The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 169 - Hyphillia



Ruvaen pun terkejut dan disaat bersamaan merasa senang mendengar pernyataan dari Raquille karena memiliki sebuah harapan bisa menemukan anaknya kembali yang juga dinyatakan menghilang bersama dengan Raquille sepuluh tahun yang lalu.


“Raquille, terima kasih kau telah mengatakan itu. Setidaknya paman merasa senang serta memiliki harapan kembali,” ucap Ruvaen.


“Tapi paman, perbuatanku pada mereka semua serta pada Aloof sendiri juga tidak bisa dimaafkan… Selama hidupku aku menjadi sangat bersalah atas perbuatan tersebut.”


“Raquille… Paman tahu kesalahanmu itu tidak bisa dimaafkan. Paman juga tahu bahwa kau ingin sekali menebus kesalahanmu tersebut… Namun, kami disini sangat membutuhkanmu, dimana kau masih menjadi orang paling penting untuk meneruskan tahta Blueland,” ucap Ruvaen sambil memegang kedua pundak Raquille, meyakinkannya serta memberikan sebuah fakta mengapa pemuda Elfman tersebut sangat dibutuhkan oleh mereka walaupun memiliki sebuah kesalahan.


“Tunggu dulu paman… Meneruskan tahta Blueland katamu?” Raquille sontak terkejut hingga membuatnya menatap Lorainne, Ackerlind serta semua Elfman yang berada di dalam ruangan tersebut.


“Benar Raquille, walaupun selama sepuluh tahun lamanya kau menghilang dan baru kembali sekarang, tapi posisi putra mahkota masih tetap berada padamu,” ucap Lorainne.


“Bagaimana mungkin? Padahal Aguirre yang sekarang telah menjadi World Venerate lebih layak mendapatkan posisi itu dibandingkan denganku yang telah menghilang cukup lama.” Raquille tampak bertanya-tanya di dalam hatinya, mengapa hal tersebut masih berlaku baginya, yang padahal dirinya telah menghilang selama sepuluh tahun lamanya, dan selama itu mereka sebenarnya sudah memiliki World Venerate pewaris, yang tidak lain merupakan Aguirre, saudaranya sendiri, yang harusnya menggantikannya sebagai putra mahkota kerajaan Blueland.


“Ada alasan mengapa kau masih menjadi putra mahkota dan tidak digantikan oleh Aguirre… Yang pertama, kau yang menjadi World Venerate pertama diantara keempat saudaramu, yang kedua aku percaya bahwa selama kau menghilang, kau tetap akan kembali lagi kemari, yang ketiga Aguirre telah menjadi Venerate negeri Fuegonia serta menjadi salah satu pemimpin dari negeri itu, dan yang keempat kakakmu itulah yang tidak bersedia untuk menggantikanmu,” ucap Lorainne, menjelaskan panjang lebar kepada putra bungsunya tersebut.


Raquille pun hanya bisa terdiam mendengar penjelasan dari ibunya tersebut. Dia tidak bisa berkomentar apa-apa lagi penjelasan tersebut memang sudah tidak dapat untuk diubah kembali.


“Tunggu dulu… Kalau begitu… Apa mungkin aku dan kakak Hyphilia…” Tiba-tiba Raquille memikirkan sesuatu yang tersirat dipikirannya.


“Tentu saja… Hyphilia selama ini masih menjadi tunanganmu,” ucap Lorainne.


“Dimana Hyphilia sekarang…”


***


Raquille dengan cepat berlari melewati salah satu lorong kastil tersebut ketika mengetahui bahwa dirinya masih memiliki hubungan pertunangan dengan Elfman perempuan yang bernama Hyphilia, yang pernah dibahas oleh dirinya sebelumnya.


Raquille pun berhenti di depan pintu masuk sebuah ruangan dan langsung melihat seorang perempuan menghadap ke belakang sambil memperhatikan sebuah pemandangan yang berada di balik jendela ruangan tersebut.


Tak berapa perempuan menoleh ke arah Raquille, memperlihatkan wajah yang rupawan dengan memiliki rambut panjang berwarna putih serta kedua warna mata yang mirip seperti yang dimiliki oleh pemuda Elfman itu.


“Kakak…” Ucap Raquille ketika perempuan tersebut menatap ke arahnya.


Akan tetapi perempuan bernama Hyphilia itu tidak menjawab Raquille dan hanya berdiam sambil memasang ekspresi wajah datar.


Raquille perlahan berjalan hendak melewati pintu masuk ruangan tersebut untuk mendekati perempuan bernama Hyphilia tersebut.


“Uwaah…!” Tiba-tiba pemuda Elfman itu terkejut, hingga membuatnya melompat ke belakang saat pintu masuk ruangan tersebut dalam sekejap memunculkan sebuah duri-duri es.


