempat yang telah disediakan untuk mereka.
“Oh, ternyata itu tempatnya.” Dia akhirnya menemukan podium dari perwakilan negeri Erstleland setelah melihat sebuah bendera dengan tiga warna vertikal berada pada podium disamping Raquille dan Aguirre.
Setelah sampai di tempat mereka, keempat prajurit itu pun duduk. Pria yang sebelumnya menyapa orang-orang di dalam ruangan itu terlihat menyapa kembali Aguirre dengan menundukkan sedikit kepalanya dan tersenyum.
“Eh…” Pria Eflman itu pun membalas sapaan dengan menundukkan sedikit kepalanya juga sambil tersenyum.
“Perwakilan dari Kerajaan Brizora memasuki ruangan…” Selanjutnya, terlihat dua pria dan dua perempuan memasuki ruangan tersebut.
Keempat perwakilan dari negeri Brizora tersebut kemudian naik ke podium yang di depan sebuah bendera berlatar putih dengan gabungan salib biru tepian merah dan salib diagonal berwarna merah.
“Tuan Wilrock, aku memohon maaf mewakili negeriku karena belum bisa mengirim bantuan ke negeri kalian melawan bangsa Ierua,” ucap pria dari Erstleland itu.
“Tidak apa-apa tuan, lagipula ketegangan antara Brizora dan Ierua untuk sekarang sudah mulai mereda,” ucap pria dari Brizora, yang bernama Wilrock tersebut.
“Syukurlah kalau begitu, aku cukup senang mendengarnya,” respon pria dari Erstleland itu.
*
“Ierua…? Jadi Brizora juga sedang berseteru dengan negeri itu?” Gumam Aguirre dalam hati.
**
“Raquille… Negeri yang mereka bahas itu juga sekarang sedang berseteru dengan Blueland,” kata Aguirre.
“Apa…?” Mendengar hal tersebut Raquille pun sontak terkejut.
“Ierua sekarang sudah menguasai setengah dari pulau Whiteland,” lanjut Aguirre.
“Tapi, kenapa hal itu bisa terjadi? Apa mereka tidak takut dengan ayah? Dan apakah kalian Fuegonia tidak membantu? Bukankah sekarang Fuegonia sudah beraliansi dengan Blueland?” Raquille pun melontarkan beberapa pertanyaan kepada Aguirre saking terkejutnya mendengar hal tersebut.
“Ierua sekarang telah menjalin aliansi dengan negeri-negeri di Greune utara… Kau juga tahu kan, bahwa negeri-negeri itu tidak bisa kita meremehkan. Fuegonia lebih memilih untuk tidak membantu Blueland sementara ini.”
“Tapi, walaupun begitu, memangnya apa yang pak tua lakukan sekarang? Seharusnya dia tidak tinggal diam saja,” kata Raquille.
“Sebenarnya ayah…”
“Perwakilan dari Persatuan Serikat-serikat Penyihir Lightio memasuki ruangan…” Tiba-tiba prajurit yang berada di dalam ruangan mengumumkan kedatangan dari para perwakilan negeri Lightio.
Hal tersebut membuat Aguirre yang sebelumnya ingin menjelaskan sesuatu pada Raquille sontak terhenti.
Terlihat dua orang pria kemudian memasuki ruangan pertemuan tersebut.
“Siapa dia kakak?” Tanya Raquille.
“Hefaistos Silkbar… Presiden penyihir. Orang yang berkuasa di negeri para penyihir itu,” jawab Aguirre.
Kedua perwakilan Lightio itu kemudian menuju ke sebuah podium disamping para perwakilan negeri Erstleland sambil diperhatikan oleh Raquille dan Aguirre.
Mereka lalu duduk di depan sebuah bendera dengan berlatarkan tiga belas garis mendatar yang terdiri dari warna merah, putih dan hijau, serta sebuah persegi panjang berwarna biru pada bagian ujung kiri atas dengan barisan empat puluh delapan bintang didalamnya.
“Tuan Hefaistos, orang-orang dari Fuegonia yang sedang memperhatikan kita itu sepertinya merupakan para ras Elfman,” kata pria yang satunya pada pria yang bernama Hefaistos.
“Benar juga, sepertinya mereka memang para ras Elfman itu… Ternyata Fuegonia dan negeri utara itu sudah berteman baik yah,” kata pria bernama Hefaistos tersebut.
“Tuan, pelan-pelan mereka bisa mendengarnya,” kata pria yang satunya.
Tuan… Pelan-pelan mereka bisa mendengarnya…” Raquille pun sontak mengajukan kembali kata dari pria Lightio tersebut, yang dapat didengar jelas olehnya walaupun pembicaraan mereka tersebut sedikit berbisik.
Aguirre seketika menatap tajam saudaranya tersebut karena meledek perwakilan dari negeri Lightio tersebut.
