
Raquille menonaktifkan kekuatan makhluk suci miliknya kemudian mengangkat palunya ke atas, yang dalam seketika sebuah pancaran petir berskala besar meluncur dari langit masuk ke dalam senjata suci pemuda Elfman itu, sampai-sampai membuat kedua matanya memancarkan cahaya yang terang.
“Geheimer blitzzauberspruch… Ubegraensede dodbringende lyngnister…” Dalam sekejap Raquille meluncurkan serangan proyeksi elemen petir dengan skala serta memiliki tegangan yang jauh lebih besar dari serangan elemen petir sebelumnya.
Serangan pemuda Elfman itu berlangsung cukup lama, hingga membuat naga tersebut sulit untuk mengatasinya, sampai membuat makhluk suci itu pun seketika terhempas ke jarak yang jauh.
Akan tetapi, serangan yang diluncurkan oleh Raquille masih belum cukup kuat untuk bisa mengalahkan naga tersebut. Makhluk itu dengan cepat kembali meluncur mendekati Raquille dan yang lain. Seketika naga tersebut melancarkan serangan proyeksi energi dari dalam mulutnya ke arah Raquille dan yang lain.
“Abwehrzauber… Holy eldritch shield…” Secara bersamaan, Raquille beserta semuanya menggabungkan kekuatan mereka, menciptakan sebuah perisai proyeksi yang besar untuk menahan serangan dari naga tersebut.
Sejenak perisai yang mereka ciptakan mampu menahan serangan dari naga tersebut, namun karena serangan tersebut terus menerjang, perisai proyeksi dari Raquille dan yang lain pun perlahan-lahan mulai retak dan seketika hancur karena tidak kuat menahan serangan yang berlangsung dengan cukup lama itu.
Raquille dan semua para Venerate Blueland seketika terhempas menerima serangan proyeksi energi yang dilancarkan oleh naga tersebut, hingga membawa mereka terhempas ke jarak yang jauh.
Akibat hal tersebut, Anhilde dan Asulf pun seketika tak sadarkan diri setelah menerima serangan tersebut. Sementara Raquille, Hyphilia dan Haltryg masih bisa bertahan walau dalam keadaan yang lemah.
Hanya Arn saja yang mampu bertahan keadaan yang masih baik-baik saja karena memakai jubah dari salah satu ketiga belas harta karun tersebut.
“Kakak, aku akan mencoba untuk mengulur waktu… Kalian berusahalah memulihakan keadaan kalian kembali,” ucap pria itu.
Tanpa pikir panjang, Arn pun meluncur ke arah naga tersebut untuk mencoba menyerangnya, sembari Raquille, Hyphilia serta Haltryg tidak mempunyai pilihan lain untuk memulihkan keadaan mereka terlebih dahulu, serta memulihkan juga keadaan dari Anhilde dan Asulf yang tak sadarkan diri.
**
Arn terus-menerus melawan naga tersebut walau berkali-kali berakhir terhempas menerima serangan langsung dari makhluk suci itu. Walaupun tidak berdampak kepada fisiknya, namun Arn tetap tidak bisa melancarkan serangan lebih besar karena perbedaan kekuatan yang jauh dibandingkan seekor naga yang dilawan oleh pria itu.
**
“Celestial wisdom…” Karena tidak mau membuang waktu, Raquille seketika mengaktifkan kekuatan kebijakan surgawi dari kekuatan makhluk sucinya untuk berusaha memulihkan keadaannya, beserta rekan-rekannya.
Raquille berhasil memulihkan keadaan dari Hyphilia dan Haltryg, sementara Anhilde dan Asulf yang sebelumnya sempat tak sadarkan diri, kini telah kembali sadar.
Tak berapa lama, Arn pun terhempas ke arah mereka karena masih tidak mampu untuk menahan serangan yang besar dari makhluk suci yang dilawannya.
“Arn, kau tidak apa-apa?” Tanya Raquille mengenai keadaan dari pria itu.
“Iya, kau tenang saja kakak… Untung saja aku memakai jubah ini. Jika tidak, aku pasti sudah dihabisi oleh makhluk itu sedari tadi…” Jawab Arn, menyatakan bahwa dirinya tidak apa-apa karena memakai jubah yang mampu melindungi fisiknya serangan besar dari naga tersebut.
