
Tiba-tiba Haltryg langsung menangkap Hyphilia, melompat ke samping ketika serangan proyeksi energi itu hampir diterima oleh Elfman perempuan tersebut.
Hyphilia dan Haltryg pun terkapar, dimana wajah mereka langsung saling bertatapan, serta pemuda tersebut kini berada di atas Hyphilia.
“Sama-sama kakak…” Ucap Haltryg sambil tersenyum, yang padahal Hyphilia masih belum berkata apa-apa untuk berterima kasih karena telah menolongnya.
“Hei bocah, sampai kapan kita akan seperti ini… Apa mungkin kau menunggu kita mati bersama-sama diserang oleh musuh?” Tanya Hyphilia.
“Ekh… Maaf kakak.” Haltryg pun langsung berdiri, lalu membantu Elfman perempuan itu untuk berdiri juga.
Masing-masing dari mereka kemudian kembali fokus untuk melanjutkan pertarungan melawan para Venearte Ierua yang sempat terhenti sebelumnya.
***
Berpindah kembali ke sisi Raquille, dimana pemuda Elfman itu bersama dengan Steinolf masih tetap berusaha menyerang World Venerate Ierua yang sedang mereka lawan. Sebagai mana cara mereka melawan dengan melancarkan berbagai serangan langsung serta mengakses teknik sihir mereka, namun dengan mudah World Venerate tersebut dapat menangani setiap serangan yang dilancarkan oleh dua World Venerate negeri Blueland itu.
Berkali-kali Raquille dan Steinolf bergantian menyerang World Venerate tersebut, tetapi mereka pada akhirnya hanya bisa temhempas berulang kali karena pergerakan yang cepat serta serangan bertekanan tinggi dari efek pengaktifan kekuatan pelepasan kedua milik World Venerate tersebut.
Raquille dan Setinolf mulai kewalahan melawan World Venerate itu, hingga hanya membuat mereka pun terdiam untuk memulihkan keadaan sembari World Venerate masih dengan setia menunggu pergerakan mereka.
“Tuan muda… Sepertinya kita harus menggunakan kekuatan pelepasan kedua juga,” ucap Steinolf.
“Kurasa kau benar paman…” Balas Raquille, nampak setuju dengan ucapan dari Steinolf.
Tapi, tunggu dulu… Kurasa aku ingin mencoba kekuatan yang sudah lama tidak digunakan olehku.” Akan tetapi, Raquille tiba-tiba teringat tentang sebuah kekuatan yang dimilikinya, yang kemungkinan bisa mengimbangi kekuatan dari World Venerate tersebut atau bahkan mengungulinya.
“Mode hibrida dari kekuatan makhluk suciku…”
“Paman… Aku mau sedikit pamer dulu… Sembari aku melawan orang itu, kau pulihkan keadaanmu dulu, untuk menjaga agar kekuatan yang kuaktifkan tidak berhasil mengalahkannya,” ucap Raquille, menjelaskan tentang rencananya kepada Steinolf untuk melawan World Venerate Ierua yang berada di depan mereka.
“Sesuai yang kau katakan tuan muda… Setelah sekitar sepuluh tahun tidak bertemu, aku tidak menyangka bahwa masih sejenius ini,” respon Steinolf, sedikit memberi pujian kepada pemuda Elfman itu.
Raquille kemudian berdiri dan perlahan-lahan maju ke depan untuk bersiap melawan kembali World Venerate Ierua itu.
“Apakah kau akan menggunakan kekuatan pelepasan kedua dari palu Fenjolnir itu?” Tanya World Venerate Ierua yang berada di depan pemuda Elfman itu.
“Maaf mengecewakanmu, tapi untuk melawanmu aku tidak perlu menggunakan kekuatan pelepasan kedua dari senjata suci tingkat tinggi ini…”
“Setidaknya palu ini akan bertindak sebagai pendukung kekuatan yang akan kugunakan,” ucap Raquille, menjelaskan hal tersebut kepada World Venerate itu.
“Baiklah mari kita mulai kembali…” Raquille sejenak memejemakan kedua matanya.
“Divine ice… Ice dragon hybrid mode… Jotunn…” Ketika Raquille membuka kedua matanya kembali, pancaran uap es yang tebal seketika keluar menutupi seluruh dirinya.