“Hehe… Kakak tenang yah…”
Beberapa saat kemudian terlihat empat prajurit dari perwakilan negeri lainnya memasuki ruangan pertemuan itu.
“Perwakilan dari Kerajaan Serepuscco memasuki ruangan…”
Keempat prajurit tersebut kemudian berjalan ke podium yang bersebrangan dengan para perwakilan negeri Lightio.
Setelah sampai ditempat mereka, keempat prajurit itu lalu duduk di depan sebuah bendera dengan tiga warna mendatar biru-putih-biru, yang memiliki sebuah perisai empat bagian di tengahnya.
“Perwakilan dari Konfederasi Midauz dan Republik Nascunia memasuki ruangan…” Tak berselang lama, nampak perwakilan dari dua negeri sekaligus memasuki ruangan itu.
Mereka terdiri dari seorang wanita dan pria, dari negeri Midauz dan seorang pria bersama dengan dua orang wanita dari negeri Nascunia.
Kedua perwakilan negeri-negeri itu kemudian menuju ke podium mereka masing-masing yang saling berseberangan tersebut.
Perwakilan dari negeri Midauz tampak duduk di depan sebuah bendera merah dan biru dengan sebuah segitiga putih pada bagian kirinya, dan sebuah lambang perisai yang terdapat di dalamnya.
Sedangkan perwakilan dari negeri Nascunia tampak duduk di depan sebuah bendera dengan tiga mendatar hijau-putih-kuning.
“Perwakilan dari Kerajaan Frieden memasuki ruangan…” Selanjutnya para prajurit mengumumkan kedatangan dari perwakilan negeri tuan rumah.
Terlihat seorang pria masuk bersama dengan seorang perempuan muda berkulit pucat dan dua orang pria, yang salah satunya merupakan Frodor, pria yang sebelumnya bersama dengan Raquille dan Aguirre.
Mereka kemudian menuju ke podium yang berada di tengah-tengah dari keenam podium perwakilan negeri yang lain.
Setelah mereka duduk di podium tersebut, sebuah bendera berlatar merah dan kuning dengan salib berwarna hitam tepian putih, dimana garis vertikal pada salib tersebut membatasi warna merah dan kuning.
“Selamat siang semuanya… Perkenalkan, aku Geonard V, pemimpin dari negeri ini,” kata salah satu pria dari perwakilan negeri Frieden, yang merupakan seorang raja.
“Sepertinya, beberapa dari merupakan wajah-wajah baru… Kalau boleh kutahu siapa diantara kalian yang baru pertama kali datang ke pertemuan ini,” lanjutnya.
Mendengar hal tersebut, Aguirre dan Raquille, bersama dengan para perwakilan negeri Lightio langsung mengangkat tangan mereka.
“Oh… Tuan gubernur letnan jendral, senang bertemu denganmu. Sungguh kehormatan bisa melihatmu menghadiri pertemuan ini,” ucap sang raja itu.
“Sungguh kehormatan juga bisa disambut dengan baik oleh raja negeri Frieden,” balas Aguirre.
“Sebelumnya tuan Cyffredinol lah yang menghadiri pertemuan ini. Namun, sangat disayangkan bahwa beliau kini telah ditangkap oleh kubuh timur. Aku meminta maaf sebesar-besarnya pada anda karena membiarkan hal tersebut terjadi.”
“Jangan khawatir Yang mulia, aku pasti akan segera menyelamatkan saudaraku itu secepatnya.”
Pria bernama Geonard itu kemudian merespon kata Aguirre dengan menganggukkan kepalanya.
“Tuan presiden… Sungguh sebuah kehormatan juga bisa melihatmu turun tangan untuk membantu kami disini.” Pria bernama Geonard itu pun lalu menyapa Hefaistos, pemimpin dari negeri Lightio tersebut.
“Terima kasih Yang mulia… Sebelumnya aku mendengar bahwa keadaan dari kubuh barat semakin terpuruk. Jadi, aku berinisiatif untuk datang sendiri membantu kalian semuanya,” respon pria bernama Hefaistos itu pada raja Frieden tersebut.
“Memang benar keadaan dari kubuh barat sedang terpuruk... Wilayah timur negeri Frieden, wilayah utara negeri Midauz, wilayah pesisir selatan negeri Calferland dan wilayah pesisir barat negeri Serepusco sekarang telah diduduki oleh pasukan aliansi GSG kubuh timur.”
Aliansi GSG (Gimoschan-Slivan-Geracian) yang dibahas oleh raja Frieden tersebut merupakan suatu organisasi organisasi perjanjian dari negeri Gimoscha dan negeri Geracie, yang terletak di bagian selatan benua Greune serta para bangsa Slivan, yang terdiri dari Pavonas, Graina dan Riemic, yang berada di bagian timur benua tersebut.