“Pertahananku memang sangat kokoh, tapi aku tidak memiliki serangan yang kuat untuk bisa menggoyangkan makhluk itu,” lanjut pria itu berkata.
“Kalau begitu, kita semua harus menggunakan kekuatan pelepasan kedua,” ucap Haltryg.
“I defteri ekdosi… Utscarer the world carver…” Karena memiliki nama senjata yang sama, Arn, Anhilde serta Asulf pun mengatakan kata yang sama untuk mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua mereka, hingga pancaran proyeksi energi berwarna merah menyelimuti tubuh mereka bertiga.
Setelah pengaktifan kekuatan pelepasan kedua mereka selesai, ketiga saudara itu pun kini mengenakan baju zirah putih beraksen merah, menutupi seluruh tubuh mereka.
Perbedaan yang nampak dari wujud kekuatan pelepasan kedua mereka, terlihat bahwa Arn masih mengenakan sebuah jubah dari salah satu ketiga belas harta karun sembari memegang sebuah tombak. Sedangkan untuk Anhilde, kini memegang sebuah pedang yang cukup panjang, serta untuk Asulf memegang sebuah tongkat yang memiliki bilah pada ujungnya.
“I defteri ekdosi… Athrafal the allure seduction…”
“I defteri ekdosi… Farthorki the rampage bull…”
Kemudian dilanjutkan dengan Hyphilia serta Haltyg yang mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua mereka juga.
Kapak yang dipegang oleh Haltyg ketika memancarkan pancaran proyeksi energi berwarna putih. Dalam sekejap, dirinya mengenakan sebuah zirah dengan jubah berbulu, serta sebuah helm yang memiliki sepasang tanduk di atasnya, sambil memegang sebuah kapak yang berukuran cukup besar.
Sementara untuk Hyphilia, setelah pengaktifkan kekuatan pelepasan keduanya, rantai pisau yang merupakan senjata sucinya seketika berubah manjadi proyeksi energi lalu masuk ke dalam kedua tangan dari Elfman perempuan itu.
Sedangkan untuk Raquille, dimana dirinya terlebih dahulu menonaktifkan kekuatan kebijakan surgawi yang diaktifkan sebelumnya.
“Divine ice… Ice dragon hybrid mode… Jotunn…” Raquille pun tidak mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua dari senjata sucinya, dan lebih memilih mengaktifkan kekuatan es ilahi dari kekuatan naga es Reonnog, mengubahnya menjadi wujud hibrida naga es, yang memiliki wujud berkulit biru, memiliki sepasang tanduk yang meruncing ke belakang, serta memiliki perawakan tinggi sekitar dua setengah meter.
Setelah mereka semua selesai mengaktifkan kekuatan masing-masing, Raquille lebih dulu meluncur mendekati naga tersebut dan dengan sigap mengayunkan palu miliknya dengan kuat ke arah bawah, hingga naga tersebut terhentak ke tanah dengan kerasnya.
Hal tersebut kemudian dilanjutkan oleh Arn, Anhilde dan Asulf, dengan langsung melancarkan serangan proyeksi energi berwarna merah dari senjata mereka masing-masing secara bersamaan, sampai membuat naga itu pun terhempas ke jarak yang jauh.
Masih belum sampai disitu, Haltryg pun meluncur mendekati naga tersebut, lalu melancarkan serangan tebasann proyeksi energi secara beruntun ke arah naga tersebut.
Walaupun berdampak kepada naga tersebut, namun serangan bertubi-tubi yang dilancarkan oleh Raquille, Arn, Anhilde, Asulf serta Halryg masih belum bisa mengalahkan makhluk suci itu.
Dengan sigap, naga tersebut berdiri kembali lalu meluncur mendekati Raquille dan yang lain untuk hendak melancarkan serangan balasan.
Akan tetapi, Hyphilia dengan sigap memunculkan sebuah rantai panjang, yang terbentuk dari proyeksi energi miliknya, yang langsung menjerat tubuh naga itu.
Hyphilia pun dengan kuat menahan pergerakan dari naga itu, tanpa bisa membuat terseret karena kekuatan fisik makhluk tersebut nampak sangat kuat.
Sembari naga tersebut ditahan oleh Hyphilia, Raquille dan yang lain pun langsung melancarkan serangan yang besar secara bergantian tanpa henti.