Disaat yang bersamaan, tiba-tiba hawa di sekitar tempat pertempuran antara pasukan Blueland dan pasukan Ierua menjadi dingin mencekam, yang langsung dapat dirasakan oleh semua Venerate dari kedua belah pihak.
***
***
Setelah uap es yang menyelimuti tubuh Raquille perlahan-lahan mulai menghilang, terlihat pemuda Elfman itu berubah wujud dengan kini memiliki kulit berwarna biru serta sepasang tanduk cukup panjang yang meruncing ke belakang. Tinggi badan pemuda Elfman itu yang sebelumnya sekitar seratus delapan puluh delapan sentimeter, kini bertambah menjadi sekitar dua setengah meter, layaknya ukuran tinggi badan dari ras Giantman.
Wujud kekuatan yang diakses oleh Raquille sendiri merupakan perwujudan dari persilangan antara wujud manusia-Elf dan wujud makhkuk sucinya yang merupakan seekor naga.
“Menarik… Memangnya bisa apa kau dengan wujud seperti itu?” Tanya World Venerate Ierua tersebut.
Raquille tidak menjawab pertanyaan dari World Venerate tersebut dan hanya memasang ekspresi menyiringai dari wajahnya.
“Eh…” World Venerate itu tiba-tiba terkejut melihat Raquille yang berada di depan matanya dalam sekejap menghilang.
Seketika Raquille muncul disamping pria itu sambil dengan cepat menghantamkan palu yang dipegangnya hingga menciptakan pancaran elemen petir bertegangan tinggi.
“Akh…” World Venerate itu sontak terhempas ke jarak yang jauh sampai membuatnya terkapar.
Tampak permukaan dimana jalur World Venerate Ierua itu terhempas seketika membeku akibat efek serangan yang dilancarkan oleh Raquille yang telah berada dalam wujud hidrida kekuatan es ilhali dari makhluk sucinya.
“Urgh…” Merasa kesal mendapatkan serangan kejut, World Venerate Ierua itu pun kembali berdiri.
Dia kemudian meluncurkan serangan tebasan proyeksi energi berwarna merahnya dalam skala yang besar serta dalam jumlah yang banyak pula.
Nampak Raquille dengan santai berdiam mennunggu serangan tersebut meluncur ke arah. Pemuda Elfman itu tiba-tiba memancarkan tekanan kekuatan hingga membuat serangan proyeksi tebasan dari World Venerate Ierua itu seketika membeku, layaknya merupakan sebuah materi padat.
“Apa-apaan itu?” World Venerate Ierua itu sontak terkejut dengan kemampuan Raquille yang bisa membekukan serangannya tersebut.
Tidak mau terlalu lama terkejut, pria itu dengan cepat meluncur ke arah Raquille kemudian mengcungkan tombak ganjurnya. Raquille pun dengan sigap menganyunkan palunya hingga tabrakan antara kedua senjata mereka pun menciptakan pancaran energi berwarna merah dari sisi World Venerate Ierua itu serta pancaran elemen petir dan elemen es dari sisi pemuda Elfman tersebut.
“Divine ice… Dragon roar…”
“Uakh…” Disaat saling menahan serangan, Raquille seketika membuka mulutnya melancarkan serangan proyeksi energi dari dalam mulutnya, hingga membuat World Venerate Ierua itu seketika terhempas.
“Akh… Ukh…” Raquille dengan cepat meluncur mendekati World Venerate yang sedang terhempas tersebut, lalu beberapa kali menghantamkan palunya.
Beberapa kali hal tersebut diulangi oleh Raquille, hingga World Venerate itu pun terkapar dengan keadaan yang mulai melemah.
Tanpa ampun Raquille kemudian melancarkan serangan elemen petir bertegangan tinggi dari palunya, namun karena masih bisa bertahan, World Venearte Ierua itu dengan berdiri kembali lalu menghindari serangan elemen petir tersebut.
Tidak mau kalah World Venearte itu dalam sekejap mengakses kekuatan yang lebih besar hingga tombak ganjur tiba-tiba memancarkan pancaran energi berwarna merah.
“Ukh…” Dia kemudian bergerak dengan cepat mendekati Raquille lalu mengacungkan tombak ganjurnya ke depan, meluncurkan serangan proyeksi energi merah dalam skala yang besar hingga langsung diterima oleh Raquille sampai terhempas.