“Tinggal menunggu waktu kubuh timur dapat menguasai negeri-negeri ini jika kita tidak melakukan serangan balasan secepatnya,” kata Geonard, raja negeri Frieden tersebut.
“Yang mulia… Aku Zero Lancheur bersama dengan kedua saudaraku ini dan sekitar dua puluh lima ribu pasukan, yang terdiri dari seratus lima belas Regional Venerate, tujuh ratus dua puluh District Venerate, tiga ribu tujuh ratus Division Venerate dan dua puluh ribu delapan ratus Tribe Venerate, masih siap untuk berperang.” Sontak pria dari perwakilan negeri Calferland yang bernama Zero, berdiri dan mengatakan jumlah pasukan yang dipimpinnya.
“Yang mulia Geonard… Aku Anselm Raenareon ditambah tiga prajurit yang bersamaku sekarang, serta lima puluh enam Regional Venerate, seratus empat puluh empat District Venerate, seribu tiga ratus Division Venerate dan delapan ribu empat ratus Tribe Venerate, juga siap untuk berperang.” Anselm, perwakilan dari negeri Erstleland juga berdiri dan mengonfirmasi jumlah pasukan yang dipimpinnya.
“Baiklah… Kurasa kita lihat jumlah pasukan yang bersiap untuk penyerangan kubuh timur ini,” kata Geonard.
“Dari Brizora, aku Wilrock Bainexalle sebelumnya memohon maaf mewakili negeriku dikarenakan perseteruan dengan negeri Ierua, kami belum bisa mengirim World Venerate kami,” kata pria dari negeri Brizora tersebut.
Raja negeri Frieden itu sontak menganggukkan kepalanya karena paham dengan situasi negeri dari pria itu.
“Namun, selain tiga orang yang bersamaku ini, kami juga datang bersama dengan lima puluh Regional Venerate, seratus delapan puluh lima District Venerate, delapan ratus lima puluh tiga Division Venerate dan tiga ribu tujuh ratus Tribe Venerate,” lanjut pria bernama Wilrock itu berkata.
“Aku Juaferrex Armadura, bersama dengan ketiga putraku setidaknya memiliki tujuh belas ribu pasukan yang masih bisa berperang, yang terdiri dari seratus dua puluh lima Regional Venerate, empat ratus empat puluh tujuh District Venerate, tiga ribu empat ratus Division Venerate dan tiga belas ribu delapan ratus Tribe Venerate.” Kemudian perwakilan dari negeri Serepusco juga nampak mengonfirmasi jumlah pasukan mereka yang masih siap untuk berperang.
“Dari Nascunia, aku Grelic Krozoff bersama dengan dua rekanku ini masih memiliki tujuh belas Land Venerate, seratus Regional Venerate, seribu District Venerate, tiga ribu tujuh ratus Division Venerate dan dua puluh empat ribu empat ratus Tribe Venerate, yang siap berperang.” Lalu perwakilan dari negeri Nascunia juga mengonfirmasi jumlah pasukan mereka yang masih siap untuk berperang.
“Yang mulia… Aku Rostyana Jellivric bersama dengan rekanku yang hadir saat ini, memiliki tiga puluh Land Venerate seratus lima puluh Regional Venerate, seribu District Venerate, enam ribu dua ratus Division Venerate dan tiga puluh tujuh ribu lima ratus Tribe Venerate, yang siap untuk berperang.” Dari perwakilan negeri Midauz juga mengonfirmasi jumlah prajurit yang siap untuk berperang.
“Aku tidak menyangka bahwa akhirnya kubuh barat berani untuk menurunkan pasukan mereka sebanyak itu.” Raja Frieden itu pun nampak senang mendengar hal tersebut.
“Aku Hefaistos bersama dengan rekanku sebagai perwakilan dari negeri Lightio juga datang membawa setidaknya dua ribu prajurit, yang terdiri dari dua Land Venerate, sepuluh Regional Venerate, empat ratus tiga puluh delapan District Venerate dan dua ribu Division Venerate,” Kemudian Hefaistos, presiden penyihir negeri Lightio juga mengonfirmasi pasukan yang dia bawa dari negerinya tersebut.
“Kakak… Pasukan mereka banyak sekali. Apa kau tidak mau menambah jumlah prajurit Fuegonia?” Tanya Raquille agak berbisik pada saudaranya tersebut.
“Aku juga terkejut mendengarnya. Karena fokus mencarimu sebelumnya, aku jadi lupa mempersiapkan para pasukan,” jawab Aguirre sedikit berbisik.
Disamping itu, karena menunggu konfirmasi pasukan yang dipimpin oleh Aguirre, para perwakilan yang berada di ruangan tersebut sontak menatap kedua Elfman itu.
“Eh…” Aguirre pun kemudian berdiri dari kursinya.