“Jangan mencoba untuk masuk atau mendekat… Jika kau memasakan hal itu, maka sesuatu yang buruk akan terjadi padamu,” ucap Hyphilia, memperingati pemuda Elfman itu.


“Kakak… Aku tahu bahwa kesalahanku tidak bisa diterima olehmu… Aku tahu bahwa karena perbuatanku kau kehilangan adikmu Aloof,” ucap Raquille sambil berlutut, menyatakan bahwa dirinya bersalah kepada Hyphilia karena telah membuat perempuan itu kehilangan adiknya yang tidak lain merupakan Aloof.


Pemuda Elfman itu kemudian menjelaskan bagaimana keadaannya setelah memasuki sebuah lubang dimensi bersama dengan Aloof, yang membuat dirinya melompat waktu ke masa depan.


“Maaf kakak… Saat berada di dalam lubang dimensi itu, aku dan Aloof tiba-tiba terpisah…”


Hyphilia pun terkejut mendengar hal tersebut, dimana dirinya juga mendapatkan harapan bahwa kemungkinan adiknya tersebut masih hidup serta mengetahui bahwa usia dirinya dan Raquille kini telah berbeda jauh, terpaut hampir sekitar tiga belas tahun jauhnya.


Tiba-tiba duri yang muncul pada pintu masuk ruangan tersebut lenyap, membuat Hyphilia dengan cepat berlari ke arah Raquille kemudian memeluk pemuda Elfman itu dengan erat.


“Kakak…” Raquille pun merasa canggung hingga tidak bisa berbuat apa-apa ketika perempuan itu memeluknya.


“Diam dulu sebentar… Setidaknya biarkan aku melepas rinduku sebagai tunanganmu dan bukan sebagai kakakmu,” ucap Hyphilia, tetap memeluk Raquille dengan erat, saking senang melihat kembali pemuda itu setelah sepuluh tahun lamanya.


Raquille pun menjadi lebih canggung ketika mendengar penjelasan tunangan serta kakak sepupunya tersebut, membuat wajahnya seketika memerah.


Di dalam benak Raquille, pemuda itu sebenarnya hanya menganggap perempuan bernama Hyphilia itu hanya sebagai kakak sepupunya, sama seperti ketika dirinya menjelaskan kepada Alyara sebelumnya.


Raquille merasa bersalah kepada Aguirre dan berharap agar saudaranya tersebut tidak melihat ataupun mengetahui tentang momen pelukannya dengan Hyphilia itu, karena Aguirre sendiri merupakan orang yang sebenarnya dicintai oleh perempuan bernama Hyphilia tersebut.


“Kakak… Apakah bisa kau lepaskan? Kurasa sudah cukup,” ucap Raquille sambil mencoba melepaskan pelukan perempuan itu, namun Raquille mengalami kesulitan karena pegangan perempuan itu padanya tampak sangat erat.


Hyphilia kemudian mengangkat wajahnya ke atas, menatap Raquille sambil memasang senyuman manis diwajahnya, membuat Raquille pun tidak kunjung berhenti merasa canggung terhadap momen yang sedang berjalan tersebut.


“Bagaimana keadaanmu? Apa kau sendiri baik-baik saja?” Tanya Hyphilia, masih terus memeluk pemuda Elfman itu.


“Eh… Aku… Baik-baik saja…” Ucap Raquille dengan kata terbata-bata.


“Bagaimana… Denganmu… Kakak?” Lanjut Raquille, bertanya kepada perempuan itu.


“Aku…” Tiba-tiba Hyphilia melepas pelukannya dan langsung menendang kaki Raquille.


“Ukh…” Raquille lantas merasa kesakitan merasakan tendangan yang cukup kuat dari perempuan itu.


“Kau pikir selama ini aku baik-baik saja… Setelah ditinggalkan tunanganku selama sepuluh tahun lamanya dan setelah dia kembali, ternyata aku telah jauh lebih tua dibandingkan dengannya… Haah… Aku bahkan terlihat seperti seorang bibi untukmu,” Ucap Hyphilia, membentak Raquille.


“Kakak… Tenang dulu… Walaupun kau sekarang sudah berumur tiga puluh tahunan, tapi kau terlihat tidak menua sama sekali,” ucap Raquille, menenangkan perempuan yang sedang kesal itu.


“Entahlah… Lebih baik kau pergi sana…” Hyphilia pun sontak mengusir Raquille, namun pemuda Elfman itu tetap bersikeras tidak mau meninggalkan perempuan tersebut.


“Sudah kukatakan pergi…” Walaupun berulang kali Hyphilia mengusir pemuda Elfman itu, namun dia tidak kunjung mau pergi dari tempat tersebut.